Perang Kembali Membara, Iran Hujani Israel dengan Rudal Pasca Gencatan Senjata

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:15 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ilustrasi Iran hujani Israel dengan rudal (Visual AI)

Ilustrasi Iran hujani Israel dengan rudal (Visual AI)

Ringkasan

Gencatan senjata yang berlangsung sejak April dilaporkan runtuh setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Minggu malam sebagai balasan atas operasi Israel di Lebanon. Israel menutup Bandara Ben Gurion, memerintahkan warga berlindung, dan mengklaim mencegat semua proyektil.

Israel kemudian membalas dengan serangan ke target militer di Teheran, Isfahan, dan Tabriz. Konflik juga disebut berdampak pada fasilitas industri dan penyaluran bantuan ke Gaza, sementara Amerika Serikat dan Inggris mendesak kedua pihak menahan diri.

Zonafaktualnews.com – Stabilitas Timur Tengah kembali diuji setelah gencatan senjata yang bertahan sejak April lalu resmi runtuh.

Pada Minggu malam (7/6/2026), langit Israel mendadak kelam oleh gelombang rudal Iran, memicu eskalasi militer skala besar yang mengguncang kawasan.

Serangan Teheran ini disebut sebagai balasan atas operasi militer Israel di Lebanon.

BACA JUGA :  Usai RS Kristen Dihancurkan, Israel Bombardir Gereja di Gaza

Media Israel mencatat setidaknya tiga gelombang rudal dilepaskan, memaksa otoritas setempat menutup Bandara Ben Gurion dan menginstruksikan warga untuk segera mencari perlindungan di bunker darurat.

Militer Israel (IDF) mengklaim berhasil memintas seluruh proyektil, meski laporan di lapangan menunjukkan adanya kerusakan material di Kota Tiberias.

Sebagai respons cepat, Israel melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah target militer di Teheran, Isfahan, dan Tabriz.

Garda Revolusi Islam Iran dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof.

“Operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan rudal yang diluncurkan oleh rezim Zionis… terhadap beberapa situs radar di tiga tempat berbeda di Iran,” tegas Garda Revolusi Islam Iran, Senin (8/6/2026).

Konflik ini meluas hingga ke sektor industri. Laporan media Iran menyebut Israel menghantam pabrik petrokimia di Mahshahr.

BACA JUGA :  Israel Bom RS Gaza Kristen, 500 Orang Terbunuh dalam Kondisi Hancur

“Musuh Zionis telah melakukan serangan udara terhadap Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr,” tulis media lokal di Telegram, Senin (8/6/2026).

Situasi kian kritis dengan tertutupnya jalur penyeberangan menuju Jalur Gaza, yang juga menghentikan distribusi bantuan kemanusiaan.

Dunia internasional merespons cepat terhadap “kegilaan” baru ini. Presiden AS Donald Trump dilaporkan berusaha menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk tidak memperpanjang siklus kekerasan.

BACA JUGA :  Netanyahu Dikabarkan Telah Tewas, Yariv Levin Ambil Alih Kursi PM Israel

“Saya akan menelepon Bibi sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas,” ujar Trump dalam sebuah wawancara.

Ia menambahkan, “Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain.”

Senada dengan langkah diplomasi tersebut, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mendesak agar kedua pihak menahan diri.

“Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun,” tulis Cooper di platform X, seraya menekankan perlunya solusi diplomatik di atas kebuntuan militer saat ini.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Gara-gara Abu Vulkanik, Pak RT Salah Masuk Rumah Janda
Sidang Pembunuhan Kodingareng Kuliti Aksi Terdakwa, Saksi Rekam Eksekusi
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Berita Terbaru