Ringkasan
Antrean truk di SPBU Pettuadae, Maros, disebut telah mengganggu akses jalan utama dan mobilitas warga. Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya tata kelola distribusi serta pengawasan terhadap penyaluran solar subsidi.
Warga dan APKAN RI Maros mendesak tindakan nyata dari Pertamina dan pemerintah. Pertamina menyatakan stok Biosolar subsidi di Sulawesi aman, sementara antrean dikaitkan dengan tingginya permintaan, perubahan pola konsumsi, dan verifikasi Subsidi Tepat.
Zonafaktualnews.com – SPBU Pettuadae, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi biang keladi antrean truk yang memadati badan jalan.
Pemandangan ini bukan lagi kejadian sesaat, melainkan masalah yang dibiarkan berlarut-larut hingga membuat warga yang melintas merasa terganggu.
Antrean kendaraan besar tersebut praktis menyempitkan akses jalan utama. Pengendara terpaksa berbagi ruang sempit.
Sementara mobilitas warga dan arus distribusi barang sering kali terhambat akibat tumpukan truk yang tak kunjung terurai.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar bagi masyarakat. Banyak yang menduga ada masalah dalam tata kelola distribusi, atau bahkan praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang tidak pernah tersentuh pengawasan.
Sekretaris APKAN RI Kabupaten Maros, Hadi, menilai pihak Pertamina kurang serius menangani masalah ini.
Hadi menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menjadi pihak yang terus-menerus dirugikan oleh antrean yang tak berkesudahan.
“Jika masalahnya ada pada keterbatasan pasokan, pemerintah dan Pertamina harus terbuka kepada publik mengenai penyebab dan solusinya,” kata Hadi dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
- Upaya Damai Buntu, Kasus Rental Motor Irwansyah Berlanjut Disidik Polisi
- Gubernur Sulsel Dikuliti Netizen, Anggaran Sewa Bunga Rp1 Miliar Disoal
- Polisi Tangkap Penimbun BBM Subsidi di Bulukumba, 107 Jeriken Diamankan
- Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM
- Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif
Menurut Hadi, Pertamina tidak bisa hanya memantau dari jauh tanpa langkah nyata di lapangan. Ia menuntut pengawasan yang lebih ketat agar distribusi solar subsidi benar-benar sampai ke pihak yang tepat, bukan justru menjadi penyebab kemacetan.
“Sudah saatnya ada tindakan nyata, bukan sekadar menunggu masalah ini menjadi semakin besar,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya, menyatakan pihaknya memahami keluhan masyarakat terkait antrean di sejumlah SPBU, termasuk di Maros.
Okky mengklaim bahwa secara umum, stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi masih dalam kondisi aman dan tidak ada pengurangan kuota.
“Secara umum stok dan penyaluran Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi dalam kondisi aman dan tidak terdapat pengurangan kuota,” ungkapnya.
Okky menjelaskan, antrean yang terjadi dipicu oleh tingginya permintaan di jam tertentu, perubahan pola konsumsi, serta proses verifikasi melalui sistem Subsidi Tepat.
Pihaknya juga mengklaim terus berupaya melakukan optimalisasi distribusi dan pengawasan bersama aparat.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera melapor ke Pertamina Contact Center 135 jika menemukan indikasi pelanggaran di lapangan.
Kendati demikian, di lapangan, warga Maros justru berharap solusi yang lebih konkret daripada sekadar imbauan, agar akses jalan di Pettuadae bisa kembali lancar tanpa terganggu antrean truk.
(HER/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















