269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Situasi darurat saat sejumlah pelajar di Kabupaten Karo dievakuasi menggunakan brankar, digendong aparat dan warga, hingga didorong menggunakan kursi roda menuju fasilitas kesehatan menyusul insiden keracunan massal program MBG, Kamis (13/8/2026). (Tangkapan Layar Video/Foto Kolase)

Situasi darurat saat sejumlah pelajar di Kabupaten Karo dievakuasi menggunakan brankar, digendong aparat dan warga, hingga didorong menggunakan kursi roda menuju fasilitas kesehatan menyusul insiden keracunan massal program MBG, Kamis (13/8/2026). (Tangkapan Layar Video/Foto Kolase)

Ringkasan

Sebanyak 269 pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga keracunan usai menyantap makanan program MBG pada 13 Agustus 2026. Korban terbanyak berasal dari SMAN 1 Berastagi, dengan keluhan seperti sesak napas dan reaksi alergi yang membuat mereka dirawat di empat rumah sakit.

Menu yang disajikan berisi sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis, yang diduga menjadi pemicu utama. Sejumlah siswa SMP juga terdampak karena menerima makanan dari dapur yang sama, sementara kondisi para korban dilaporkan berangsur stabil.

Zonafaktualnews.com – Sebanyak 269 pelajar SMA dan SMK di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG, Kamis (13/8/2026).

Program MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kodim 0205/Tanah Karo.

Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, korban terbanyak berasal dari SMAN 1 Berastagi sebanyak 204 siswa.

Selain itu, ada 25 siswa SMA Swasta Bersama dan 40 siswa SMK Swasta Bersama yang turut merasakan keluhan kesehatan serupa selepas jam makan siang.

BACA JUGA :  Ricuh, Bobby Menantu Jokowi Dilempari Batu Saat Eksekusi Diskotek Marcopolo

Dampak kejadian ini juga merembet ke jenjang pendidikan di bawahnya. Sejumlah siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama dilaporkan ikut terdampak karena menerima pasokan makanan dari dapur yang sama.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menjelaskan bahwa menu yang dibagikan pada hari kejadian terdiri atas sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis.

“Menu hari itu berisi sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Seketika setelah menelan suapan, mulut terasa getir dan gatal menjalar ke seluruh tubuh,” ujar Zulkarnain.

BACA JUGA :  Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut

Zulkarnain menduga olahan gulai ikan dencis tersebut menjadi pemicu utama reaksi keracunan yang dirasakan para siswa dalam waktu singkat.

Akibat gejala seperti sesak napas dan reaksi alergi akut tersebut, para korban langsung disebar ke empat rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Sebagian siswa sempat membutuhkan perawatan intensif, namun kondisi mereka kini dilaporkan berangsur stabil.

Kepala BGN Regional Sumut, Agung Kurniawan, langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mendata para korban secara akurat.

“Kami belum merinci angka pasti. Data baru lengkap setelah mengecek rumah sakit dan puskesmas. Setiap nama dan kondisi kesehatan akan dicatat secara teliti,” ungkap Agung di tengah perjalanannya menuju Karo.

Sementara itu, Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf Robert Benget Panjaitan memberikan penjelasan terkait status operasional dapur penyedia makanan.

BACA JUGA :  Kasus Teror Rini Siregar Bergulir, Kuasa Hukum Desak Pasal 29 UU ITE Diterapkan

Robert menegaskan bahwa fasilitas SPPG tersebut berdiri di atas aset lahan milik Kodim, namun pengelolaannya dipegang oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ) bersama pihak mitra.

“Bukan dikelola sama Kodim, tapi sama Yayasan MKJ. Dari pihak mitra yang bekerja sama dengan Yayasan MKJ. Kami hanya menyediakan tempat, pendampingan,” jelas Robert.

Robert menambahkan, pihaknya bersama Bupati Karo langsung mendatangi rumah sakit untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa secara langsung.

Berdasarkan tinjauan medis, ia memastikan seluruh korban tertangani dengan baik dan diproyeksikan segera pulih.

“Kalau kondisi yang kami lihat bersama Pak Bupati, kan Pak Bupati juga kebetulan kan dokter. Kalau beliau tadi menyampaikan saat konferensi pers, tidak ada yang signifikan, akan pulih dengan sebaik-baiknya,” pungkas Robert.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir
Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Minggu, 13 September 2026 - 22:03 WITA

Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar

Minggu, 13 September 2026 - 17:39 WITA

Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Sabtu, 12 September 2026 - 07:57 WITA

Sulsel Dilanda Kelangkaan Solar, GRH Sebut Ini Kejahatan Ekonomi Terorganisir

Berita Terbaru