Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:19 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Kantor Inspektorat Takalar, Sulawesi Selatan.

Zonafaktualnews.com – Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dinilai “impoten”. Mirisnya lagi, Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar disebut kehilangan taring.

Pasalnya, hingga kini kasus dengan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp14.060.566.382 tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti sejak dilaporkan pada 2024.

Ketiadaan perkembangan itu membuat perkara ini terus menjadi perhatian publik karena dinilai belum memberikan kepastian hukum yang jelas meski sudah berjalan hampir dua tahun.

BACA JUGA :  Diduga Ada Penyimpangan, Dana BUMDes Laikang Rp 500 Juta Hilang

Sorotan terhadap lambannya penanganan juga diperkuat oleh belum adanya kejelasan hasil penyelidikan maupun penetapan pihak yang diduga bertanggung jawab.

Dalam prosesnya, Kepala Inspektorat Takalar, Rusli, tidak memberikan penjelasan rinci terkait perkembangan audit maupun pemeriksaan internal yang dilakukan.

Rusli justru mengarahkan agar informasi lebih lanjut ditanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri Takalar.

Hal tersebut kemudian memunculkan perhatian publik terkait koordinasi antar lembaga dalam penanganan perkara.

BACA JUGA :  Ngawur Dinkes Takalar Klaim Lahan Warga Tanpa Kompensasi

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Pemerhati Masalah HAM, Narkotika, Tindakan Kriminal, dan KKN (PEMANTIK), Rahman Suwandi Daeng Guling, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Inspektorat maupun Kejaksaan Negeri Takalar.

“Kami sangat kecewa. Laporan sudah berjalan selama dua tahun, namun hingga saat ini belum ada kejelasan yang valid. Kami mempertanyakan profesionalisme penegak hukum dan lembaga pemeriksa di Takalar. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum, bukan proses yang berlarut-larut,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

BACA JUGA :  Nasdem Desak Kejagung Usut Dana Korupsi BTS hingga ke Parpol

Rahman juga mendesak agar aparat penegak hukum segera memberikan kepastian atas penanganan kasus tersebut guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose
Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai
dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal
Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager
Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:49 WITA

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WITA

Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill

Kamis, 17 September 2026 - 02:40 WITA

Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Kamis, 17 September 2026 - 02:25 WITA

Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai

Rabu, 16 September 2026 - 16:16 WITA

dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal

Berita Terbaru