SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan truk mengantre mengisi solar subsidi di SPBU Pettuadae, Maros. Antrean yang berlangsung berbulan-bulan itu dikeluhkan warga karena memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Puluhan truk mengantre mengisi solar subsidi di SPBU Pettuadae, Maros. Antrean yang berlangsung berbulan-bulan itu dikeluhkan warga karena memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Ringkasan

Antrean truk di SPBU Pettuadae, Maros, disebut telah mengganggu akses jalan utama dan mobilitas warga. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya tata kelola distribusi serta pengawasan terhadap penyaluran solar subsidi.

Warga dan APKAN RI Maros mendesak tindakan nyata dari Pertamina dan pemerintah. Pertamina menyatakan stok Biosolar subsidi di Sulawesi aman, sementara antrean dikaitkan dengan tingginya permintaan, perubahan pola konsumsi, dan verifikasi Subsidi Tepat.

Zonafaktualnews.com – SPBU Pettuadae, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi biang keladi antrean truk yang memadati badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemandangan ini bukan lagi kejadian sesaat, melainkan masalah yang dibiarkan berlarut-larut hingga membuat warga yang melintas merasa terganggu.

Antrean kendaraan besar tersebut praktis menyempitkan akses jalan utama. Pengendara terpaksa berbagi ruang sempit.

BACA JUGA :  Amplop Terima Kasih ke Oknum Penyidik Maros Bertepuk Sebelah Tangan

Sementara mobilitas warga dan arus distribusi barang sering kali terhambat akibat tumpukan truk yang tak kunjung terurai.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar bagi masyarakat. Banyak yang menduga ada masalah dalam tata kelola distribusi, atau bahkan praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang tidak pernah tersentuh pengawasan.

Sekretaris APKAN RI Kabupaten Maros, Hadi, menilai pihak Pertamina kurang serius menangani masalah ini.

Hadi menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang terus-menerus dirugikan oleh antrean yang tak berkesudahan.

“Jika masalahnya ada pada keterbatasan pasokan, pemerintah dan Pertamina harus terbuka kepada publik mengenai penyebab dan solusinya,” kata Hadi dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

BACA JUGA :  Proyek RSUD Camba Maros ‘Gagal’, Anggaran Miliaran Berpotensi Rugikan Negara

Menurut Hadi, Pertamina tidak bisa hanya memantau dari jauh tanpa langkah nyata di lapangan. Ia menuntut pengawasan yang lebih ketat agar distribusi solar subsidi benar-benar sampai ke pihak yang tepat, bukan justru menjadi penyebab kemacetan.

“Sudah saatnya ada tindakan nyata, bukan sekadar menunggu masalah ini menjadi semakin besar,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya, menyatakan pihaknya memahami keluhan masyarakat terkait antrean di sejumlah SPBU, termasuk di Maros.

Okky mengklaim bahwa secara umum, stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi masih dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan kuota.

BACA JUGA :  Melawan Putusan Kontradiktif, Budiman S Bawa Perkara 3297/K/PDT/2026 ke MA RI

“Secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan tidak terdapat pengurangan kuota,” ungkapnya.

Okky menjelaskan, antrean yang terjadi dipicu oleh tingginya permintaan di jam tertentu, perubahan pola konsumsi, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat.

Pihaknya juga mengklaim terus berupaya melakukan optimalisasi distribusi dan pengawasan bersama aparat.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.

Kendati demikian, di lapangan, warga Maros justru berharap solusi yang lebih konkret daripada sekadar imbauan, agar akses jalan di Pettuadae bisa kembali lancar tanpa terganggu antrean truk.

(HER/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam
Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh
Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan
Kasus Teror Rini Siregar Bergulir, Kuasa Hukum Desak Pasal 29 UU ITE Diterapkan
Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko
Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat
Niat Curi Celana Dalam, Dg Lukka Nyungsep di Kandang Ayam
Ayah Tiri di Sumba Timur Siksa Balita 2 Tahun, Mata Diolesi Balsem dan Dibakar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10 WITA

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:31 WITA

Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Kasus Teror Rini Siregar Bergulir, Kuasa Hukum Desak Pasal 29 UU ITE Diterapkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:01 WITA

Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam

Senin, 10 Agu 2026 - 15:10 WITA