Elektabilitas Ganjar dan PDI Perjuangan Semakin Merosot

Minggu, 9 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

Zonafaktualnews.com – Elektabilitas Partai PDI Perjuangan (PDIP) dan Ganjar Pranowo semakin merosot dalam survei yang digelar
Lembaga Survei Indonesia (LSI)

Survei LSI ini diselenggarakan pada 31 Maret hingga 4 April 2023 dengan jumlah sampel 1.229 yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sampel dipilih menggunakan teknik proses random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak, validasiz dan screening, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Hasilnya, ketika responden ditanya siapa partai politik yang dipilih jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang, maka PDIP memperoleh 17,7 persen suara.

Meski masih jadi jawara, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan tren suara PDIP dibandingkan survei-survei LSI sebelumnya menunjukkan adanya penurunan.

“PDIP pada Januari 2023 lalu di survei LSI masih 22 persen, turun menjadi sekitar 19 persen pada Februari, turun lagi menjadi 17,6 pada April,” ungkap Djayadi saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (9/3/2023).

BACA JUGA :  Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Praktik Importir Pakaian Bekas

Sejalan, saat responden ditanya siapa calon presiden yang dipilih jika pilpres diadakan sekaran maka Ganjar memperoleh 26,9 persen. Angka itu turun cukup signifikan dari hasil temuan LSI sebelumnya.

Dalam simulasi tiga nama pada survei LSI pada Februari 2023, Ganjar memperoleh 35 persen suara sedangkan kini hanya memperoleh 26,9 persen. Artinya ada penurunan 8,1 persen suara untuk Ganjar.

BACA JUGA :  Karyawati Disabilitas Diperkosa Bos Warung Coto Makassar

Menariknya, penurunan elektabilitas PDIP dan Ganjar ini terjadi usai polemik penolakan Timnas Israel U-20 bertanding di Indonesia beberapa waktu lalu.

Salah satu lembaga yang menolak Timnas Israel itu adalah PDIP beserta para kadernya, termasuk Ganjar. Diyakini, karena gelombang penolakan itu FIFA membatalkan status tuan rumah Indonesia di Piala Dunia U-20.

Editor : Tika

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru