Sebelum Menggeleng…
Disclaimer: Tulisan ini merupakan karya fiksi komedi yang terinspirasi dari berbagai fenomena sosial di masyarakat. Seluruh tokoh, nama, dialog, lokasi, dan rangkaian peristiwa merupakan hasil pengembangan kreatif penulis untuk kepentingan hiburan dan refleksi sosial. Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan, menyerang, merendahkan, atau mengidentifikasi individu, kelompok, lembaga, profesi, maupun wilayah tertentu.
Kalau urusan berburu janda di dunia maya, Dg Kulle, duda kaya pemilik 40 hektar sawah di Maros dan dua unit Pajero adalah rajanya Kota Makassar.
Begitu fitur Status Janda bertebaran di Facebook dan Instagram, darah laki-lakinya seketika mendidih, gairahnya bergejolak panas bagai minyak gorengan meletup-letup.
Di kepala Dg Kulle yang penuh skenario erotis, medsos adalah pasar loak jodoh dengan tiga rak utama yaitu Janda Muda, Janda Kaya, dan Janda Perawan. Tanpa ragu, jempolnya yang kasar langsung mengklik kategori paling premium yaitu Janda Perawan.
Bagi Dg Kulle yang sudah 15 tahun menduda, status janda perawan adalah barang langka paling meledakkan gairah.
Dalam imajinasinya, janda perawan adalah sosok wanita matang yang sudah resmi berstatus istri di KTP, tapi bagian bawahnya belum pernah tersentuh laki-laki karena almarhum suaminya keburu tewas saat baru mau malam pertama. Lekuk tubuhnya matang, gairahnya terpendam, tapi kasurnya masih perawan ting-ting. Sungguh surga dunia yang siap diguncang duda kaya!
- Hilang Saat Mabuk, Dg Unyu Ikut Tim SAR Cari Diri Sendiri
- Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol
- Niat Curi Celana Dalam, Dg Lukka Nyungsep di Kandang Ayam
- Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam
- Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
- Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan
Mata Dg Kulle pun melotot saat menemukan satu profil yang sangat merangsang gairah.
“Asse, 38 tahun, janda perawan, siap nikah, siap bimbingan luar dalam. No filter!”
Foto profilnya bikin dada Dg Kulle berdebar kencang, perempuan cantik berdaster mawar merah dengan belahan dada sedikit terbuka, kerudung tipis berbahan sifon, dan senyum manis yang bikin organ vital Dg Kulle di balik celana langsung berdenyut-denyut dari ukuran L jadi XL!
“Ini dia! Sudah berpengalaman pegang rumah tangga, tapi malam pertamanya masih perawan murni! Saya siap jadi guru privat yang membimbing lekuk tubuhnya!” gumam Dg Kulle sambil mengelus dadanya yang berbulu tipis.
Dengan jemari gemetar kena erangan nafsu, dia mengetik pesan di kolom komentar.
“Asse, salam kenal. Saya Dg Kulle, duda kaya Maros, 40 hektar sawah, dua Pajero, dan satu ranjang kosong. Siap bimbing kamu luar dalam!”
Balasan dari Asse datang secepat petasan meledak.
“Setuju Pak Dg Kulle! Tapi tolong jangan kaget kalau ketemu, ya. Foto saya itu tanpa filter.”
Dg Kulle terkekeh-kekeh sambil mengurut pinggulnya.
“Kaget? Saya ini duda berpengalaman! Paling beda-beda tipis sama foto. Yang penting masih kenyal dan siap dibimbing di atas kasur!”
- Selingkuh “Cokko-cokko”
- Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
- Atas Kerudung, Bawah Warung
- Goyangan Janda Muda
- Modal “Mokondo” Tebar Bualan
- Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
- Kalah Lomba Minum Ballo, Dg Tolo Terdampar di Rumah Janda
Dg Kulle dan Asse sepakat bertemu di Kafe Pojok pinggiran Hertasning. Dg Kulle tampil maksimal memakai kemeja batik parang biru dongker.
Minyak wangi “Pria Perkasa” disemprotkan tiga kali di ketiak dan dua kali melingkar di selangkangan. Bau harumnya menyengat bagai gabungan obat nyamuk dan minyak kayu putih!
Dia duduk membusungkan dada di meja paling depan, satu kaki diangkat ke lutut, memegang gelas es teh manis sambil matanya bergerilya memindai setiap perempuan muda yang melintas.
Pintu kafe mendadak terbuka. Tapi bukan perempuan berdaster mawar sensual yang muncul, melainkan seorang nenek-nenek bergamis coklat kusam, memegang tongkat kayu, dengan jalan menyamping bagai kepiting tua!
TUK… TUK… TUK!
Tongkat nenek itu berdetak di lantai keramik. Dia melangkah mendekati meja Dg Kulle, lalu melempar senyum lebar yang memamerkan deretan gigi emasnya yang berkilauan.
“Dg Kulle, kah?” suaranya parau dan serak-serak basah bagai kaset kuno kemasukan air.
Dg Kulle tersedak air liurnya sendiri.
“Iya… saya. Maaf Nenek, saya lagi tunggu calon istri muda saya, namanya Asse.”
Nenek itu tertawa genit sambil memegang bahu Dg Kulle, suaranya melengking bagai gerinda menggosok besi berkarat.
“Saya Asse, Dg Kulle!”
BZZZZT!
Seketika, Dg Kulle serasa disambar petir di siang bolong! Rahang bawahnya jatuh, matanya melotot hampir copot, dan gelas es teh di tangannya gemetar hebat!
“Astagfirullahaladzim! Asse?! Maksudnya… Nenek ini Asse?!”
- Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
- Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
- Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
- Cewek BO Vs Burung Beo
- Istri Dasteran Bolong, Suami Kolor Kendor, Giliran Live Kece
Nenek Asse duduk santai di depan Dg Kulle, menyandarkan tongkat kayunya di paha sambil mengedipkan matanya yang keriput.
“Iya, Dg Kulle. Saya Asse. Janda perawan asli! Suami saya dulu kena serangan jantung lima menit sebelum sempat buka celana di malam pertama. Jadi walau umur saya sekarang sudah 67 tahun, daerah bawah saya masih perawan suci belum pernah tersentuh laki-laki!”
Dg Kulle menelan ludah dengan susah payah, mukanya mendadak pucat pasi.
“Tapi tulisan di Facebook bilang umurnya 38 tahun? Terus foto daster mawar dengan belahan dada mulus itu siapa?!”
“Ooo… itu foto saya waktu masih umur 38 tahun, Dg Kulle! Sekitar 29 tahun yang lalu waktu zaman Orde Baru! Dulu foto itu memang murni tanpa filter kamera!” jawab Nenek Asse bangga sambil mengelus pipinya yang kendor bergelambir.
Dg Kulle merasakan gelombang mual dahsyat memutar balik isi perutnya. Gairah liar dan organ vitalnya yang tadinya tegang seketika ciut seratus persen, meliuk lemas bagai kerupuk tersiram air panas!
Nenek Asse memajukan wajahnya, memonyongkan bibirnya yang berkerut sambil berbisik manja.
“Iya, Dg Kulle… Kamu mau bimbing saya malam ini kan? Dijamin masih rapat dan murni! Mau coba goyangannya?”
DUAGHHH!
- Nikmatnya Biji “Peler” mu
- Sodok Terus Sampai Puas
- Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las
- Janda “Londo Ireng”
- Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
Kepala Dg Kulle serasa dihantam martil tukang batu! Bayangan erotis tentang wanita matang berwajah manis mendadak musnah, berganti bayangan nenek-nenek bertongkat yang minta digendong ke kamar mandi!
“Aduh Mak… Niat hati berburu janda perawan penawar gairah, malah ketemu nenek-nenek masuk angin! Mau dapat bidadari kasur, eh malah dapat pusaka museum… nenek-nenek begini kan dagingnya pahit!” jerit Dg Kulle dalam hati.
Tanpa tunggu aba-aba lagi, Dg Kulle melempar uang seratus ribu ke atas meja, meloncat dari kursi, dan lari tunggang-langgang ngacir menuju mobil Pajero-nya tanpa menengok belakang lagi!
Dengan nafas terengah-engah dan ketiak yang makin bau obat nyamuk, Dg Kulle tancap gas meninggalkan kafe.
Di dalam mobil, Dg Kulle menepuk-nepuk jidaknya yang basah oleh keringat dingin sambil meratap histeris.
“Aduh apes betul… Niat hati saya mau menikmati malam pertama sama janda perawan malah mau diajak senam lansia sama nenek-nenek gigi emas! Sawah 40 hektar sama dua Pajero saya serasa tidak ada harganya kalau ujung-ujungnya saya cuma dapat nenek-nenek masuk angin!”
Penulis : Ibhe Ananda
Makna Cerita
Cerita ini menyindir orang yang terlalu mudah percaya pada tampilan media sosial. Dg Kulle melihat foto dan keterangan profil Asse, lalu langsung membangun fantasi sendiri tanpa melakukan verifikasi.
Masalahnya bukan sekadar foto lama. Dg Kulle juga menafsirkan informasi sesuai keinginannya sendiri karena pikirannya sudah dikuasai oleh hasrat. Akibatnya, logika kalah sebelum pertemuan dimulai.
Ada pula kritik terhadap kesombongan materi. Dg Kulle merasa 40 hektare sawah dan dua Pajero membuat dirinya memiliki posisi tawar tinggi dalam mencari pasangan. Padahal, kekayaan tidak otomatis membuat seseorang mampu membaca karakter, kejujuran, atau kebenaran informasi seseorang.
Pesan Moral
1. Jangan percaya begitu saja pada profil media sosial.
Foto bisa lama, informasi bisa tidak lengkap, bahkan identitas seseorang bisa berbeda dari yang ditampilkan. Verifikasi tetap diperlukan.
2. Jangan mengambil keputusan ketika akal sedang dikalahkan nafsu.
Dg Kulle sebenarnya bukan hanya tertipu oleh foto, tetapi juga menipu dirinya sendiri dengan fantasi yang ia bangun dari foto tersebut.
3. Kekayaan bukan pengganti kecerdasan dan kehati-hatian.
Sawah puluhan hektare dan mobil mahal tidak berguna kalau seseorang tetap mudah dibohongi karena tidak melakukan pengecekan sederhana.
4. Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan.
Foto yang terlihat muda, cantik, dan menarik belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya. Penampilan digital hanyalah sebagian kecil dari realitas.
5. Kesombongan sering membuat orang mengabaikan tanda-tanda peringatan.
Dg Kulle terlalu yakin dirinya “duda kaya” sehingga merasa tidak mungkin gagal. Justru keyakinan berlebihan itulah yang membuatnya lengah.
Inti Sari
Dg Kulle bukan korban penipuan foto lama. Ia korban nafsu yang membabi buta dan kesombongan materi yang membuatnya buta terhadap tanda-tanda peringatan sejak awal.





















