Ringkasan
Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN memicu reaksi keras di media sosial. Warganet menilai pergantian itu belum menjawab sorotan atas tata kelola BGN, pelaksanaan Program MBG, dan dugaan korupsi, serta mendesak pengusutan tuntas oleh aparat.
Zonafaktualnews.com – Pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto justru memicu gelombang reaksi di media sosial.
Bukannya meredam polemik, pergantian pimpinan tersebut malah memunculkan tuntutan baru agar berbagai dugaan persoalan di tubuh BGN diusut hingga tuntas.
Banyak warganet menilai pencopotan Dadan belum cukup untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi sorotan publik.
Di media sosial pada Rabu (3/6/2026), berbagai komentar bermunculan menyoroti isu tata kelola lembaga, pelaksanaan Program MBG, hingga dugaan persoalan hukum yang kembali menjadi perbincangan.
“Kinerja Dadan BGN memang tidak becus terlebih lagi banyak polling dan survei menunjukkan bahwa sebanyak 82,47 persen publik menganggap Dadan layak dicopot,” ujar seorang netizen.
“Kami minta aparat penegak hukum, termasuk KPK dan Kejaksaan Agung, untuk segera usut dan tangkap Dadan,” timpal netizen lain.
Sebagian netizen bahkan mengaitkan polemik tersebut dengan dugaan rasuah yang sebelumnya sempat ramai diperbincangkan publik.
“ICW sudah melaporkan Dadan atas dugaan korupsi pengadaan jasa sertifikasi halal di BGN dengan potensi kerugian negara Rp49,5 miliar ke KPK, kita berharap si Dadan ditangkap,” tulis akun lain.
Selain itu, kritik terhadap pelaksanaan MBG dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut mewarnai perdebatan di media sosial.
Sentimen negatif terhadap “si botak”, julukan yang disematkan sebagian warganet kepada Dadan, pun semakin ramai bermunculan.
- Pencopotan Dadan Tak Cukup, Netizen: “Usut Korupsi BGN dan Tangkap Si Botak”
- Polisi Gulung Perampok Sopir Truk Ekspedisi di Maros, 3 Dibekuk, 2 Dilumpuhkan
- Ditreskrimsus Polda Sulsel Obrak-abrik Jaringan Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi
- Jalur Tikus Impor Terbongkar, KPK Sisir 20 Forwarder dalam Skandal Bea Cukai
- Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Meledak, Menteri ESDM Turun Gunung Cari Penciptanya
“Kasus keracunan MBG jadi perhatian publik, plus pengelolaan SPPG yang sangat kacau balau. Jadi tata kelola yang ‘cacat’ terkait sektor anggaran, kebijakan teknis, pelaksanaan hingga pengawasan. Si Dadan harus ditangkap jangan hanya dicopot saja,” tegas netizen.
“Si botak akhirnya dicopot juga hahaha,” celetuk salah satu warganet.
“Jangan hanya dicopot, usut sampai tuntas dan tangkap si botak,” timpal yang lain.
“Usut korupsi BGN, tangkap si botak,” pungkas komentar netizen lainnya.
Sebelumnya, Dadan bersama dua petinggi BGN lainnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, resmi dicopot dari jabatannya.
Presiden kemudian menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Mayjen Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN.
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dan tidak akan terdampak oleh perubahan struktur kepemimpinan tersebut.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” ujar Prasetyo dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Prasetyo menegaskan seluruh unit kerja di lingkungan BGN tetap harus menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa. Pemerintah juga disebut akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang berada di bawah naungan BGN.
Sementara itu, Dadan Hindayana menyatakan menerima keputusan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai pergantian anggota kabinet merupakan kewenangan penuh kepala negara.
“Pergantian anggota kabinet merupakan hak mutlak penuh Bapak Presiden RI. Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” ujar Dadan, Rabu (3/6/2026).
Dadan juga menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberi kesempatan menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih.
“Insyaallah beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” ucapnya.
Meski begitu, dinamika tidak berhenti pada pergantian jabatan. Sehari setelah pencopotan tersebut, penyidik Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Hingga kini Kejagung belum menjelaskan secara rinci perkara yang sedang diusut.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















