Sebelum Menggeleng…
Disclaimer: Tulisan ini merupakan karya fiksi komedi yang terinspirasi dari berbagai fenomena sosial di masyarakat. Seluruh tokoh, nama, dialog, lokasi, dan rangkaian peristiwa merupakan hasil pengembangan kreatif penulis untuk kepentingan hiburan dan refleksi sosial. Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan, menyerang, merendahkan, atau mengidentifikasi individu, kelompok, lembaga, profesi, maupun wilayah tertentu.
Kalau ada pria yang matanya mendadak melotot melihat lekuk tubuh wanita berbaju seksi dengan dada terbuka, Dg Kuttu adalah rajanya.
Berawal dari tebar pesona di dunia maya, jiwanya langsung membara begitu melihat foto Janda Sari yang berkilau tanpa pori-pori.
Tapi dasar apes, niat hati ingin menikmati kencan romantis bersama janda idaman, kelakuannya malah berakhir konyol gara-gara bedak tebal si janda luntur kena air hujan, memperlihatkan pemandangan aneh, wajahnya putih kinclong, tapi lehernya hitam legam!
Di pelataran Warung Coto Seruni, Dg Kuttu yang tadinya cuma pria paruh baya bernapas bau rokok kretek murah dan beraroma minyak angin cap lang, merasa dadanya mendadak dipenuhi gelora asmara.
Bagaimana tidak, pesan genitnya dibalas mesra oleh Janda Sari. Dalam kepala Dg Kuttu yang sedang mabuk kepayang oleh ilusi medsos, wanita ini adalah sosok bidadari drama China yang jatuh dari langit khusus untuk memanjakan dahaga syahwatnya.
- Selingkuh “Cokko-cokko”
- Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
- Atas Kerudung, Bawah Warung
- Goyangan Janda Muda
- Modal “Mokondo” Tebar Bualan
- Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
- Hilang Saat Mabuk, Dg Unyu Ikut Tim SAR Cari Diri Sendiri
- Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol
- Niat Curi Celana Dalam, Dg Lukka Nyungsep di Kandang Ayam
Dengan setelan kemeja batik mengkilap yang agak kekecilan dan dompet kempes yang dipaksakan tebal, Dg Kuttu duduk berhadapan dengan si janda. Liur Dg Kuttu hampir menetes ke atas meja melihat penampilan Janda Sari.
“Aduh… Asli ini, Sari? Mulus betul, mirip sekali artis drama China yang sering lewat di TikTok-ku,” bisik Dg Kuttu sambil memajukan dadanya, sok gagah padahal nafasnya megap-megap menahan kehangatan.
“Ah, Dg Kuttu bisa saja… Ini asli kok. Cuma pakai perawatan rutin rahasia,” jawab Janda Sari manja sambil mengibaskan rambutnya, memperlihatkan tengkuk dan belahan dadanya yang memancing gairah.
Janda Sari tampil begitu menggoda! Jakun Dg Kuttu sampai naik-turun bagai pompa air rusak melihat wajahnya yang mulus berseri bagai porselen toilet baru, putih bersih tanpa cacat sedikit pun!
Tapi takdir tampaknya sedang berniat melawak. Langit siang yang tadinya cerah mendadak gelap gulita dan BREEESSS! Hujan angin bertiup dahsyat menghantam area warung terbuka. Cipratan air dari atap seng yang bocor tanpa ampun menyembur tepat ke paras molek Janda Sari.
- Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
- Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
- Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
- Cewek BO Vs Burung Beo
- Istri Dasteran Bolong, Suami Kolor Kendor, Giliran Live Kece
Di sinilah panggung bencana komedi itu meledak!
Bedak tebal dan racikan tepung beras yang menempel di muka Janda Sari mendadak luntur dan meleleh bagai mentega kena wajan panas.
Garis-garis cairan putih bercampur keringat dan air hujan mengalir deras membasahi dagu, merembes ke leher, sampai menetes ke belahan dadanya!
Dg Kuttu yang lagi asyik minum es teh manis mendadak tersedak hebat! Uhuk-uhuk! BYUUURR! Es teh bercampur makanan yang lagi dikunyahnya langsung tersembur keluar dari hidung dan mulut, mendarat pas di atas meja!
Begitu lapisan dempul itu terkikis habis, muncul pemandangan ajaib yang bikin mual sampai perut mulas, wajah si janda yang tadinya kinclong ala artis dracin, mendadak belang-belang bagai kerupuk cumi basah. Sementara leher sampai belakang telinganya tetap berwarna hitam legam bagai pantat wajan belum dicuci!
Kejadian konyol ini melahirkan penampakan yang sangat nyata, hitam di leher, putih di wajah! Kontrasnya begitu tajam, persis seperti belang pada badan sapi peras!
“Astagfirullah… Sari! Muka mu kenapa retak dan luntur begitu?! Beda sekali warna mukamu sama lehermu! Itu leher atau kerak kuali?!” teriak Dg Kuttu sambil menunjuk-nunjuk dengan muka pucat pasi, jijik setengah mati.
- Nikmatnya Biji “Peler” mu
- Sodok Terus Sampai Puas
- Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las
- Janda “Londo Ireng”
- Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
“A-apa kamu bilang?! Jangan menghina ya, Dg Kuttu! Ini cuma efek racikan skincare mahal yang reaksi sama air hujan!” jawab Janda Sari panik setengah mati sambil mengusap mukanya yang makin belepotan. Tapi sayang, dari bibirnya terlanjur keluar lelehan bedak bercampur lendir yang bikin Dg Kuttu rasanya mau muntah di tempat.
“Skincare racikan apanya?! Ini muka putih berseri bagai keramik baru, tapi lehermu hitam bagai wajan gosong! Penipuan publik ini! Bisa kena pasal malpraktik kecantikan ki’!” seru Dg Kuttu yang syok berat. Seluruh bayangan liar tentang kehangatan asmara langsung punah seketika, berganti rasa geli dan syok yang luar biasa.
“Heh pria bau minyak angin! Mana uang traktir Coto-ku?! Jangan coba-coba kabur!” jerit Janda Sari sambil melempar mangkok kosong.
“Beli dempul sana di toko bangunan! Ogah saya traktir penipuan ghaib begini!” balas Dg Kuttu sambil pasang jurus langkah seribu.
Niat hati ingin memboyong janda cantik bergaya pangeran, Dg Kuttu justru lari terbirit-birit menembus hujan deras sambil mengutuki nasibnya bertemu dengan janda glowing berwajah putih, leher hitam.
Memang benar kata pepatah tua, setinggi-tingginya burung terbang, akhirnya hinggap di pelimbahan juga, sepintar-pintarnya wanita menutupi leher hitam dengan dempul putih di wajah, akhirnya bakal telanjang juga begitu diterjang air hujan!
Kelakuan pria yang bertindak cuma dituntun libido dan halusinasi medsos itu ibarat berlayar pakai perahu bocor di tengah samudra, awalnya megah bergaya menantang ombak, tapi begitu diterjang kenyataan, kapalnya tenggelam duluan dan penumpangnya hanyut diseret arus sampai tersangkut di tiang jembatan!
Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok
Makna dan Pesan Moral
1. Jangan gampang tergiur penampilan luar
Apa yang terlihat sempurna di media sosial sering kali tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Kepalsuan tidak akan bertahan lama
Mau ditutupi secantik apa pun, kebohongan atau pura-pura pasti akan terbongkar begitu diterjang kenyataan.
3. Jangan bertindak cuma dituntun nafsu
Kalau cuma mengandalkan nafsu dan fantasi, ujung-ujungnya cuma bakal rugi dan menanggung malu sendiri.
4. Jadilah diri sendiri
Menampilkan keaslian jauh lebih baik daripada memakai “topeng” tebal demi dipuji orang lain.





















