Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:52 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Zonafaktualnews.com – Nilai tukar rupiah terpaksa menyudahi perdagangan awal pekan, Senin (25/5/2026), di zona merah setelah terdepresiasi melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Refinitiv, performa mata uang Garuda hari ini bergerak sangat fluktuatif.

Nilai tukar rupiah sempat dibuka meyakinkan di zona hijau pada level Rp17.680/US$ atau menguat 0,06%, namun apresiasi tersebut langsung layu.

Mata uang Indonesia kemudian berbalik arah dan ditutup melemah 0,23% ke posisi Rp17.730/US$, yang sekaligus menandai rekor terendah baru sepanjang sejarah (all-time low).

Nilai tukar rupiah yang ambruk ini terbilang ironis mengingat indeks dolar AS (DXY) global sebenarnya tengah melorot 0,17% ke level 99,070 pada pukul 15.00 WIB.

BACA JUGA :  Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Realitas bahwa pasar domestik gagal memanfaatkan momentum kemunduran greenback mengonfirmasi bahwa tekanan internal pada mata uang nasional masih sangat tinggi.

Di panggung global, merosotnya indeks dolar dipicu oleh angin segar dari potensi damai antara AS dan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengklaim draf kesepakatan sebagian besar telah rampung dinegosiasikan berkat bantuan mediator Pakistan.

Kendati demikian, Trump memastikan blokade armada laut di Selat Hormuz tetap berjalan ketat sebelum dokumen resmi diteken.

Situasi ini memicu optimisme yang hati-hati di kalangan investor global, yang kemudian menekan posisi mata uang Negeri Paman Sam di awal minggu.

BACA JUGA :  Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah kini menjadi fokus utama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berkomitmen penuh melakukan intervensi guna mengembalikan posisinya ke target psikologis Rp15.000/US$.

Guna meredam gejolak yang ada, Menkeu bersiap menembakkan stimulus kebijakan baru pada minggu ini.

Salah satu instrumen andalan pemerintah adalah implementasi regulasi anyar Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang dijadwalkan berlaku per 1 Juni 2026.

Aturan ketat ini diwajibkan agar dolar hasil ekspor komoditas primadona seperti batu bara dan kelapa sawit (CPO) tidak langsung lari ke luar negeri, melainkan parkir lebih lama di sistem perbankan domestik.

BACA JUGA :  Rupiah Anjlok hingga Tembus Level Terburuk Sepanjang Sejarah, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah juga terus ditopang oleh kebijakan stabilisasi ketat pemerintah melalui intervensi langsung di pasar obligasi demi menahan derasnya arus modal asing yang keluar (capital outflow).

Langkah nyata telah diambil sepanjang minggu lalu, di mana otoritas keuangan menggelontorkan dana sekitar Rp2,2 triliun untuk memborong Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder agar tingkat imbal hasil (yield) tetap berada dalam koridor aman.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Jalur Tikus Antarprovinsi Jadi Surga Mafia BBM-LPG, Celah Ilegal Diminta Disekat

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Selasa, 8 September 2026 - 13:34 WITA

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:34 WITA