Sebelum Menggeleng…
Disclaimer: Tulisan ini merupakan karya fiksi komedi yang terinspirasi dari berbagai fenomena sosial di masyarakat. Seluruh tokoh, nama, dialog, lokasi, dan rangkaian peristiwa merupakan hasil pengembangan kreatif penulis untuk kepentingan hiburan dan refleksi sosial. Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan, menyerang, merendahkan, atau mengidentifikasi individu, kelompok, lembaga, profesi, maupun wilayah tertentu.
Kehidupan di dunia ini memang sering kali menyajikan lelucon yang teramat kejam, niat hati ingin memeluk kehangatan gairah, apa daya takdir justru mencampakkannya ke atas tumpukan tahi ayam!
Ulah konyol itulah yang baru saja menimpa Dg Lukka, pria paruh baya di Kompleks Jati yang keberaniannya berbanding lurus dengan aroma keringatnya yang menyengat bagai terasi bakar.
Ulah Dg Lukka ini betul-betul di luar nalar sehat. Dia nekat melancarkan aksi bergerilya menyusup ke pekarangan rumah Janda Siska.
Tujuan utamanya sebenarnya bukan cuma harta, melainkan target operasi tingkat tinggi yaitu menyikat helai-helai celana dalam Janda Siska yang semerbak wangi dan sering melambai-lambai liar di jemuran belakang. Sambil menyelam minum air, kalau ada bonus ayam potong di samping rumah, ya sikat sekalian!
Dengan langkah gemulai bagai penari belit, Dg Lukka berhasil melewati pagar. Matanya mengerling nakal ke arah jendela kamar Janda Siska yang remang-remang memancarkan gairah.
Niat hati ingin langsung menuju jemuran tempat kain-kain tipis dan sensual itu bergoyang diterpa angin malam, tapi sayang, syaraf di hidung Dg Lukka mendadak mengkhianatinya.
- Selingkuh “Cokko-cokko”
- Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
- Atas Kerudung, Bawah Warung
- Goyangan Janda Muda
- Modal “Mokondo” Tebar Bualan
- Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
- Hilang Saat Mabuk, Dg Unyu Ikut Tim SAR Cari Diri Sendiri
- Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol
Bau ayam jago berbulu jalak milik Janda Siska yang montok dan bahenol di dalam kandang bambu melambai-lambai lebih dulu.
“Sikat ayamnya dulu buat umpan, baru kita berburu kain berenda!” bisik Dg Lukka pada dirinya sendiri dengan nafas terengah-engah penuh libido kejahatan.
Dg Lukka pun merayap masuk ke dalam kandang bambu yang sempitnya bagai sangkar burung. Tapi dasar nasib, sebelum sempat mengeksekusi si ayam jago, embusan angin malam yang sejuk dikombinasikan dengan sisa lengketnya air ballo yang dia minum di pos ronda tadi siang, mendadak menyerang kelopak matanya.
Pandangannya membayang ganda, dengkulnya lemas, dan kepalanya terasa berat bagai ditindih batu gilang.
Bukannya berhasil memeluk celana dalam incaran, Dg Lukka justru ambruk terlentang di atas tumpukan jerami basah. Dia tidur lelap bersanding manis dengan si ayam jago! Mulutnya menganga lebar, dadanya yang bertato gambar naga kurang gizi kembang-kempis, dan dengkurannya yang nyaring memecah keheningan malam, saling bersahut-sahutan dengan suara kluruk sang ayam.
Menjelang subuh, Janda Siska yang berdaster tipis transparan dan bertenaga bagai mesin traktor sawah, keluar ke pekarangan belakang hendak mengambil telur. Begitu membungkuk melihat ke dalam kandang, matanya yang lentik melotot hampir melompat keluar dari kelopak!
Di dalam kandang yang berdebu itu, bukannya cuma ada ayam jago kesayangannya, tapi ada makhluk asing kumal bernapas bau terasi yang sedang mendengkur halus sambil memeluk erat kaki sang ayam!
- Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
- Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
- Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
- Cewek BO Vs Burung Beo
- Istri Dasteran Bolong, Suami Kolor Kendor, Giliran Live Kece
“Tolonggg! Ada maling mesum ketiduran di kandang!” jerit Janda Siska melengking lima oktaf, sambil mengibaskan dasternya yang berkibar-kibar liar diterpa angin pagi.
Warga Kompleks Jati yang mendengar jeritan sensual itu langsung berhamburan datang membawa pentungan, sapu ijuk, hingga garpu tala. Dg Lukka yang terbangun dengan mata merah bagai biji saga cuma bisa mengucek mata sambil melongo guling-guling.
Otaknya masih tergenang sisa teler, belum sadar kalau mukanya sudah nyungsep di atas tahi ayam dan dikepung warga sekampung.
Niat hati ingin bergaya bak pahlawan kesiangan penakluk kain tipis janda, Dg Lukka malah diseret warga keluar dari kandang bagai belut disiram garam.
- Nikmatnya Biji “Peler” mu
- Sodok Terus Sampai Puas
- Niat Mengocok Janda, Duda Sangkalaroa Malah Dikocok Montir Las
- Janda “Londo Ireng”
- Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
Memang benar kata pepatah tua, setinggi-tingginya burung terbang, akhirnya hinggap di pelimbahan juga; sepintar-pintarnya maling bernafsu besar, akhirnya tersadar kalau yang dipeluk bukanlah janda, melainkan bokong ayam di dalam kandang!
Kelakuan orang yang bertindak dituntun libido konyol itu ibarat naik motor tanpa stang dan tanpa rem, jalannya meliuk-liuk aduhai menantang bahaya, tapi begitu sadar, mukanya sudah nyungsep duluan di got dan diseret warga!
Penulis: Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok
Makna dan Pesan Moral
- Nafsu dan Alkohol Menghancurkan Akal Sehat: Dg Lukka digambarkan bertindak bodoh karena dikuasai oleh hawa nafsu dan pengaruh minuman keras (ballo). Akibatnya, ia kehilangan kesadaran dan membuat dirinya sendiri malu.
- Kejahatan Pasti Gagal: Niat awal untuk mencuri berantakan total karena kecerobohan pelaku sendiri. Cerita ini mengingatkan bahwa perbuatan melanggar hukum atau merugikan orang lain tidak akan berakhir baik.
- Malu Akibat Perbuatan Sendiri: Apa yang dilakukan seseorang pada akhirnya akan kembali kepada dirinya. Mencoba berbuat curiga atau melanggar privasi orang lain justru membuat pelaku menjadi tontonan dan bahan tertawaan satu kampung.
Jangan pernah biarkan hawa nafsu dan minuman mengendalikan pikiran, karena akibatnya hanya akan membawa diri sendiri ke dalam kehinaan dan mempermalukan diri di depan umum.





















