NATO Persiapkan Perang Jangka Panjang Lawan Rusia di Ukraina

Minggu, 17 September 2023 - 10:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

NATO Persiapkan Perang Jangka Panjang Lawan Rusia di Ukraina

NATO Persiapkan Perang Jangka Panjang Lawan Rusia di Ukraina

Zonafaktualnews.com – North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyatakan perang di Ukraina tidak akan berakhir.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah wawancara Minggu (17/9/2023).

Stoltenberg mengatakan ibu kota Kyiv di Ukraina terus melanjutkan serangan balasannya terhadap Rusia.

“Sebagian besar perang berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan saat pertama kali terjadi,” ujar Sekjen NATO Jens Stoltenberg sebagaimana dikutip oleh CNBC Indonesia.

Sekutu NATO, menurut Stoltenberg harus mempersiapkan diri untuk perang jangka panjang di Ukraina.

BACA JUGA :  Beda Perlakuan, Hamas Bebaskan Sandera dengan Baik, Israel Tidak

Konflik ini dimulai pada Februari 2022 ketika Moskow mengirimkan pasukannya ke Ukraina, sehingga menimbulkan perang kembali di Eropa untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.

Kyiv melancarkan serangan balasannya pada bulan Juni, melawan posisi Rusia yang sudah mengakar di selatan dan timur, namun kemajuan yang dicapainya terbatas.

“Kami semua mengharapkan perdamaian secepatnya,” kata Stoltenberg.

“Tetapi pada saat yang sama kita harus menyadari jika Presiden (Volodymyr) Zelensky dan Ukraina berhenti berperang, negara mereka tidak akan ada lagi.

Jika Presiden (Vladimir) Putin dan Rusia meletakkan senjata mereka, kita akan mencapai perdamaian.”

Mengenai ambisi Ukraina untuk bergabung dengan aliansi tersebut, Stoltenberg mengatakan tidak ada keraguan bahwa Ukraina pada akhirnya akan bergabung dengan NATO.

BACA JUGA :  Kediaman Putin Terbakar Usai Diserang dengan 91 Drone, Rusia Ancam Balasan Keras

Kyiv telah “mendekati NATO” pada pertemuan puncak aliansi tersebut pada bulan Juli.

“Ketika perang ini berakhir, kita memerlukan jaminan keamanan bagi Ukraina. Jika tidak, sejarah bisa terulang kembali,” tambahnya.

Pada pertemuan puncak bulan Juli di Vilnius, para pemimpin NATO sepakat bahwa Ukraina dapat bergabung dengan aliansi tersebut.

Setelah syarat-syarat tertentu terpenuhi, dan para pejabat AS dan Jerman memperjelas bahwa hal ini mencakup Kyiv yang melakukan reformasi untuk melindungi demokrasi dan supremasi hukum.

BACA JUGA :  Muak dengan Penindasan di Palestina, Yaman Deklarasikan Perang Lawan Israel

 

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan
Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand
384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China
Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik
Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Balas Gempuran AS, Iran Serang Markas Jet Tempur F-18 di Pangkalan Yordania

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:31 WITA

Presiden Iran Datangi Kandang Trump, Tegaskan Tolak Tunduk pada Tekanan

Rabu, 9 September 2026 - 01:57 WITA

Influencer Tajir Tewas Usai Jalani Suntik “Burung” di Thailand

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:53 WITA

384 Wisatawan Hilang Disapu Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan China

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Berita Terbaru