Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Inspektorat Takalar, Sulawesi Selatan.

Kantor Inspektorat Takalar, Sulawesi Selatan.

Zonafaktualnews.com – Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dinilai “impoten”. Mirisnya lagi, Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar disebut kehilangan taring.

Pasalnya, hingga kini kasus dengan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp14.060.566.382 tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti sejak dilaporkan pada 2024.

Ketiadaan perkembangan itu membuat perkara ini terus menjadi perhatian publik karena dinilai belum memberikan kepastian hukum yang jelas meski sudah berjalan hampir dua tahun.

Sorotan terhadap lambannya penanganan juga diperkuat oleh belum adanya kejelasan hasil penyelidikan maupun penetapan pihak yang diduga bertanggung jawab.

Dalam prosesnya, Kepala Inspektorat Takalar, Rusli, tidak memberikan penjelasan rinci terkait perkembangan audit maupun pemeriksaan internal yang dilakukan.

Rusli justru mengarahkan agar informasi lebih lanjut ditanyakan kepada pihak Kejaksaan Negeri Takalar.

BACA JUGA :  Danny Pomanto Beri Kesaksian Soal Kasus Korupsi PDAM Makassar

Hal tersebut kemudian memunculkan perhatian publik terkait koordinasi antar lembaga dalam penanganan perkara.

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Pemerhati Masalah HAM, Narkotika, Tindakan Kriminal, dan KKN (PEMANTIK), Rahman Suwandi Daeng Guling, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Inspektorat maupun Kejaksaan Negeri Takalar.

“Kami sangat kecewa. Laporan sudah berjalan selama dua tahun, namun hingga saat ini belum ada kejelasan yang valid. Kami mempertanyakan profesionalisme penegak hukum dan lembaga pemeriksa di Takalar. Masyarakat membutuhkan kepastian hukum, bukan proses yang berlarut-larut,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

BACA JUGA :  Proyek Makan-Minum Pejabat Gowa Sarat Kongkalikong

Rahman juga mendesak agar aparat penegak hukum segera memberikan kepastian atas penanganan kasus tersebut guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
7 Penumpang Tewas, Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Diduga Berawal dari Taksi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:19 WITA

Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Berita Terbaru