Makassar “Kiamat” Air Bersih, Gelombang Seruan Lengser Goyang Kursi Wali Kota

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster Konsolidasi Terbuka Jilid 2 yang disebarkan DPP LSM GEMPAK-HAM terkait krisis air bersih dan tuntutan pertanggungjawaban Pemerintah Kota Makassar.

Poster Konsolidasi Terbuka Jilid 2 yang disebarkan DPP LSM GEMPAK-HAM terkait krisis air bersih dan tuntutan pertanggungjawaban Pemerintah Kota Makassar.

Rangkuman

Krisis air bersih di Makassar memicu kritik keras terhadap Pemkot. GEMPAK-HAM menggelar Konsolidasi Terbuka Jilid 2, mendesak solusi konkret, menuntut pertanggungjawaban pemerintah, serta muncul seruan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota mundur jika dinilai gagal menyelesaikan persoalan tersebut.

Zonafaktualnews.com – Krisis air bersih yang dikeluhkan warga di berbagai wilayah Kota Makassar kembali memantik gelombang kritik terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan.

Kondisi yang berkepanjangan itu bahkan disebut sebagai “kiamat” air bersih oleh sejumlah kalangan karena dinilai telah mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons situasi tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) LSM GEMPAK-HAM menggelar Konsolidasi Terbuka Jilid 2. Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/6/2026) itu disebut sebagai wadah konsolidasi warga yang selama ini mengeluhkan buruknya pasokan dan distribusi air bersih di sejumlah kawasan Kota Makassar.

BACA JUGA :  Heboh! ID Card Preman Pemalak Sopir Pete-pete Disorot, Netizen: Apa Kira-kira Tulisannya?

Dalam seruan yang beredar di media sosial, GEMPAK-HAM menilai krisis air bersih yang terus terjadi tidak lagi dapat dipandang sebagai gangguan pelayanan biasa.

Organisasi tersebut menyebut persoalan itu telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurut GEMPAK-HAM, warga mulai kehilangan kesabaran karena persoalan yang dikeluhkan berulang kali belum menunjukkan penyelesaian yang memuaskan.

BACA JUGA :  Danny Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi Antar Umat Beragama

GEMPA-HAM mendesak Pemkot Makassar agar segera menghadirkan langkah konkret dan terukur, bukan sekadar janji maupun pernyataan normatif.

“Krisis air bersih yang berkepanjangan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Ini menyangkut hak dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir dan memberikan kepastian kepada warga,” demikian pernyataan dalam agenda konsolidasi yang diterima pada Minggu (31/5/2026).

Tak hanya mendesak percepatan penyelesaian krisis air bersih, GEMPAK-HAM juga melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Pemerintah Kota Makassar.

Organisasi tersebut secara terbuka menyuarakan tuntutan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi apabila tidak mampu menuntaskan persoalan pelayanan dasar masyarakat.

BACA JUGA :  1.884 Warga Makassar Mengungsi Akibat Banjir, Manggala Jadi Wilayah Terparah

Seruan tersebut memunculkan gelombang tuntutan politik yang mulai ramai diperbincangkan menjelang pelaksanaan konsolidasi.

Dalam berbagai materi kampanye dan ajakan aksi yang beredar, muncul desakan agar pimpinan daerah bersedia mundur apabila dinilai gagal menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi warga.

Sejumlah warga berharap pemerintah segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab krisis air bersih yang terjadi, termasuk langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.

Bagi masyarakat, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh terabaikan.

“Makassar tidak boleh terus berada dalam bayang-bayang krisis air bersih. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar wacana,” menjadi salah satu pesan yang mengemuka menjelang pelaksanaan konsolidasi terbuka tersebut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban
SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim
Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:20 WITA

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:52 WITA

SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA