Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juri LCC Empat Pilar MPR RI dan MC (Foto kolase)

Juri LCC Empat Pilar MPR RI dan MC (Foto kolase)

Kompetisi LCC Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat baru-baru ini bukan lagi menjadi ajang adu kecerdasan, melainkan panggung drama yang mempertontonkan rontoknya integritas di hadapan publik.

Apa yang terjadi di Pontianak menjadi potret buram bagaimana otoritas dapat dengan pongah menyingkirkan kebenaran yang sebenarnya sudah terdengar jelas di depan banyak orang.

Sangat ironis ketika seorang siswa menjawab dengan substansi yang sempurna namun justru “dihukum” dengan pengurangan nilai minus 5.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara peserta lain yang hanya melakukan copy-paste jawaban serupa justru dihadiahi nilai penuh.

BACA JUGA :  DPR RI Desak MPR Tetapkan Narkotika Sebagai Bahaya Laten Bangsa

Ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan sebuah “perundungan” terhadap hak intelektual siswa yang dipertontonkan secara terbuka di hadapan publik tanpa rasa malu.

Dalih “artikulasi” yang dilempar juri hanyalah tameng rapuh untuk menutupi ketidakmampuan mereka dalam mengakui kekeliruan.

Berlindung di balik kalimat “keputusan juri bersifat mutlak” adalah bentuk kesombongan kekuasaan yang paling nyata. Di sini, wibawa semu lebih dipuja ketimbang kejujuran objektif.

Lebih menyakitkan lagi adalah sikap MC yang melakukan gaslighting dengan menyebut protes siswa sebagai “perasaan saja”.

BACA JUGA :  Ricuh dan Lempar Kotoran, Mahasiswa Serukan Ganyang dan Tangkap Fufufafa

Pernyataan ini adalah penghinaan terhadap logika dan usaha keras para siswa yang datang untuk berkompetisi, bukan untuk diremehkan mentalnya.

Jika panggung yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai luhur bangsa justru dikuasai oleh sikap-sikap diskriminatif dan antikritik, maka tamatlah riwayat pendidikan kita.

Prahara ini menjadi cermin retak bahwa sportivitas di negeri ini akan selalu kalah selama kekuasaan masih diposisikan lebih tinggi daripada kebenaran.

Di panggung itu, kecerdasan dan kejujuran seolah dikalahkan oleh otoritas kekuasaan. Juri dan penyelenggara bukan hanya dinilai gagal menjaga objektivitas penilaian, tetapi juga memperlihatkan kemunduran moral dalam memperlakukan peserta didik di ruang publik.

BACA JUGA :  Miris! Pelajar Masih "Bau Kencur" di Pinrang Diduga Gelar Pesta Seks

Ketika kebenaran yang terdengar jelas justru dipatahkan demi mempertahankan gengsi keputusan, maka yang runtuh bukan hanya nilai lomba, melainkan juga kepercayaan terhadap integritas dunia pendidikan itu sendiri.

 

Penulis : Ibhe Ananda
Dewan Pendiri Serikat Insan Media
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban
SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim
Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:20 WITA

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:52 WITA

SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA