Polda Sulsel Bongkar Sindikat Perdagangan Orang, Ada Pejabat Imigrasi

Sabtu, 17 Juni 2023 - 11:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso, merilis kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso, merilis kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Zonafaktualnews.com – Polda Sulawesi Selatan membongkar sindikat atas kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sebanyak 6 dari 9 orang tersangka berhasil dicokok oleh pihak aparat kepolisian.

Kapolda Sulsel Irjen Pol. Setyo Boedi Moempoeni Harso, dalam keterangannya mengatakan, para pelaku ditangkap usai pihaknya menerima laporan dari masyarakat.

“Jumlah keseluruhan pelaku yang diamankan yakni sebanyak 6 orang, 3 masih DPO. Itu berdasarkan dari 6 laporan polisi yang ada,” ujarnya saat merilis di Mapolda Sulsel, Jumat (16/6/2023)

Setyo menjelaskan, adapun modus dari para pelaku yaitu menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang sangat memuaskan dan memanipulasi data paspor dengan alasan mengunjungi keluarga.

“Sudah ada beberapa yang diberangkatkan ke luar negeri seperti Malaysia, ini sementara didalami lagi oleh anggota,” jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sulsel Kombes Pol. Jamaluddin Farti menjelaskan, bahwa para tersangka berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar Sulsel.

BACA JUGA :  Barang Bukti Lengkap, Polda Sulsel Lamban Tangani Rokok Ilegal, Why?

Salah satu di antaranya ialah oknum pejabat kantor imigrasi Makassar inisial YSF.

“Jabatan YSF di Imigrasi Makassar, Kasi lantas Kim tapi oknum ya,” ujar Jamal

Para tersangka ini berasal dari berbagai daerah di Sulsel dan ada juga dari luar, seperti BK dari Pontianak, MA dari Makassar.

Kemudian WBA dari Gowa, JS dari Jeneponto, dan YSF dari Pare-pare seorang Pegawai Imigrasi Makassar (Kasi Lantas Kim).

Selanjutnya, ada SP laki-laki lagi dalam lidik, JS laki-laki lagi ini masih DPO, serta SPR laki-laki Bulukumba yang juga DPO.

“Jadi keseluruhan pelaku ada 9 orang,” kata Dir Reskrimum Polda Sulsel

BACA JUGA :  Owner KFSS Glow Bebas Jual Kosmetik Ilegal, Polda Sulsel Diminta Bertindak

Jamal menyebutkan, jaringan TPPO ini telah beroperasi sejak setahun lalu.

Mereka juga meminta sejumlah biaya sebelum memberangkatkan para calon pekerja migran Indonesia (CPMI) tersebut ke negara tujuan.

“Ada dari bulan Januari dan ada juga dari tahun kemarin, ini khusus jaringan Sulsel,

Tapi kita masih kembangkan dan sementara kita proses. Adapun modus visanya yakni kunjungan keluarga,

Para korban juga diharuskan membayar sejumlah uang dengan jumlah bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp. 10 juta,” sebutnya.

Jamaluddin Farti menambahkan, bahwa terdapat 94 korban dalam kasus TPPO tersebut.

Para korban ini berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sulsel.

Mereka diberangkatkan melalui jalur pelabuhan seperti pelabuhan Garongkong Barru, pelabuhan Parepare, dan Bandara internasional Hasanuddin Makassar.

BACA JUGA :  Tengah Disoroti, Harta Ketua KPK Naik Jadi Rp 22,8 Miliar

“Para korban ini berasal dari daerah Bulukumba, Sinjai, Gowa, Jeneponto, Bone dan Polmas,” tambahnya.

Diketahui, dalam kasus ini polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 80 buah paspor, 2 unit mobil Avanza, HP,  KTP korban, uang tunai Rp. 5 juta dan uang dalam rekening sebanyak Rp. 362 juta.

Para pelaku dijerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 2 dan 4 UU No. 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun,

“Maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 600 juta, serta Pasal 81 dan 83 UU No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia” pungkasnya

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita
Polrestabes Makassar “Ditelanjangi” di Praperadilan, Taufik Beber Borok Penyidikan
Passobis Modus Loker Palsu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dicokok
Tersangka Kasus Tanah di Gowa Hatta Hamzah Ngeles, Ngaku Tak Terima Uang
Pemburu Payudara di Bulukumba Dicokok Usai Remas Mahasiswi di Jalan
Ilyas Sitaba Divonis Bebas, Advokat Wawan Nur Rewa Kuliti Dakwaan JPU
Polda Sulsel Kejar Akun Eks Passobis yang Ngaku Setor Upeti ke Oknum Polisi
Upaya Damai Buntu, Kasus Rental Motor Irwansyah Berlanjut Disidik Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:09 WITA

Polisi Sikat Jaringan Joker Malaysia di Makassar, 9 Kg Sabu dan Ekstasi Disita

Jumat, 4 September 2026 - 04:00 WITA

Polrestabes Makassar “Ditelanjangi” di Praperadilan, Taufik Beber Borok Penyidikan

Rabu, 2 September 2026 - 09:15 WITA

Passobis Modus Loker Palsu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar Dicokok

Selasa, 1 September 2026 - 14:22 WITA

Tersangka Kasus Tanah di Gowa Hatta Hamzah Ngeles, Ngaku Tak Terima Uang

Selasa, 1 September 2026 - 01:57 WITA

Pemburu Payudara di Bulukumba Dicokok Usai Remas Mahasiswi di Jalan

Berita Terbaru