Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif yang ditayangkan di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif yang ditayangkan di kanal YouTube Forum Keadilan TV.

Zonafaktualnews.com – Isu pemakzulan Presiden Prabowo Subianto yang ramai dibicarakan dalam beberapa hari terakhir dinilai bukan sekadar dinamika politik biasa.

Pengamat politik menyebut adanya kemungkinan skenario atau desain di balik kemunculan isu tersebut.

Pandangan itu disampaikan CEO sekaligus Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam podcast Madilog bersama Margi Syarif yang ditayangkan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Pangi, dalam politik hampir tidak ada peristiwa yang terjadi secara alamiah. Ia meyakini setiap dinamika politik memiliki perencanaan yang tersusun.

“Ya, sebenarnya kalau bicara KPI (Key Performance Indicator-red) ya, bahwa peristiwa politik itu fenomena yang tidak ada yang alamiah. Makanya saya termasuk mazhab yang percaya bahwa dalam politik itu ada desain, ada arsitekturnya, ada perencanaannya, ada operatornya, ada yang mendesain,” ujar Pangi.

BACA JUGA :  Ganjar Sindir Pesan Jokowi : Jangan Pilih Pemimpin Pelanggar HAM

Ia menilai isu pemakzulan terhadap Prabowo merupakan bagian dari rangkaian peristiwa politik yang saling berkaitan.

Pangi menyinggung sejumlah dinamika sejak Agustus 2025, termasuk isu MBG hingga pernyataan kudeta oleh pengamat politik Saiful Mujani, yang dinilai tidak berdiri sendiri.

Lebih jauh, Pangi mengarahkan perhatian pada sosok yang berada paling dekat dengan presiden sebagai pihak yang berpotensi mendapatkan keuntungan langsung dari situasi tersebut.

BACA JUGA :  Prabowo Didesak Copot Karutan Masamba, Kepala BNNP Sulsel, Serta Evaluasi Kejati

“Ketika kita bicara tentang pemakzulan, tentu bicara tentang siapa yang ada di sampingnya, siapa yang paling dekat, kemudian sampai paling mendapatkan keuntungan secara langsung. Yang paling dekat, yang ada di samping, yang tidak jauh-jauh dengan presiden ialah wapres,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pandangannya didasarkan pada pengalaman empiris dalam sejarah politik Indonesia, di mana posisi wakil presiden kerap menjadi pengganti ketika terjadi pergantian kekuasaan.

“Ketika Soeharto jatuh, karena kudeta rakyat juga (tahun) 98, yang naik Habibie, nggak ada satu paket. Begitu juga ketika misalnya Gus Dur jatuh dikudeta, tidak satu paket, yang naik adalah wakilnya,” ungkap dia.

BACA JUGA :  Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Pangi mengingatkan agar publik tidak hanya melihat aktor-aktor yang jauh dalam membaca dinamika politik, melainkan justru memperhatikan lingkaran terdekat kekuasaan.

“Ini kan fenomena empirik, peristiwa yang terjadi di masa lalu. Selalu yang harus diwaspada itu menurut saya adalah orang yang paling dekat dengan kita, nggak jauh-jauh. Dan nggak usah nuduh panjang-panjang yang terlalu jauh. Kenapa? Karena mereka langsung mendapatkan manfaat dari itu,” pungkasnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa
Bos MNC Group Diduga Sumpal Bawahan Pakai Sepatu hingga Disuruh Buka Baju
Nikmatnya Biji “Peler”mu

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:09 WITA

Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:38 WITA

Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA