Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen Presiden Prabowo Subianto berbincang dan bersalaman dengan Rocky Gerung di sela pelantikan pejabat negara di Istana Negara (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Momen Presiden Prabowo Subianto berbincang dan bersalaman dengan Rocky Gerung di sela pelantikan pejabat negara di Istana Negara (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden).

Zonafaktualnews.com – Pengamat politik dan Akademisi Rocky Gerung menghadiri prosesi pelantikan sejumlah pejabat negara yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (27/4/2026).

Dalam momentum tersebut, Rocky tampak terlibat interaksi langsung dengan Presiden Prabowo, mulai dari bersalaman, berbincang ringan, hingga tertawa usai acara berlangsung.

Di tengah suasana yang relatif cair, Rocky mengungkap adanya penyebutan khusus dari Prabowo terhadap dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rocky menyebut Presiden melontarkan istilah “disiden” saat menyapanya, merujuk pada sosok yang kerap bersikap kritis terhadap pemerintah.

“Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu. Dan beliau (katakan), ‘wah Pak Rocky terima kasih hadir, dan ternyata Pak Rocky masih disiden,’ gitu,” kata Rocky kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

BACA JUGA :  Memanas! Debat Capres Ketiga, Anies dan Prabowo Saling Serang

Menurut Rocky, pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana bercanda. Ia juga menilai ekspresi Prabowo saat itu menunjukkan konteks non-formal dan tidak bernada serius.

“Tapi anda lihat wajahnya (Prabowo) wajah bercanda. Memang saya disiden,” ujar dia.

Meski demikian, kehadiran Rocky dalam ruang yang sama dengan lingkar kekuasaan memunculkan interpretasi tersendiri, terutama terkait relasi antara kritik akademik dan politik pemerintahan yang tengah berjalan.

Rocky juga memaparkan sebagian percakapannya dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam diskusi tersebut, ia menyinggung konsep ethics of care dan ethics of rights, yang dikaitkan dengan gaya kepemimpinan dan komunikasi politik.

BACA JUGA :  Prabowo Janji Tak Pakai Fasilitas Negara Saat Kampanye, Eh Malah Terciduk

Ethics of care artinya cara secara psikologis memperlihatkan kepemimpinan melalui bahasa tubuh. Bukan melalui tubuh ya, melalui bahasa tubuh gitu. Nah, bahasa tubuh kita ada dua tuh; bahasa tubuh yang terucap dan bahasa tubuh yang tersembunyi,” ujarnya.

Rocky menambahkan bahwa dalam konteks komunikasi politik, kemampuan membaca situasi menjadi penting, termasuk membedakan kapan ekspresi ditampilkan secara terbuka dan kapan disimpan untuk momen tertentu.

“Nah, saya bilang Pak Teddy ini mampu untuk memilah kapan bahasa tubuh yang terucap itu dipamerkan, kapan bahasa tubuh yang sifatnya psikologis itu disimpan untuk hal-hal yang momentum,” sambung dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru pada hari yang sama. Di antaranya Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), serta Hanif Faisol yang bergeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

BACA JUGA :  Debat Panas, Sepatu Rocky Nyaris Melayang ke Ngabalin

Selain itu, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Abdul Kadir Karding menjabat Kepala Badan Karantina Nasional, dan Jumhur Hidayat dipercaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol.

Momen pertemuan antara figur kritis dan kepala negara ini kemudian menjadi sorotan, bukan hanya karena suasana akrab yang terlihat di Istana, tetapi juga karena memunculkan tafsir politik di balik istilah “disiden” yang dilontarkan dalam nada bercanda.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi
Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini
Lagu Siti Mawarni Meledak di Medsos, Liriknya Bikin Bandar Sabu Gerah
Mahfud MD Buka Borok MBG, Makan Cuma Rp34 Miliar, Sisanya ke Mobil dan Kaos
F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar
Publik Tak Puas Klarifikasi Skandal Oknum DPRD Enrekang, Dalih Istri Kedua Disoal

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Selasa, 28 April 2026 - 09:08 WITA

7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WITA

Harga Minyakita Dibayangi Sinyal Kenaikan, Zulhas Jadi Bulan-bulanan Warganet

Senin, 27 April 2026 - 17:49 WITA

Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WITA

SDN Borong Makassar Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Dorong Minat Baca Sejak Dini

Berita Terbaru