Fenomena Langka! Langit Seko di Luwu Utara Mendadak Diguyur Hujan Es

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video yang merekam fenomena hujan es di Kecamatan Seko, Luwu Utara, menampilkan suasana warga berlari saat hujan lebat (kiri) dan dua gambar detail tangan menunjukkan butiran es berukuran besar (tengah dan kanan).

Tangkapan layar video yang merekam fenomena hujan es di Kecamatan Seko, Luwu Utara, menampilkan suasana warga berlari saat hujan lebat (kiri) dan dua gambar detail tangan menunjukkan butiran es berukuran besar (tengah dan kanan).

Ringkasan

Fenomena hujan es melanda Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengonfirmasi bahwa peristiwa alam ini dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang masif akibat kombinasi topografi lokal dan dinamika atmosfer setempat.

Rekaman warga yang memperlihatkan butiran es di permukaan tanah sempat beredar luas di media sosial. Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena fenomena hujan es berpotensi menyebabkan kerusakan pada infrastruktur terbuka, tanaman, dan kendaraan.

Zonafaktualnews.com – Langit di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mendadak diguyur hujan es.

BACA JUGA :  P3TGAI Takalar Diduga Tak Bersih, Pola Setoran Mirip Kasus Luwu Utara?

Fenomena langka ini diabadikan warga lewat rekaman video hingga akhirnya viral di media sosial.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa itu benar terjadi.

Fenomena alam ini terpantau melanda Dusun Palandoan, Desa Embonatana, pada Sabtu (22/8/2026) sore.

“Berdasarkan citra satelit dan radar, hujan es terjadi sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 Wita,” ujar Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Nur Asia Utami kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Pihak BMKG menjelaskan, peristiwa tersebut dipicu oleh kombinasi kondisi topografi lokal serta dinamika atmosfer.

Pertumbuhan awan vertikal yang masif menjadi faktor utama terbentuknya butiran es di wilayah dataran tinggi tersebut.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Lutra dan Bupati Lepas Jalan Sehat Anti Mager, Warga Membeludak

“Hujan es disebabkan oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat tinggi sehingga membentuk butiran es,” jelas Nur Asia.

Meski umumnya berlangsung dalam durasi singkat, BMKG meminta masyarakat setempat untuk tetap waspada.

Butiran es berukuran besar memiliki potensi destruktif terhadap infrastruktur terbuka.

“Hujan es perlu diwaspadai, meski biasanya berlangsung singkat. Butiran es yang besar bisa merusak atap rumah, tanaman, dan kendaraan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  FK LSM-PERS Tegaskan Kasus Guru PDTH di Lutra Jadi Pelajaran, Bukan untuk Dibully LSM

Dalam video amatir yang beredar, tampak sejumlah warga berlarian mencari tempat berteduh di tengah derasnya hujan.

Perekam video kemudian menunjukkan butiran-butiran es nyata yang berserakan di atas tanah.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat
Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi
Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik
1 SK Valid, 15 Pejabat di Gowa Antre Giliran Disikat di Bawah Teropong Bupati?
Heboh Link Video Kasir Indomaret 7 Menit di Medsos, Awas Jebakan Phishing
2 Hektare Hutan Pinus Malino Dilalap, Jago Merah Diduga dari Sampah Warga
Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri
Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:23 WITA

Fenomena Langka! Langit Seko di Luwu Utara Mendadak Diguyur Hujan Es

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:33 WITA

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:23 WITA

Bisnis Haram Obat Daftar G Berkedok Online di Maros Digulung Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:02 WITA

Setkab Balas Kritik “Prabowo Bedebah” Pakai Video Massa Menuai Polemik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:22 WITA

1 SK Valid, 15 Pejabat di Gowa Antre Giliran Disikat di Bawah Teropong Bupati?

Berita Terbaru