Cak Imin Merayu Ajak SBY Gabung dengan Prabowo

Rabu, 3 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, dijadwalkan bertemu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas pada Rabu malam ini/Net

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar, dijadwalkan bertemu Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas pada Rabu malam ini/Net

Zonafaktualnews.com – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berencana akan merayu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Ajakan ini untuk meminta SBY bergabung dengan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang mendukung Prabowo Subianto.

Cak Imin akan sampaikan saat pertemuannya dengan SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/5/2023) malam.

“Ya mungkin yang paling penting adalah apakah pilihan masing-masing di grup koalisi ini sudah final,

Pak SBY sudah final, kalau belum final kan bisa kita ajak gabung,” kata Cak Imin, di Plataran Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/2023).

Dia mengatakan pertemuannya dengan SBY malam ini untuk bersilaturahmi dan berdiskusi masalah kebangsaan.

Selain itu Cak Imin juga akan menyampaikan gagasan-gagasan yang ada dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

BACA JUGA :  Gempar, Wanita di Kendari Pamer Payudara Bergilir Saat Live Instagram

“Iya (ajak gabung Demokrat),” ucap Cak Imin secara singkat.

Sebagai informasi, Partai Demokrat saat ini sudah bergabung dengan Koalisi Perubahan yang mendukung Anies Baswedan sebagai capres. Sedangkan PKB tergabung dalam KKIR bersama Partai Gerindra.

Demokrat yang dimotori SBY belakangan ini sangat aktif menjalin komunikasi politik jelang Pemilu 2024.

Meski sudah menjadi anggota Koalisi Perubahan, Demokrat masih melakukan penjajakan politik dengan parpol lain.

BACA JUGA :  Terlunta-lunta, Persoalan ASN Nonjob di Era ASS Guncang Stabilitas Birokrasi Sulsel

Langkah ini dilakukan karena Demokrat kabarnya masih ingin mendorong ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi cawapres 2024.

Meski masih berpeluang menjadi cawapres pendamping Anies, tapi keputusan itu masih belum jelas.

Sebab seluruh Koalisi Perubahan telah bersepakat menyerahkan kepada Anies untuk menentukan cawapres pendampingnya di 2024 nanti.

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru