Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al-Saud (Foto Ist)

Pangeran Arab Saudi Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al-Saud (Foto Ist)

Ringkasan

Persidangan koroner di London menyimpulkan kematian Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al-Saud di sebuah hotel mewah terjadi akibat kombinasi alkohol dan berbagai zat terlarang. Hasil toksikologi menunjukkan kadar alkohol sangat tinggi disertai GHB, ganja, alprazolam, dan obat anti-kecemasan lainnya.

Penyelidikan tidak menemukan bukti bunuh diri atau keterlibatan pihak lain. Koroner menetapkan kematian itu sebagai kecelakaan tidak disengaja setelah meninjau rekaman CCTV, laporan medis, dan riwayat rehabilitasi korban.

Zonafaktualnews.com – Misteri kematian seorang pangeran muda dari keluarga Kerajaan Arab Saudi di sebuah hotel mewah di London akhirnya terungkap melalui persidangan koroner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil penyelidikan menyimpulkan pria berusia 29 tahun itu meninggal akibat kombinasi alkohol dan sejumlah zat terlarang, beberapa pekan setelah menyelesaikan program rehabilitasi.

Korban diketahui bernama Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al-Saud.

Mengutip laporan The Independent, pekan lalu, ia ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Hotel Marriott, kawasan Kensington, London Barat, yang memiliki tarif sekitar 600 poundsterling atau sekitar Rp12 juta per malam.

Persidangan di Pengadilan Koroner London Barat mengungkap Pangeran Abdullah melakukan check-in ke hotel tersebut pada 19 November untuk menginap selama sepekan.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan aktivitas terakhirnya saat keluar gedung untuk merokok pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia.

Keesokan harinya, seorang petugas kebersihan memasuki kamar di lantai lima dan menemukan korban tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan masih berpakaian lengkap.

Tim keamanan hotel bersama tenaga medis segera dipanggil, namun upaya penyelamatan tidak berhasil dan korban dinyatakan meninggal di lokasi.

Hasil pemeriksaan toksikologi menunjukkan kadar etanol dalam darah korban mencapai 222 mg per 100 ml darah.

Angka tersebut hampir tiga kali lipat dari batas legal mengemudi di Inggris yang ditetapkan sebesar 80 mg per 100 ml darah dan berada pada tingkat yang berisiko menyebabkan koma.

Selain kadar alkohol yang sangat tinggi, tim medis juga menemukan kandungan GHB (gamma-hydroxybutyrate) dalam kadar yang berpotensi fatal.

Pemeriksaan turut mendeteksi jejak ganja, obat penenang alprazolam (Xanax) dalam dosis rekreasional, serta obat anti-kecemasan lainnya dalam dosis terapi.

Selama persidangan terungkap bahwa Pangeran Abdullah memiliki riwayat ketergantungan terhadap alkohol dan Xanax.

Pada Agustus tahun lalu, ia menjalani rehabilitasi sebagai pasien rawat inap di Klinik Priory, Roehampton, London Barat Daya, dengan biaya perawatan mencapai 35.000 poundsterling per minggu.

Dokter spesialis kedokteran jiwa, Dr Victoria Chamorro, mengatakan kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani detoksifikasi dari alkohol, benzodiazepine, dan obat anti-kecemasan Pregabalin.

“Ia sosok yang suportif dan ramah kepada sesama pasien hingga memiliki banyak teman. Saat pertama kali masuk, ia terindikasi mengalami gejala suasana hati buruk (low mood) dan kecemasan. Namun saat keluar, ia dinilai tidak memiliki risiko bunuh diri,” ujar Dr Chamorro.

Setelah menyelesaikan perawatan di Klinik Priory, Pangeran Abdullah melanjutkan proses rehabilitasi di klinik swasta Rainford Hall di St Helen’s, Merseyside. Ia dinyatakan pulih dan meninggalkan fasilitas tersebut pada 14 Oktober.

Autopsi kemudian memastikan tidak ditemukan penyakit akut maupun kronis pada tubuh korban. Penyebab kematiannya dinyatakan sebagai henti jantung (cardiac arrest) yang dipicu oleh kombinasi fatal alkohol dan berbagai zat yang dikonsumsinya.

Asisten Koroner Jean Harkin menyatakan tidak ada bukti yang mengarah pada tindakan bunuh diri maupun keterlibatan pihak lain.

Kesimpulan itu didasarkan pada laporan medis dari dua pusat rehabilitasi, hasil penyelidikan CCTV, serta tidak ditemukannya surat yang menunjukkan niat mengakhiri hidup.

Dalam putusan resminya, Harkin mencatat kematian tersebut sebagai death by misadventure atau kecelakaan yang tidak disengaja, dengan penyebab utama berupa konsumsi berbagai zat berbahaya (multi-drug ingestion).

“Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Abdullah,” ujar dia.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”
Dua Mobil Mewah Raib Usai Tergiur Janji Rp1,5 Miliar, Pelajar Lapor Polisi
Polsek Lepas Tangan, Tambang Liar Jeneberang Diduga Suplai Proyek Jenelata
Solar Subsidi Parepare Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam
Kejaksaan Pastikan Ada Tersangka di Kasus Korupsi Laptop Disdik Parepare
Kasus Dugaan Korupsi Jalan Beton Parepare 2025 Segera Diekspose Kejari
Janda “Londo Ireng”
Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:59 WITA

Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:18 WITA

Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:19 WITA

Dua Mobil Mewah Raib Usai Tergiur Janji Rp1,5 Miliar, Pelajar Lapor Polisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WITA

Polsek Lepas Tangan, Tambang Liar Jeneberang Diduga Suplai Proyek Jenelata

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:12 WITA

Solar Subsidi Parepare Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam

Berita Terbaru