PKB Sulteng Sentil Luhut : Dia Hanya Bela Pemodal Tak Peduli Rakyat Meninggal

Minggu, 28 Januari 2024 - 14:21 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

PKB Sulteng Sentil Luhut : Dia Hanya Bela Pemodal Tak Peduli Rakyat Meninggal

Tom Lembong dan Luhut Binsar Panjaitan (Foto Kolase)

Zonafaktualnews.com – Wakil Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah, Muhammad Safri menyindir Luhut Binsar Panjaitan.

Sindiran itu terkait pernyataan Luhut yang menyebut Muhaimin Iskandar bohong soal hilirisasi nikel yang dinilai ugal-ugalan.

Safri menyebut pernyataan Gus Imin adalah benar adanya.

“Apa yang disampaikan Gus Imin soal hilirisasi nikel ugal-ugalan adalah benar adanya,

Jadi Pak Luhut jangan asal bicara, saya tantang beliau untuk datang ke sini,

Tanya langsung ke masyarakat kondisi mereka hari ini sulit apa tidak?

Perputaran uang bagaimana? daya belinya seperti apa?,” tegas Safri dalam keterangan resminya, Sabtu (27/1/2024).

Safri menilai reaksi Luhut terhadap Gus Imin adalah bentuk kepanikan.

Pernyataan Luhut juga sekaligus pembelaan terhadap kepentingan para pemodal dibalik hilirisasi nikel tersebut.

BACA JUGA :  KPU Tetapkan Tiga Pasangan Capres dan Cawapres 2024

Dirinya bahkan menuding Luhut menutup mata terhadap banyaknya bencana yang terjadi akibat hilirisasi nikel di Morowali dan Morowali Utara.

“Harus diakui, Luhut panik terhadap pernyataan Gus Imin. Sebagai tameng pemodal,

Dia lantas buru-buru mengklarifikasi dan kita sudah paham ujungnya adalah pembelaan terhadap para pemodal,

Ini yang kita sayangkan, kenapa seorang yang mengaku patriot tega menutup mata terhadap bencana yang terjadi akibat hilirisasi nikel yang ia banggakan tersebut,” bebernya.

Safri yang juga Wakil Ketua DPRD Morowali Utara mengaku sudah lama menyoroti ketimpangan yang terjadi akibat eksploitasi sumber daya alam yang begitu masif di daerah ini.

BACA JUGA :  Cak Imin Slepet Pesan Luhut ke Prabowo Soal Sebutan Orang Toxic

Safri menyebut Morowali dan Morowali Utara kini penuh sesak izin korporasi pertambangan dan industri nikel, namun belum bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat bahkan menimbulkan masalah baru.

“Alih-alih membawa kesejahteraan bagi masyarakat, meski berbalut Proyek Startegis Nasional (PSN) hilirisasi nikel justru menimbulkan berbagai masalah mulai dari konflik lahan, kriminalisasi warga hingga kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

Safri mencontohkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani, banyak dari mereka yang harus kehilangan ruang produksi karena adanya alih fungsi lahan baik secara prosedur legal maupun perampasan tanah. Jika menolak menjual tanahnya, petani mendapat intimidasi sehingga terpaksa melepas lahannya.

“Terjadi perubahan sosial dan kemunduran secara ekokomi. Masyarakat kita kehilangan ruang-ruang yang selama ini menjadi tumpuan hidup yang berakibat mereka tidak lagi mandiri secara pangan dan hanya bergantung pada perputaran uang dari sektor lain,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Jenderal Purn B Disebut Dalang dan Beking Korupsi Timah Rp271 T

“Jadi ajakan Luhut ke Gus Imin untuk berkunjung ke Morowali adalah salah alamat. Jauh sebelum hilirisasi nikel terjadi Gus Imin sudah bolak-balik kesini, beliau sudah menyatu dengan denyut nadi masyarakat Morowali dan Morowali Utara. Jadi Pak Luhut, jangan ajari ikan berenang di laut,” pungkas Safri.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU
Feri Amsari Sindir Rocky Gerung Lewat Video Lama Janji Penolakan Jabatan
Kritikus Akal Sehat Rocky Gerung Dilantik Prabowo, Netizen : Si Paling “Dungu” Takluk