Nikmatnya Biji “Peler”mu

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:18 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Nikmatnya Biji “Peler”mu

Visual dibuat dengan AI

Sebelum Menggeleng…

Disclaimer: Artikel ini adalah karya fiksi satir yang disusun untuk tujuan kritik sosial dan hiburan semata. Segala kemiripan tokoh maupun kejadian dalam tulisan ini hanyalah kebetulan belaka dan tidak merujuk pada individu atau peristiwa nyata tertentu. Penulis tidak bermaksud untuk menuduh, memfitnah, atau menyerang pihak manapun secara personal. Seluruh naskah ini adalah bentuk ekspresi kebebasan berpendapat dalam balutan sindiran tajam terhadap fenomena moralitas publik.

Tentang Judul: Mungkin Anda bertanya mengapa judul yang digunakan terasa vulgar atau eksplisit. Dalam karya ini, judul berfungsi sebagai metafora sarkasme, sebuah “pancingan” untuk memaksa kita melihat betapa rendahnya moralitas oknum yang memegang amanah rakyat, namun lebih sibuk mengurus “aset” pribadinya. Judul ini adalah cerminan dari realitas yang terkadang memang lebih kasar daripada bahasa yang kita gunakan untuk menggambarkannya.

Catatan untuk Pembaca: Jika Anda adalah orang dengan moralitas yang kaku atau mudah tersinggung, kami sarankan untuk berhenti membaca sekarang. Namun, jika Anda mencari kejujuran yang dibungkus dengan cara yang lugas untuk menertawakan kemunafikan oknum yang merasa dirinya tak tersentuh, silakan lanjutkan.

Orang bilang, cinta itu buta. Tapi bagi oknum politisi ini, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga harus “dimakan” sampai ke biji-bijinya.

BACA JUGA :  Heboh! Pejabat PPK BPTD Sulut Tertangkap Basah Nikah Siri dengan Mahasiswi

Judulnya saja sudah membuat orang yang punya iman tipis bakal bergetar, “Nikmatnya Biji “Peler”mu”.

Tapi jangan salah sangka dulu. Ini bukan soal resep masakan, melainkan soal taktik “kunjungan kerja” yang berakhir di atas jok mobil dinas.

Si oknum wakil rakyat ini sebenarnya punya segalanya. Gaji besar, tunjangan fantastis, dan konstituen yang setia menunggu janji-janji manisnya. Tapi rupanya, janji kampanye saja tidak cukup memuaskan egonya. Dia butuh “pelampiasan” di luar jam kantor.

Oknum politisi ini memang ahli dalam urusan “aset”, bukan aset negara, melainkan aset pribadinya yang dia anggap paling berharga dan harus dipamerkan di jok mobil dinas.

Orang bertanya, apa nikmatnya?

Nikmatnya adalah ilusi kekuasaan yang membuat si oknum merasa tak tersentuh. Tapi, nikmat itu hanya bertahan sampai lampu senter petugas keamanan menyambar wajahnya.

Begitu lampu itu menyala, “nikmat” tersebut berubah seketika menjadi “kiamat” kecil yang menghancurkan karier, keluarga, dan harga diri hingga ke akar-akarnya.

Pertemuan mereka, sang oknum politisi bersama staf wanitanya yang merangkap sebagai selingkuhan, selalu berbalut kamuflase “inspeksi mendadak”.

BACA JUGA :  Istri Pezina dan Pria yang Digerebek Suami di Hotel Polman Jadi Tersangka

Mobil dinas dengan pelat merah itu diparkir di pojok area reklamasi yang gelap gulita. Di sanalah, sang politisi merasa jadi penguasa tunggal. Tidak ada rapat paripurna, tidak ada interupsi, hanya ada desahan yang menyaingi deru mesin mobil yang dibiarkan menyala demi AC tetap dingin.

Sialnya, karma tidak pernah butuh janji politik.

Seorang petugas keamanan yang sedang patroli rutin merasa curiga melihat mobil dinas bergoyang hebat.

Begitu senter disorotkan ke kaca mobil, adegan “sinetron” itu pecah. Si oknum politisi yang tadinya gagah dengan setelan kemeja partainya, seketika panik.

Bukannya menghadapi petugas, dia malah membuka pintu mobil dan lari tunggang-langgang ke arah rumah kosong di balik semak-semak.

Dalam kepanikan, dia sempat menyambar sarung yang tertinggal di jok belakang sebagai pelindung diri.

Namun, drama belum berakhir. Saat dia memanjat pagar rumah kosong setinggi dua meter, sarung yang dia gunakan tersangkut paku pagar.

Kainnya tersingkap lebar ke atas, dan di bawah remang-remang cahaya bulan, “aset” pribadinya benar-benar menyembul keluar, tak tertutup sehelai benang pun, tepat di depan mata petugas yang mengejarnya.

Pemandangan itu menjadi “tontonan” paling memalukan dalam sejarah politik.

Saat ditanya apa yang mereka lakukan di tengah kegelapan, dengan wajah pucat dan posisi sarung yang berantakan, dia masih berdalih sedang “mengecek aspirasi rakyat”.

BACA JUGA :  Terkuak Perselingkuhan Suami Fenny Frans Bukan Hanya 1 Tapi 3 ART

Padahal, aspirasi yang dia “cek” jelas bukan urusan kesejahteraan masyarakat, melainkan urusan selangkangan yang sudah akut dengan stafnya tersebut.

Kini, nasibnya berakhir tragis di meja sidang kehormatan dewan. Namanya bukan lagi disebut sebagai penyambung lidah rakyat, melainkan jadi bahan tertawaan di warung kopi.

Istrinya, yang selama ini sabar menunggu di rumah, akhirnya menuntut cerai. Benar kata pepatah, sepandai-pandai menyimpan “harta karun” di balik mobil dinas, akhirnya pasti ketahuan juga, bahkan sampai biji-bijinya pun ikut terpampang nyata.

Politisi ini lupa bahwa rakyat mungkin bisa dibohongi dengan janji manis, tapi nasibnya tidak bisa lari dari fakta bahwa dia memang “gila” sampai lupa diri.

Akhirnya, jabatan hilang, kehormatan terbang, dan yang tersisa hanyalah penyesalan yang tidak ada harganya.

Benar-benar sebuah “kunjungan kerja” yang sangat memuaskan, bukan?

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kosmetik Merkuri Firfin Glowing hingga RD Viral Disikat, Owner NF Ditahan
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi
Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran
Polisi Sikat Tujuh Anggota Geng Motor yang Kerap Meneror Warga di Gowa
Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:08 WITA

Kosmetik Merkuri Firfin Glowing hingga RD Viral Disikat, Owner NF Ditahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:28 WITA

Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WITA

Putusan MK Gagal Puaskan Publik, Prof Henri Sentil Polemik Ijazah Jokowi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:34 WITA

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WITA

PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR

Berita Terbaru