SYL Harap Publik Tak Terburu-buru Vonis Dugaan Korupsi Kementan

Jumat, 16 Juni 2023 - 10:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

SYL Harap Publik Tak Terburu-buru Vonis Dugaan Korupsi Kementan

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL)/Instagram

Zonafaktualnews.com – Mentan SYL minta kepada publik untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

SYL berharap publik tidak terburu-buru ambil kesimpulan dugaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan)

Dia mengatakan proses hukum dugaan korupsi di Kementan masih tahap dalam penyelidikan di KPK.

“Saya mengajak, mari kita hormati proses yang berjalan di KPK tersebut dan tidak mengambil kesimpulan yang mendahului proses hukum dan informasi resmi dari KPK,” kata SYL kepada wartawan, Jumat (16/6/2023)

Mantan Gubernur Sulsel itu pun meminta kepada publik untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Perlu juga sama-sama kita pahami, proses hukum di KPK saat ini berjalan di tahap penyelidikan. Hal itu berarti penyelidik mencari peristiwa yang diduga tindak pidana,” ujarnya

BACA JUGA :  Impor Beras Gagal Tekan Harga, Indikasi Korupsi Rp 3 Triliun Jadi Sorotan

Selain itu, SYL juga menyinggung kasus ini dikaitkan dengan aspek politik. Namun, dia memastikan tetap akan menjalani proses hukum di KPK.

“Saya juga menyimak sejumlah pihak mengaitkan proses hukum ini dengan aspek politik,

Sekalipun banyak pendapat seperti itu, namun dengan kerendahan hati, sebagai warga negara biasa, saya akan menjalani seluruh aral-rintang ini,” ungkapnya.

SYL Tak Hadiri Pemeriksaan KPK

Mentan SYL tidak bisa memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (16/6/2023) hari ini.

Dia menjelaskan sedang menjalankan tugas negara dengan mengikuti G20 di India.

“Kami menghadiri pertemuan para Menteri Pertanian G20 di India. Indonesia yang telah dipercaya sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 tentu saja sepatutnya hadir dalam penutupan perhelatan Internasional tersebut,” ujar SYL.

BACA JUGA :  Sadis! Ayah Aniaya 3 Anak, Bayi 4 Bulan Digorok

Setelah acara G20 di India, SYL akan kembali melanjutkan kunjungan di China dan Korsel.

Kunjungan tersebut terkait penguatan kerjasama ekspor di bidang pertanian.

“Juga terdapat rencana kunjungan ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok) dan Korea Selatan dalam rangka penguatan kerjasama modrenisasi pertanian dan fasilitasi pasar ekspor pertanian,” jelasnya.

Atas dasar itu, SYL pun meminta agar KPK menjadwal ulang proses pemeriksaannya. SYL meminta agar diperiksa pada 27 Juni mendatang.

“Jadi, kami belum bisa memenuhi undangan KPK hari ini sama sekali bukan karena urusan pribadi, tetapi dalam rangka menjalankan tugas Negara,

Kami pastikan tetap menghormati KPK dan mengajukan permintaan agar dapat diperiksa pada hari Selasa, 27 Juni 2023,” katanya

BACA JUGA :  Bos Robot Trading "Kebal Hukum" Ditangkap Polisi

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan SYL

Diketahui, SYL meminta diperiksa 27 Juni, KPK akan menjadwalkan lebih cepat.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan terhadap Mentan SYL akan dilakukan pada 19 Juni.

“Tim penyelidik segera kirimkan kembali undangan permintaan keterangan dimaksud untuk dapat hadir pada Senin (19/6/2023),” kata Ali Fikri

Ali lantas mengimbau kepada SYL untuk datang memenuhi undangan tersebut.

“Kami berharap dan meyakini yang bersangkutan akan hadir pada undangan berikutnya,” pungkasnya

Editor : Isal

Berita Terkait

Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa
Indonesia Terancam Digugat Malaysia, Imbas Kabut Asap Karhutla Makin Parah