Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Patung “Wanita Biru” di Gurun Madinah Bikin Heboh, Karya Yahudi Dikritik

Patung figuratif berwarna biru bertajuk Najma karya seniman Lita Albuquerque dipajang di kawasan Wadi AlFann, AlUla, Provinsi Madinah, Arab Saudi, dalam ajang pameran seni internasional Desert X AlUla. Kehadiran instalasi tersebut memicu perdebatan dan kritik dari sebagian kalangan. (Foto : Ist)

Ringkasan

Patung biru berjudul Najma yang dipamerkan dalam Desert X AlUla di Arab Saudi memicu perdebatan karena menampilkan figur perempuan dan dianggap bertentangan dengan sensitivitas tradisi Islam setempat. Kritik datang dari kalangan konservatif yang menilai karya itu provokatif di wilayah Madinah.

Senimannya, Lita Albuquerque, membela karya tersebut sebagai figur astronaut fiktif yang melambangkan pengetahuan dan kolaborasi seni internasional. Penyelenggara menyebut pameran ini sebagai upaya membangun dialog lintas budaya dan menampilkan AlUla sebagai kawasan bersejarah.

Zonafaktualnews.com – Sebuah patung berwarna biru yang dipamerkan di kawasan gurun AlUla, Provinsi Madinah, Arab Saudi, memicu perdebatan luas.

Instalasi seni bertajuk Najma itu menjadi pusat perhatian setelah dianggap bertentangan dengan nilai-nilai tradisi Islam yang selama ini dijaga kuat di kawasan tersebut.

Kontroversi mencuat karena karya tersebut menampilkan figur tubuh wanita secara terbuka dalam ajang pameran seni internasional Desert X AlUla.

BACA JUGA :  Houthi Makin Brutal, Serpihan Rudal Hantam Kawasan 20 Km dari Makkah

Kehadirannya memicu kritik dari kalangan masyarakat konservatif yang menilai karya itu tidak selaras dengan norma budaya dan keagamaan setempat.

Mengutip laporan Art Net, Selasa (4/8/2026), patung Najma merupakan karya Lita Albuquerque, seniman asal Santa Monica, Amerika Serikat (AS), yang berdarah Yahudi.

Patung berwarna biru elektrik itu menggambarkan sosok wanita yang duduk bermeditasi dengan posisi lotus dan ditempatkan di atas batu besar di kawasan Wadi AlFann, AlUla.

Penempatan patung figuratif manusia di wilayah administrasi Madinah segera memantik perdebatan.

BACA JUGA :  Arab Saudi Rayakan Idul Fitri 30 Maret, Indonesia Tetapkan 31 Maret

Sejumlah pihak memandang instalasi tersebut sebagai simbol masuknya pendekatan seni modern Barat yang dinilai mengabaikan sensitivitas tradisi keagamaan yang telah lama mengakar di Arab Saudi.

Dalam tradisi seni rupa Islam, representasi figuratif makhluk bernyawa, terutama sosok manusia, dipandang sensitif oleh sebagian ulama.

Pandangan tersebut bertujuan menjaga nilai teologis sekaligus menghindari praktik yang berpotensi mengarah pada pemujaan terhadap makhluk.

Karena itu, kemunculan patung figuratif di kawasan oasis kuno AlUla dinilai sebagian kalangan sebagai langkah yang provokatif.

Kritik pun bermunculan dengan anggapan bahwa pameran tersebut menyentuh wilayah yang selama berabad-abad dianggap tabu dalam tradisi keagamaan di Jazirah Arab.

Di tengah gelombang kritik tersebut, Lita Albuquerque membela konsep yang diusung melalui karyanya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran patung figuratif di Arab Saudi justru menjadi penanda terbukanya ruang baru bagi kolaborasi seni internasional.

BACA JUGA :  Raja Salman Murka, Arab Saudi Kutuk Keras Zionis Israel

Menurut Albuquerque, patung Najma tidak dimaksudkan sebagai simbol keagamaan maupun budaya tertentu.

Ia menjelaskan bahwa figur biru tersebut menggambarkan seorang astronaut fiktif yang datang ke bumi untuk membawa pengetahuan dan memperluas pemahaman global.

Sementara itu, penyelenggara Desert X AlUla menyatakan seluruh 14 instalasi yang dipamerkan dirancang untuk membangun dialog lintas budaya sekaligus memperkenalkan AlUla sebagai kawasan bersejarah yang memiliki nilai seni, budaya, dan potensi ekonomi.

“Ini adalah momen bersejarah. Pintu akhirnya terbuka untuk kolaborasi seperti ini yang menyatukan seniman internasional, Timur Tengah, dan Arab Saudi. Ini bersejarah, bukan hanya karena figur ini ditampilkan, tetapi karena karya ini diterima,” ujar Albuquerque.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Daftar Target Penyadapan Bocor, Luhut dan Gibran Tak Masuk, Ada Apa?
Dikabarkan Hilang Usai Listyo Tersangka, Begini Fakta Posisi Seskab Teddy
Diserang di Sidang Roy Suryo, Jokowi Tolak Permintaan Uji Labfor Ulang Ijazah
Jenderal Perusak Negara Bertambah, Eks Kadiv TIK Tersangka Sadap Prabowo
Jokowi Pamer Ijazah SD hingga S1, Roy Suryo Tertawa Nyinyir Sebut Palsu
Diduga Ulah Anak SMPN 26 Makassar, 2 Pelajar Dikeroyok hingga Pipi Bolong
Geng Solo Tersudut, Dugaan Penyadapan Prabowo Seret Nama Jokowi dan Gibran
Diduga Eksploitasi Pelajar PKL Tameng Chaos Demo, IPM Kecam PDAM Palopo