Nikmatnya Biji “Peler”mu

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Sebelum Menggeleng…

Disclaimer: Artikel ini adalah karya fiksi satir yang disusun untuk tujuan kritik sosial dan hiburan semata. Segala kemiripan tokoh maupun kejadian dalam tulisan ini hanyalah kebetulan belaka dan tidak merujuk pada individu atau peristiwa nyata tertentu. Penulis tidak bermaksud untuk menuduh, memfitnah, atau menyerang pihak manapun secara personal. Seluruh naskah ini adalah bentuk ekspresi kebebasan berpendapat dalam balutan sindiran tajam terhadap fenomena moralitas publik.

Tentang Judul: Mungkin Anda bertanya mengapa judul yang digunakan terasa vulgar atau eksplisit. Dalam karya ini, judul berfungsi sebagai metafora sarkasme, sebuah “pancingan” untuk memaksa kita melihat betapa rendahnya moralitas oknum yang memegang amanah rakyat, namun lebih sibuk mengurus “aset” pribadinya. Judul ini adalah cerminan dari realitas yang terkadang memang lebih kasar daripada bahasa yang kita gunakan untuk menggambarkannya.

Catatan untuk Pembaca: Jika Anda adalah orang dengan moralitas yang kaku atau mudah tersinggung, kami sarankan untuk berhenti membaca sekarang. Namun, jika Anda mencari kejujuran yang dibungkus dengan cara yang lugas untuk menertawakan kemunafikan oknum yang merasa dirinya tak tersentuh, silakan lanjutkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang bilang, cinta itu buta. Tapi bagi oknum politisi ini, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga harus “dimakan” sampai ke biji-bijinya.

BACA JUGA :  Fenny Frans Bantah Perselingkuhan Suami dengan ART Bukan Prank

Judulnya saja sudah membuat orang yang punya iman tipis bakal bergetar, “Nikmatnya Biji “Peler”mu”.

Tapi jangan salah sangka dulu. Ini bukan soal resep masakan, melainkan soal taktik “kunjungan kerja” yang berakhir di atas jok mobil dinas.

Si oknum wakil rakyat ini sebenarnya punya segalanya. Gaji besar, tunjangan fantastis, dan konstituen yang setia menunggu janji-janji manisnya. Tapi rupanya, janji kampanye saja tidak cukup memuaskan egonya. Dia butuh “pelampiasan” di luar jam kantor.

Oknum politisi ini memang ahli dalam urusan “aset”, bukan aset negara, melainkan aset pribadinya yang dia anggap paling berharga dan harus dipamerkan di jok mobil dinas.

Orang bertanya, apa nikmatnya?

Nikmatnya adalah ilusi kekuasaan yang membuat si oknum merasa tak tersentuh. Tapi, nikmat itu hanya bertahan sampai lampu senter petugas keamanan menyambar wajahnya.

Begitu lampu itu menyala, “nikmat” tersebut berubah seketika menjadi “kiamat” kecil yang menghancurkan karier, keluarga, dan harga diri hingga ke akar-akarnya.

Pertemuan mereka, sang oknum politisi bersama staf wanitanya yang merangkap sebagai selingkuhan, selalu berbalut kamuflase “inspeksi mendadak”.

BACA JUGA :  Bossman Sontoloyo Unggah Analisis Pilpres 2024, Netizen Sebut Aba-abal

Mobil dinas dengan pelat merah itu diparkir di pojok area reklamasi yang gelap gulita. Di sanalah, sang politisi merasa jadi penguasa tunggal. Tidak ada rapat paripurna, tidak ada interupsi, hanya ada desahan yang menyaingi deru mesin mobil yang dibiarkan menyala demi AC tetap dingin.

Sialnya, karma tidak pernah butuh janji politik.

Seorang petugas keamanan yang sedang patroli rutin merasa curiga melihat mobil dinas bergoyang hebat.

Begitu senter disorotkan ke kaca mobil, adegan “sinetron” itu pecah. Si oknum politisi yang tadinya gagah dengan setelan kemeja partainya, seketika panik.

Bukannya menghadapi petugas, dia malah membuka pintu mobil dan lari tunggang-langgang ke arah rumah kosong di balik semak-semak.

Dalam kepanikan, dia sempat menyambar sarung yang tertinggal di jok belakang sebagai pelindung diri.

Namun, drama belum berakhir. Saat dia memanjat pagar rumah kosong setinggi dua meter, sarung yang dia gunakan tersangkut paku pagar.

Kainnya tersingkap lebar ke atas, dan di bawah remang-remang cahaya bulan, “aset” pribadinya benar-benar menyembul keluar, tak tertutup sehelai benang pun, tepat di depan mata petugas yang mengejarnya.

BACA JUGA :  Awalnya Sakit, Lama-lama Juga Enak

Pemandangan itu menjadi “tontonan” paling memalukan dalam sejarah politik.

Saat ditanya apa yang mereka lakukan di tengah kegelapan, dengan wajah pucat dan posisi sarung yang berantakan, dia masih berdalih sedang “mengecek aspirasi rakyat”.

Padahal, aspirasi yang dia “cek” jelas bukan urusan kesejahteraan masyarakat, melainkan urusan selangkangan yang sudah akut dengan stafnya tersebut.

Kini, nasibnya berakhir tragis di meja sidang kehormatan dewan. Namanya bukan lagi disebut sebagai penyambung lidah rakyat, melainkan jadi bahan tertawaan di warung kopi.

Istrinya, yang selama ini sabar menunggu di rumah, akhirnya menuntut cerai. Benar kata pepatah, sepandai-pandai menyimpan “harta karun” di balik mobil dinas, akhirnya pasti ketahuan juga, bahkan sampai biji-bijinya pun ikut terpampang nyata.

Politisi ini lupa bahwa rakyat mungkin bisa dibohongi dengan janji manis, tapi nasibnya tidak bisa lari dari fakta bahwa dia memang “gila” sampai lupa diri.

Akhirnya, jabatan hilang, kehormatan terbang, dan yang tersisa hanyalah penyesalan yang tidak ada harganya.

Benar-benar sebuah “kunjungan kerja” yang sangat memuaskan, bukan?

Penulis : Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Penyelundupan 82 Amunisi di Jayapura Digagalkan Polisi, Satu Pelaku Ditangkap
Dendam Lama Terbayar, Pria di Makassar Habisi Teman Pakai Batu dan Cangkul
Penangkapan Tak Sah, Roy Suryo Tumbangkan Polda Metro Jaya Lewat Praperadilan
Selingkuh “Cokko-cokko”
Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah Berat Meski Andalkan Pesona Jokowi
Awalnya Sakit, Lama-lama Juga Enak
Harta AHY-Ibas Melonjak Fantastis, KPK Didorong Gandeng PPATK Audit Total
Aaahh Enak Sayang, “Gele-gele’ki!”

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 03:18 WITA

Nikmatnya Biji “Peler”mu

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:10 WITA

Penyelundupan 82 Amunisi di Jayapura Digagalkan Polisi, Satu Pelaku Ditangkap

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:11 WITA

Dendam Lama Terbayar, Pria di Makassar Habisi Teman Pakai Batu dan Cangkul

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:27 WITA

Penangkapan Tak Sah, Roy Suryo Tumbangkan Polda Metro Jaya Lewat Praperadilan

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:39 WITA

Selingkuh “Cokko-cokko”

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Nikmatnya Biji “Peler”mu

Kamis, 9 Jul 2026 - 03:18 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Selingkuh “Cokko-cokko”

Rabu, 8 Jul 2026 - 00:39 WITA