Sebelum Menggeleng…
Disclaimer: Tulisan ini merupakan karya fiksi komedi yang terinspirasi dari berbagai fenomena sosial di masyarakat. Seluruh tokoh, nama, dialog, lokasi, dan rangkaian peristiwa merupakan hasil pengembangan kreatif penulis untuk kepentingan hiburan dan refleksi sosial. Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan, menyerang, merendahkan, atau mengidentifikasi individu, kelompok, lembaga, profesi, maupun wilayah tertentu.
Belakangan ini, jagat maya lagi dihebohkan sama tontonan gratis yang bikin bulu kuduk berdiri tapi mata nggak mau kedip.
Apa lagi kalau bukan Skandal CCTV di Gang Sepi!
Duh, kelakuan orang-orang sekarang kalau mau enak tapi nggak punya modal emang ada-ada saja.
Mau sewa kamar kos dibilang boros. Akhirnya pilih jalan pintas: numpang mesum di atas jok motor matic di tengah lorong gelap gulita. Berasa dunia milik berdua, yang lain cuma numpang ngontrak.
Nafsu menggebu-gebu.
Iman runtuh seketika.
Modal nol rupiah.
Yang Tak Kalah Menggeleng
- Duda Kaya Cari Janda “Perawan”, Malah Dapat Nenek-nenek
- Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
- Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol
- Niat Curi Celana Dalam, Dg Lukka Nyungsep di Kandang Ayam
- Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam
- Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
- Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan
- Hilang Saat Mabuk, Dg Unyu Ikut Tim SAR Cari Diri Sendiri
- Si Manja Kembali Rapat, Dg Sutte Puas Dijepit
Tapi hasil akhirnya? Crot kilat, langsung ketahuan CCTV kelurahan!
Padahal videonya sudah beredar luas bikin satu Indonesia elus dada, tapi batang hidung pelakunya sampai sekarang masih entah berantah di mana rimbanya dan belum ada yang tertangkap.
Nah, kalau dipikir-pikir pakai logika warung kopi, urusan malu ini sebenarnya cuma perkara mental.
Kalau orang-orang di rekaman gelap-gelapan itu entar kalau ketahuan mungkin bakal langsung ciut.
Beda banget sama tontonan tingkat nasional yang durasinya udah bertahun-tahun tayang tapi para pelakunya malah senyam-senyum santai di atas panggung kekuasaan.
Yang Tak Kalah Menggeleng
- Selingkuh “Cokko-cokko”
- Menumpas Jin Penunggu Celana Dalam Janda
- Atas Kerudung, Bawah Warung
- Goyangan Janda Muda
- Modal “Mokondo” Tebar Bualan
- Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
- Kalah Lomba Minum Ballo, Dg Tolo Terdampar di Rumah Janda
Coba tarik benang merahnya ke panggung politik tanah air.
Ingat kan cerita bersambung tiada akhir soal polemik selembar kertas sakti identitas akademik yang diminta publik dari sang bapak dan sang anak emas? Itu cuma drama selembar doang, tapi serunya ngalahin sinetron kejar tayang.
Publik minta kejelasan. Publik minta dibuka seterang-terangnya. Publik minta tunjukin barang aslinya supaya nggak jadi fitnah.
Jauh panggang dari api. Bukannya dibuka lebar-lebar kayak rekaman CCTV gang sepi, yang ada malah bikin rakyat makin garuk-garuk kepala.
Bukti dipertanyakan.
Publik teriak-teriak minta transparansi.
Tapi reaksinya malah santai banget seolah urat malu itu udah lama di-laundry dan dibuang ke tempat sampah!
Asli, malunya itu beda kelas, Bro!
Yang satu heboh karena aksi kilat di jok motor.
Yang satu lagi… urat malunya itu udah putus.
Pamer bukti kok kayak main magic. Ada tapi nggak kelihatan. Dicari-cari malah bikin pening satu negara!
Makanya, buat siapa saja yang suka nekat modal irit tapi doyan bikin onar. Baik itu nekat goyang ngebor di gang sempit, atau nekat nyembunyiin dokumen penting di atas singgasana kekuasaan.
Ingat satu hal: sepintar-pintarnya nutupin jejak, toh ujung-ujungnya bakal keciduk juga.
Yang Tak Kalah Menggeleng
- Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
- Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
- Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
- Cewek BO Vs Burung Beo
- Istri Dasteran Bolong, Suami Kolor Kendor, Giliran Live Kece
Yang satu ketahuan gara-gara lensa CCTV tetangga yang kepo.
Yang satu lagi ketahuan gara-gara rakyatnya udah telanjur muak sama akting pura-pura bego!
Jadi, daripada asyik main kucing-kucingan tapi muka ditebalkan pakai semen tiga roda, mending pada insyaf, Bro.
Kurangi maksiat di atas jok motor.
Kurangi juga hobi pamer ijazah siluman.
Kalau muka udah terlanjur pasaran nongol di layar kaca, entah versi remang-remang di lorong sepi atau versi senyum 3 jari di gedung DPR, paling tidak sisain sedikit urat malu buat anak cucu.
Salam hohohi, salam secangkir kopi hitam, dan salam buat para pejabat yang dompetnya tebal tapi urat malunya sudah lama almarhum!
Penulis : Ibhe Ananda




















