Ganjar Sindir Pesan Jokowi : Jangan Pilih Pemimpin Pelanggar HAM

Minggu, 4 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo

Zonafaktualnews.com – Dalam debat terakhir Pilpres 2024, Capres 03 Ganjar Pranowo menyindir pesan Presiden Jokowi.

Ganjar mengatakan Jokowi berpesan untuk tidak memilih pemimpin yang diktator dan pelanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Lima tahun yang lalu dalam debat Capres 2019 saya tim kampanye Joko Widodo, beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter,

Dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM, yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan, yang punya rekam jejak masalah korupsi,” kata Ganjar di Debat terakhir Pilpres 2024, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Ganjar pun setuju dengan pesan Jokowi yang akhirnya terpilih menjadi Presiden di 2019 saat itu.

BACA JUGA :  Prabowo Mulai “Reset Total” Sektor Tambang dari Permainan Makelar

“Saya sangat setuju apa yang beliau sampaikan agar kriteria ini menjadi pegangan kita semua dalam memilih pemimpin,” ucapnya

Ganjar juga berjanji jika dirinya dan Mahfud MD terpilih menjadi Presiden 2024 tidak akan mengecewakan rakyat Indonesia.

“Saya berjanji bersama Pak Mahfud jika terpilih memimpin Republik ini, kami tidak akan mengecewakan rakyat,

Rakyat merupakan sumber energi kami, ruang-ruang terbuka yang musti diakomodasi. Mereka adalah detak jantung kami mandat rakyat adalah amanah Suci buat kami,” ucapnya.

 

BACA JUGA :  Do’a Proposal

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru