2 Putri Pemilik RM Citra Padang Tewas Dilindas Truk PT Bintang Terang 89

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua putri pemilik RM Citra Padang Belopa, Agiska Citra Wulandari dan Silfayani, tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk tangki PT Bintang Terang 89 di Luwu. (Foto kolase)

Dua putri pemilik RM Citra Padang Belopa, Agiska Citra Wulandari dan Silfayani, tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk tangki PT Bintang Terang 89 di Luwu. (Foto kolase)

Ringkasan

Dua putri pemilik Rumah Makan Citra Padang Belopa meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Luwu. Sepeda motor korban bertabrakan dengan sepeda motor lain sebelum jatuh dan tertabrak truk tangki milik PT Bintang Terang 89.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dan telah mengamankan pengemudi truk. Sejumlah pihak juga mendesak pemeriksaan terhadap legalitas operasional dan status kemitraan armada truk yang terlibat kecelakaan.

Zonafaktualnews.com – Dua putri pemilik Rumah Makan (RM) Citra Padang Belopa, Agiska Citra Wulandari dan Silfayani, tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Trans Sulawesi poros Palopo-Makassar, Kabupaten Luwu.

Keduanya terjatuh ke badan jalan setelah sepeda motor yang ditumpangi bertabrakan dengan sepeda motor lain.

Dalam kondisi tersebut, sebuah truk tangki PT Bintang Terang 89 melintas dan menabrak kedua korban.

Kecelakaan terjadi di depan Puskesmas Padangsappa, Kecamatan Ponrang, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 00.15 WITA.

Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, yakni sepeda motor Honda CRF tanpa pelat nomor, sepeda motor Yamaha MX King DP 4546 EB yang dikendarai Agiska bersama adiknya, Silfayani, serta truk tangki Hino bernomor polisi B 9786 BPU.

Kanit Laka Satlantas Polres Luwu, Ipda Indar, menjelaskan kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda CRF yang dikendarai RF (27) bergerak dari arah selatan menuju utara.

“Setiba di lokasi kejadian, tepatnya di depan PKM Padangsappa, RF menyalip mobil yang melaju di depannya. Namun, sepeda motor yang dikendarainya melebar ke sisi kanan hingga masuk ke jalur berlawanan,” ujar Ipda Indar kepada wartawan.

BACA JUGA :  Truk Bermuatan Berat Hantam Deretan Kendaraan di Cipularang KM 92

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha MX King DP 4546 EB yang dikendarai Agiska (37) bersama adiknya, Silfayani (26).

Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan antara kedua sepeda motor tersebut tidak dapat dihindari.

“Karena jarak sudah dekat, tabrakan antara kedua sepeda motor itu tidak dapat dihindari,” tambah Ipda Indar.

Benturan tersebut membuat Agiska dan Silfayani terjatuh ke badan jalan.

Dalam waktu bersamaan, dari arah utara menuju selatan melintas truk tangki Hino yang dikemudikan BVK (22), warga Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur.

“AG dan SF belum sempat menyelamatkan diri setelah terjatuh. Truk tangki tersebut kemudian menabrak kedua korban,” kata Ipda Indar.

Agiska mengalami pecah tengkorak kepala dan luka robek pada wajah. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara Silfayani mengalami luka robek pada paha kanan. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Ponrang untuk mendapatkan pertolongan medis, namun akhirnya meninggal dunia.

Korban lainnya, RF, mengalami nyeri tekan pada dada kanan, memar pada pipi kanan, serta luka robek pada lutut kanan. RF kemudian menjalani perawatan di RSUD Batara Guru Belopa.

BACA JUGA :  Korban Banjir dan Longsor di Luwu Bertambah Jadi 14 Orang

Pengemudi truk tangki diketahui tidak mengalami luka dan telah diamankan aparat kepolisian untuk kepentingan pemeriksaan.

Kendaraan yang terlibat juga telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Pengemudi truk tangki tidak mengalami luka dan saat ini telah diamankan. Satlantas Polres Luwu juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan proses penyelidikan masih berlanjut,” tandas Ipda Indar.

Truk tangki Hino B 9786 BPU tersebut diketahui merupakan armada milik PT Bintang Terang 89. Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk dalam kondisi kosong saat kecelakaan terjadi dan tidak membawa muatan BBM.

Agiska dan Silfayani merupakan saudara kandung dari keluarga Agustiar, pemilik RM Citra Padang Belopa.

Agiska diketahui merupakan anak pertama, sedangkan Silfayani merupakan anak ketiga dalam keluarga tersebut.

Salah satu korban juga disebut tengah menempuh pendidikan kedokteran dan dikabarkan telah mendekati penyelesaian studinya.

Kabar meninggalnya kedua bersaudara itu kemudian menyebar dan mengundang duka masyarakat Luwu, khususnya warga Belopa.

Rumah duka dipenuhi keluarga, kerabat dan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.

Di tengah proses penyelidikan kecelakaan, muncul desakan agar aspek legalitas dan operasional armada PT Bintang Terang 89 turut diperiksa apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Boy selaku perwakilan Aliansi Mahasiswa Sulawesi Selatan (AMSS) meminta kepolisian dan Pertamina Patra Niaga membuka secara transparan status armada tersebut, termasuk legalitas pengangkutan dan status kemitraannya.

BACA JUGA :  Kakek di Luwu Nikahi Gadis SMA, Lansia Tajir di China Wafat, Istri Muda Warisi Rp731 M

Boy juga menyebut armada PT Bintang Terang 89 sebelumnya pernah menjadi perhatian aparat di sejumlah wilayah terkait dugaan persoalan dokumen operasional dan pengangkutan BBM bersubsidi.

Informasi mengenai dugaan tersebut masih perlu diklarifikasi dan dibuktikan melalui pemeriksaan resmi aparat penegak hukum. Pernyataan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran sebelum terdapat hasil pemeriksaan resmi.

Boy mendesak kepolisian tidak hanya mendalami unsur penyebab kecelakaan, tetapi juga memeriksa legalitas kendaraan dan perusahaan apabila dalam proses penyidikan ditemukan indikasi pelanggaran.

“Pihak terkait harus menjelaskan secara terbuka status armada tersebut, termasuk legalitas operasional dan hubungan kemitraannya. Jika memang ditemukan persoalan administrasi atau pelanggaran lain, tentu harus diproses sesuai ketentuan,” ujar Boy.

Pertamina Patra Niaga juga diminta memberikan penjelasan mengenai status armada tersebut, termasuk apakah kendaraan itu memiliki hubungan kemitraan atau status resmi dalam kegiatan pengangkutan BBM.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Iptu Muh. Ibnu Robbani belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi terkait aspek penyidikan di luar perkara kecelakaan lalu lintas.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak manajemen PT Bintang Terang 89 dan pihak Depot Pertamina Karang-Karangan juga belum memperoleh tanggapan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kecelakaan yang menewaskan dua bersaudara tersebut.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Fenomena Langka! Langit Seko di Luwu Utara Mendadak Diguyur Hujan Es
Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat
Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi
Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik
1 SK Valid, 15 Pejabat di Gowa Antre Giliran Disikat di Bawah Teropong Bupati?
Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing
2 Hektare Hutan Pinus Malino Dilalap, Jago Merah Diduga dari Sampah Warga
Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:25 WITA

2 Putri Pemilik RM Citra Padang Tewas Dilindas Truk PT Bintang Terang 89

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:23 WITA

Fenomena Langka! Langit Seko di Luwu Utara Mendadak Diguyur Hujan Es

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:33 WITA

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:02 WITA

Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik

Berita Terbaru