Israel Tolak Melunak, Dua Pejabat Tinggi Iran Jadi Target Pembunuhan Utama

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf Jadi target pembunuhan Israel (Kolase)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf Jadi target pembunuhan Israel (Kolase)

Ringkasan

Laporan ini menyebutkan bahwa Israel diduga merencanakan pembunuhan terhadap Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf di tengah proses rekonsiliasi Iran-AS. Informasi tersebut dikutip dari laporan New York Times berdasarkan sumber pejabat AS, sementara Washington disebut telah memperingatkan sekutu-sekutunya di Timur Tengah.

Iran dilaporkan meminta jaminan keamanan dari AS melalui mediator Pakistan dan Qatar. Ketegangan sempat meningkat ketika pesawat Ghalibaf dialihkan setelah dugaan ancaman serangan udara Israel, meski perundingan damai antara AS dan Iran masih berlanjut.

Zonafaktualnews.com – Rencana sepihak Israel untuk melenyapkan delegasi Teheran di tengah proses rekonsiliasi dibongkar oleh Amerika Serikat (AS).

Langkah nekat Tel Aviv ini mempertegas sikap mereka yang emoh melunak demi menyudahi eskalasi bersenjata di Timur Tengah.

Sinyal perdamaian yang awalnya mulai berembus antara AS dan Iran kini dibayangi ancaman sabotase.

Israel dilaporkan telah membidik dua tokoh sentral yang menjadi arsitek di balik meja perundingan damai kedua negara.

Kedua sosok krusial yang masuk dalam daftar hitam target pembunuhan tersebut adalah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

BACA JUGA :  21 Wartawan Tewas Akibat Serangan Israel

Bocoran intelijen ini pertama kali diangkat oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), dalam pemberitaan hari Kamis (2/7/2026).

Laporan tersebut disusun berdasarkan kesaksian dari sejumlah pejabat aktif maupun mantan pejabat Washington yang mengetahui persis situasi di lapangan.

Melansir kembali dari TRT World and The Times of Israel, Jumat (3/7/2026), pemerintah AS merespons ancaman ini dengan melayangkan peringatan terselubung.

Washington mendesak negara-negara sekutunya di Timur Tengah untuk segera meneruskan pesan peringatan tersebut langsung ke pihak Teheran.

Analisis dari otoritas AS mengindikasikan bahwa plot pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf diduga kuat telah dirancang sejak pekan-pekan pertama setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai pada awal April lalu.

BACA JUGA :  Elon Musk Nyatakan Dukungan ke Zionis Israel

Di periode yang sama, komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran melalui perantara Pakistan justru sedang berada di fase paling intens.

Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di internal pemerintahan Presiden Donald Trump. Gedung Putih sadar betul bahwa jika salah satu dari negosiator ulung tersebut tewas, diplomasi akan runtuh seketika dan menyeret AS-Israel kembali ke dalam perang terbuka melawan Iran.

Guna mengantisipasi situasi terburuk, NYT menyebutkan bahwa Washington sempat mendesak Israel secara langsung untuk membatalkan target operasi mereka, terutama setelah nama Ghalibaf terkonfirmasi masuk dalam bidikan.

Di sisi lain, pihak Teheran dilaporkan langsung menuntut garansi penuh dari AS melalui mediator Pakistan dan Qatar.

Iran mendesak adanya jaminan absolut bahwa tim delegasi mereka tidak akan diserang selama proses negosiasi berjalan.

Ketegangan nyata sempat memuncak pada 12 April lalu, tepat ketika Ghalibaf dalam penerbangan pulang menuju Teheran pasca-bertemu Wakil Presiden AS, JD Vance, di Islamabad.

BACA JUGA :  Indonesia, Malaysia, dan Brunei Desak Pembantaian di Gaza Dihentikan

Tim keamanan Iran mendeteksi adanya pergerakan dua jet tempur Israel yang menyusup secara ilegal ke ruang udara mereka dari arah Irak untuk mencegat pesawat sang Ketua Parlemen.

“Aparat keamanan Iran langsung mengontak kru pesawat yang membawa Ghalibaf mengenai informasi intelijen terkait rencana serangan udara Israel tersebut,” tulis laporan NYT mengutip pernyataan dua pejabat Teheran.

Menghindari risiko fatal, burung besi yang mengangkut rombongan Ghalibaf akhirnya dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Mashhad, wilayah timur laut Iran. Sisa perjalanan menuju ibu kota terpaksa ditempuh melalui jalur darat demi faktor keselamatan.

Hingga saat ini, proses tawar-menawar draf akhir perdamaian antara AS dan Iran masih terus bergulir.

Meski demikian, bayang-bayang kegagalan tetap mengintai karena Israel sama sekali belum menunjukkan iktikad untuk mengendurkan agresi mereka di kawasan tersebut.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri
Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet
Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare
Supriyadi Dibusur Geng Motor di Makassar, Anak Panah Menancap di Pelipis
Evaluasi Terus Dilakukan, CFD Boulevard Makassar Terus Bertransformasi Lebih Baik
Tiga Anggota OPM Tewas Ditembak di Papua Tengah, 8 Senjata Api Disita
Kalah Lomba Minum Ballo, Dg Tolo Terdampar di Rumah Janda
Pasar Senggol Makassar Bergolak Diserang Geng Motor, Lima Pelaku Dibekuk

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:06 WITA

Guru PPPK Jadi PNS, Kebijakan Juga Berlaku Pengajar TK dan Madrasah Negeri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:32 WITA

Oknum Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi Tes Urine di Toilet

Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:34 WITA

Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:23 WITA

Supriyadi Dibusur Geng Motor di Makassar, Anak Panah Menancap di Pelipis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Evaluasi Terus Dilakukan, CFD Boulevard Makassar Terus Bertransformasi Lebih Baik

Berita Terbaru