Ringkasan
Iran diklaim kembali meningkatkan eskalasi konflik di Teluk dengan menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Serangan itu disebut menghancurkan gudang amunisi dan menara pengawas Armada Kelima AS.
IRGC menyatakan aksi tersebut merupakan bagian dari Operasi Nasr 2 dan akan terus berlanjut. Dalam pernyataannya, militer Iran menegaskan operasi pembalasan terhadap aset strategis AS di kawasan masih berlangsung.
Zonafaktualnews.com – Iran kembali menaikkan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan telak ke fasilitas militer Amerika Serikat (AS).
Pangkalan militer AS di Al Udeiri, Kuwait, menjadi sasaran empuk. Tiga gudang penyimpanan amunisi dan peralatan tempur luluh lantak dilalap api.
Tak hanya di Kuwait, gempuran serupa menyasar Bahrain. Menara pengawas Armada Kelima Angkatan Laut AS hancur berat.
Fasilitas vital tersebut lumpuh total. Padahal, bangunan itu menjadi pusat pemantauan utama operasi maritim Washington di kawasan Teluk.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-27 Operasi Nasr 2. Operasi militer tersebut mengusung sandi khusus, yakni “Ya Aba Shalih al-Mahdi Adrikni”.
Pernyataan resmi ke-50 dirilis melalui situs web resmi kantor berita Sepah News milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC atau Islamic Revolutionary Guard Corps) pada Jumat malam (24/7/2026).
Humas IRGC menyebut keteguhan rakyat Iran menjadi kunci utama di balik ketangguhan pasukan di medan laga.
Solidaritas domestik diklaim berhasil menebarkan rasa gentar di kubu lawan. Semangat juang pasukan di garis depan kian terdongkrak.
IRGC memastikan aksi pembalasan belum akan berhenti. Rangkaian operasi militer menyasar aset-aset strategis Amerika Serikat akan terus digalakkan.
“Operasi penghukuman masih terus berlanjut,” tegas IRGC dalam penutup pernyataan resminya.
Pihak militer Iran menutup pernyataan dengan menyitir ayat suci Al-Qur’an.
“Dan kemenangan itu tidak lain hanyalah dari sisi Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Ali Imran: 126).
Langkah agresif ini mempertegas posisi Teheran. Operasi militer bakal terus digulirkan sampai Washington menanggung konsekuensi besar atas kehadiran militernya di Timur Tengah.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















