Zonafaktualnews.com – Bermula dari unggahan berseri bertajuk ”spill tipis-tipis”, nasib pengelola akun Instagram @lambeturah_bone kini berada di ujung tanduk.
Kehebohan publik atas isu perselingkuhan yang melibatkan Bupati terpilih Pilkada 2024 dan seorang Ketua DPRD di Sulsel berubah menjadi ancaman pidana.
Narasi klaim bukti CCTV hotel yang dilempar ke jagat maya berbalik menyerang sang pembuat konten.
Bukannya mendapat panggung, admin akun berinisial FA kini resmi menyangkut laporan polisi atas tuduhan fitnah dan penyebaran berita bohong.
Langkah hukum tersebut diambil oleh seorang warga bernama Irwan bin M. Rapi.
Irwan melayangkan laporan resmi ke Mapolres Bone setelah unggahan akun tersebut memicu kegaduhan luas.
Laporan Polisi bernomor LP/647/X/2026/SPKT/Res Bone diterbitkan pada Kamis (22/10/2026), menindaklanjuti aduan yang masuk sejak sehari sebelumnya.
Sebelum terseret ke ranah hukum, akun penggiat informasi lokal itu memang sempat membuat jagat maya tersentak lewat rentetan narasi yang memojokkan dua pejabat daerah.
”Ibu ketua Konohan menjalin asmara dengan bupati Konoha,” tulis akun @lambeturah_bone dalam potongan unggahannya.
Atmosfer media sosial kian memanas saat akun tersebut mulai menyeret klaim keberadaan rekaman rahasia di salah satu hotel di Makassar.
“Sabar netizenen!!! Kami ada bukti rekaman cctv di sebuah hotel,” tulisnya lagi.
“Hubungan asmara pejabat negara yang masing-masing memiliki keluarga. Ketua DPRD Konoha VS Bupati Konoha,” tambah unggahan berseri itu.
Diserbu kecaman dan terancam sanksi hukum, perwakilan admin @lambeturah_bone akhirnya muncul menyampaikan permohonan maaf terbuka dan klarifikasi.
Pihaknya membantah tuduhan bahwa konten yang disajikan sengaja dirancang untuk merusak nama baik atau reputasi pihak tertentu.
“Kami memahami keresahan yang timbul di publik. Apa yang kami unggah merupakan bentuk respons terhadap informasi yang beredar di tengah masyarakat. Kami tidak berniat menyebarkan fitnah, melainkan menjalankan fungsi kontrol sosial di ruang digital,” ujar perwakilan admin @lambeturah_bone saat memberikan keterangan, Kamis (22/10/2026).
Kendati berdalih menjalankan peran kontrol sosial, pengelola akun menyatakan siap membuka ruang dialog dan memfasilitasi hak jawab bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Terkait proses di kepolisian, pihak @lambeturah_bone mengaku akan kooperatif dan siap mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, kehebohan ini memantik respons beragam dari para pengguna jalan raya internet. Sejumlah netizen mewanti-wanti agar publik tak gegabah menghakimi.
Akun @muhis_bip, misalnya, menuliskan bahwa sosok yang disindir memang sedang hangat dibicarakan, tetapi kebenaran alasannya masih sangat kabur.
Sementara itu, akun @irwansofyan42 mengingatkan bahaya besar yang mengintai ketika seseorang nekat menyebar tuduhan tanpa landasan bukti yang sah.
Kasus ini menjadi ikhtibar dan pelajaran berharga bagi para penggiat media sosial.
Kebebasan berpendapat di ruang siber wajib mengedepankan asas verifikasi (check and recheck), prinsip kehati-hatian, serta tidak menabrak batasan etika dan hukum pencemaran nama baik.
Editor : Id Amor





















