Dipolitisasi di Film Pesta Babi, Pejuang Lingkungan Balik Arah Dukung Food Estate

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster Official Trailer film dokumenter Pesta Babi garapan sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono yang kini ramai diperbincangkan netizen karena mengangkat kerangka analisis kolonialisme di Papua

Poster Official Trailer film dokumenter Pesta Babi garapan sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono yang kini ramai diperbincangkan netizen karena mengangkat kerangka analisis kolonialisme di Papua

Zonafaktualnews.com – Keberadaan film dokumenter Pesta Babi yang menyerang Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi pejuang lingkungan lokal.

Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan dari Merauke, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, membongkar bahwa dirinya telah dipolitisasi dan dijerumuskan ke dalam narasi negatif film tersebut tanpa izin.

Merasa wajah dan harga dirinya dicatut demi agenda kelompok tertentu, Mama Sinta menegaskan protes kerasnya terhadap pihak-pihak yang menyeretnya menolak lumbung pangan (food estate).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai langkah tegas, ia memilih memutuskan hubungan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan berbalik arah mendukung proyek pemerintah demi menyambung hidup keluarganya.

“Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan,” kata Mama Sinta dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

BACA JUGA :  Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Keputusan drastis untuk memihak perusahaan pengelola lumbung pangan ini diambil Mama Sinta demi menghidupi keluarganya, terutama ketiga anaknya yang saat ini sangat membutuhkan lapangan pekerjaan.

“Jadi mama harap ke depan mohon dibantu. Saya tetap di pihak perusahaan sekarang, tidak seperti dulu lagi karena dulu itu saya dimanfaatkan, saya diajak oleh orang-orang LBH,” jelasnya.

Menengok awal mula persoalan, Mama Sinta menceritakan bahwa dirinya bersama kelompok masyarakat adat Marind awalnya hanya diajak oleh seorang pria bernama Aris untuk menyuarakan aspirasi seputar pembukaan lahan.

Namun tanpa disangka, dokumentasi kegiatan tersebut dipelintir hingga viral dan dikemas sepihak menjadi sebuah film.

BACA JUGA :  Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” tutur Mama Sinta yang wajahnya juga terpampang di poster film Pesta Babi.

Pasca-peristiwa yang dinilainya sebagai bentuk pemanfaatan tersebut, Mama Sinta mengaku sudah memutus komunikasi dengan LBH Papua Pusaka.

Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pemerintah atas segala pernyataan menyerang yang pernah ia lontarkan di masa lalu akibat hasutan pihak lain.

“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Mengusik Kenyamanan Penguasa, Ini Fakta di Balik Film Dokumenter Pesta Babi

Di sisi lain, perubahan sikap politik ini memicu reaksi dari kubu aktivis. Peneliti Pusaka Bentala Rakyat, Villarian atau yang akrab disapa Juple, mengaku terkejut dan baru mengetahui kabar bahwa Mama Sinta kini berbalik mendukung PSN.

Menurutnya, selama ini sang pejuang lingkungan selalu menunjukkan komitmen sebaliknya di dalam forum bersama.

“Enggak ada, itu perlu diklarifikasi, itu informasi dari mana karena Mama Yasinta itu bersama-sama dengan kita, bersama-sama dengan LBH Merauke, Pusaka Bentala Rakyat dan organisasi-organisasi lain itu berkomitmen untuk terus menolak PSN yang ada di Papua Selatan,” kata Juple.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”
Modal “Mokondo” Tebar Bualan
Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”
KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 250 Penumpang Dievakuasi
Goyangan Janda Muda
Loket Check In Molor, Penumpang Keluhkan Pelayanan Pelabuhan Makassar
Minim Pemeliharaan, Pipa PDAM Makassar Blokade Jalur Nelayan Jongayya
Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 02:28 WITA

Viral, Bu Haji dan RT Soal Sampah, Netizen: “Buang Saja Depan Kantor Wali Kota”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WITA

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:51 WITA

Media Belanda Gulirkan Isu Indonesia Bangkrut, Prabowo Singgung “Londo Ireng”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:19 WITA

KM Mutiara Sentosa 2 Tujuan Makassar Terbakar, 250 Penumpang Dievakuasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:14 WITA

Goyangan Janda Muda

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Modal “Mokondo” Tebar Bualan

Minggu, 2 Agu 2026 - 16:08 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Goyangan Janda Muda

Minggu, 2 Agu 2026 - 13:14 WITA