Ringkasan
Antrean truk di sejumlah SPBU di Parepare, Sulawesi Selatan, dikeluhkan pengguna jalan dan telah berlangsung beberapa hari. Kondisi ini dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi oleh pelangsir dan oknum mafia BBM, yang disebut memicu stok cepat habis dan antrean panjang.
Pantauan di beberapa SPBU menunjukkan truk berjejer hingga ke jalan-jalan sekitar. Di SPBU KM 3 Lapadde, pengisian satu kendaraan tercatat Rp900.000 atau 132,35 liter, sementara penanggung jawab SPBU yang dimintai konfirmasi tidak memberi respons.
Zonafaktualnews.com – Antrean truk nampak mengular di sejumlah SPBU di Parepare, Sulawesi Selatan, dikeluhkan sejumlah pengguna jalan.
Fenomena antrean truk di sejumlah area SPBU di Parepare sudah berlangsung beberapa hari.
Diduga keras antrean truk terindikasi adanya “permainan” oknum mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.
Pantauan di SPBU 7491153 KM 3 Lapadde, Kota Parepare, Minggu sore (26/7/2026), nampak antrean panjang truk berjejer mulai di pertigaan Jalan Industri-Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga melewati SPBU.
Saat pengisian Mobil Box Mitsubishi Fuso Colt Diesel di SPBU KM 3, pada layar angka di mesin pengisian BBM atau Fuel Dispenser, tertera angka Rp900.000 atau 132,35 liter.
“Satu kali mengisi ji, satu barcode,” kata sopir Mobil Box Mitsubishi Fuso Colt Diesel yang mobilnya terisi Rp900.000 atau 132,35 liter.
Terkait aktivitas pengisian yang dicurigai tidak wajar, operator SPBU mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke pihak penanggungjawab SPBU KM 3.
“Sama Ibu Ani (konfirmasi),” kata operator SPBU KM 3.
Hanya saja, saat itu pihak yang disebut penanggung jawab SPBU KM 3 tidak berada di tempat.
Ani, yang berusaha dikonfirmasi melalui WhatsApp memilih bungkam dan tidak merespons pesan konfirmasi dari wartawan.
Informasi dihimpun, motif mafia solar diduga bekerjasama dengan oknum pelangsir BBM subsidi dengan membeli bahan bakar solar subsidi dalam jumlah besar di beberapa SPBU secara berulang untuk dijual kembali demi meraup keuntungan pribadi.
Barcode Pertamina Subsidi atau QR Code Subsidi Tepat yang digunakan patut dipertanyakan apakah sudah sesuai peruntukan berdasarkan plat nomor kendaraan.
Modus operandi yang kerap digunakan dengan memodifikasi kendaraan menggunakan tangki mobil yang diperbesar kapasitasnya dari standar pabrik. Hasil dari melangsir BBM diduga disuplai ke industri ilegal atau tambang tanpa izin.
Pengawasan dari Pertamina dan Aparat Penegak Hukum (APH) semestinya lebih diperketat untuk meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Sebab selain melanggar hukum, aktivitas mafia BBM yang menguras solar subsidi di SPBU itu merampas hak masyarakat yang berhak mendapatkan.
Selain stok BBM subsidi cepat habis, praktik mafia solar subsidi juga memicu terjadinya antrean panjang di SPBU.
Pantauan di SPBU Ujung Bulu, Jalan Karaeng Bura’ne, truk nampak berjejer di Jalan Ganggawa, Jalan Panca Marga.
Di SPBU Cappa Galung Patung Pemuda, nampak truk berjejer di Jalan Bau Massepe dan di samping SPBU arah ke Pantai Mattirotasi.
Di SPBU KM 2 Lapadde, truk nampak berjejer di Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga jembatan penyeberangan Rujab Walikota.
Di SPBU KM 3 Lapadde, truk berjejer di Jalan Jenderal Ahmad Yani mulai dari pertigaan Jalan Industri Kecil hingga melewati SPBU.
Begitu pula antrean truk nampak berjejer Jalan M Arsyad di SPBU Soreang, perbatasan Parepare-Pinrang.
(Ardi)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok




















