Sultan Brunei Lucuti Gelar Kebangsawanan Istri Pangeran Abdul Malik

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:44 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pangeran 'Abdul Malik dan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah pada masa awal pernikahan mereka. Pasangan yang pernah diselimuti kebahagiaan kolosal ini kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah gelar kebangsawanan sang istri resmi dilucuti oleh Sultan Hassanal Bolkiah. (Foto : Ist)

Pangeran 'Abdul Malik dan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah pada masa awal pernikahan mereka. Pasangan yang pernah diselimuti kebahagiaan kolosal ini kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah gelar kebangsawanan sang istri resmi dilucuti oleh Sultan Hassanal Bolkiah. (Foto : Ist)

Ringkasan

Sultan Brunei dilaporkan mencabut gelar kebangsawanan Pengiran Raabi’atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, istri Pangeran ‘Abdul Malik, atas titah langsung dari istana. Pihak kerajaan menyebut keputusan itu terkait pelanggaran etika keluarga dan sikap tidak hormat kepada penguasa, tanpa merinci bentuk pelanggarannya.

Raabi’atul, yang menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada 2015, memiliki empat anak dan pernah tampil dalam agenda resmi kerajaan. Latar belakangnya berasal dari keluarga bangsawan lokal, dengan pendidikan dan pengalaman kerja di bidang teknologi informasi.

Zonafaktualnews.com – Sultan Brunei Darussalam melucuti gelar kebangsawanan Pengiran Raabi’atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, istri dari Pangeran ‘Abdul Malik Hassanal Bolkiah, Sabtu (8/8/2026).

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan melalui Penjabat Kepala Protokol, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali.

Dalam keterangannya, pihak istana memastikan pencabutan status ini bukan sekadar urusan administratif biasa, melainkan instruksi langsung yang turun mutlak dari takhta tertinggi kerajaan.

Berdasarkan laporan RTB News, tindakan tegas ini diambil lantaran perilaku Pengiran Raabi’atul Adawiyyah dinilai melanggar etika keluarga kerajaan serta menunjukkan sikap kurang hormat kepada sang penguasa. Tindak-tanduknya disebut telah mencoreng marwah serta nama baik institusi monarki Brunei Darussalam.

Kendati demikian, pihak istana memilih untuk tetap menutup rapat rincian spesifik mengenai bentuk pelanggaran atau ‘kelakuan’ yang sebenarnya memicu murka pihak istana hingga berujung pada pencopotan atribut kebangsawanan tersebut.

Kabar ini sontak menarik perhatian publik global, mengingat latar belakang pernikahan mereka pada April 2015 silam digelar secara sangat spektakuler di Istana Nurul Iman.

Pesta megah tersebut kala itu dipenuhi kemewahan, mulai dari gaun pengantin yang bertabur emas, berlian, dan zamrud, hingga buket bunga yang dirangkai dari permata serta logam mulia murni.

Dari ikatan pernikahan yang sempat menjadi sorotan dunia internasional itu, pasangan ini telah dikaruniai empat orang anak. Selama menjadi bagian dari keluarga inti istana, Raabi’atul juga sempat beberapa kali mendampingi suaminya dalam agenda resmi kenegaraan, termasuk lawatan diplomatik ke Singapura pada 2016 lalu.

Ditinjau dari silsilah keluarga, Raabi’atul bukanlah figur sembarangan. Lahir pada tahun 1992 sebagai anak kedua dari sepuluh bersaudara, ia berasal dari kalangan bangsawan lokal bergelar pengiran.

Rekam jejak pendidikannya di Brunei juga terbilang mentereng, mulai dari Al-Falaah School hingga menempuh jenjang menengah di sekolah negeri terkemuka.

Selain dikenal aktif dalam berbagai kompetisi tilawah Al-Quran sejak masa remaja, ia memiliki latar belakang akademis dan profesional yang kuat.

Sebelum masuk ke lingkaran istana, ia sempat bekerja sebagai System Data Analyst di perusahaan konsultan IT, serta menjadi instruktur IT di HAD Technologies.

Kini, pasca-pencabutan gelar tersebut resmi diketok, arah masa depan serta status sosial Raabi’atul di dalam struktur internal keluarga besar Kerajaan Brunei berada dalam titik ketidakpastian menyusul titah mutlak penguasa tertinggi.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru