Gibran Dinilai Sombong dan Sok Pintar dalam Debat, Publik Muak Pilih 02

Minggu, 21 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gibran Dinilai Sombong dan Sok Pintar dalam Debat, Publik Muak Pilih 02

Gibran Dinilai Sombong dan Sok Pintar dalam Debat, Publik Muak Pilih 02

Zonafaktualnews.com – Cawapres Gibran Rakabuming Raka dinilai sombong dan sok pintar. Publik pun semakin muak memilih 02.

Pasalnya, sikap Gibran saat menjawab lawan debatnya dianggap tidak sopan. Puncak kemarahan publik adalah saat Gibran menjawab pernyataan Mahfud MD soal Greenflation.

Tak hanya kepada Mahfud MD, Gibran Rakabuming Raka juga sering melontarkan sindiran kepada cawapres 01, Muhaimin Iskandar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Cak Imin saat ini sudah mulai membalas sindiran yang sering dilontarkan Gibran pada debat cawapres kedua, Minggu (21/1/2024).

Di platfrom X Twitter, aksi tengil Gibran menjadi sorotan sejumlah warganet. Netizen menilai sikap tersebut menunjukan kesongongan, dan membuat banyak orang tidak lagi mau menghormati Gibran sebagai cawapres.

BACA JUGA :  Buntut Jokowi, Gibran Enteng Langgar Aturan Kampanye

“Sok asyik. Songong. Disrepectful,” ujar Okky Madasari.

“Menyayangkan sikap mas @gibran_tweet malam ini. Sedikit jahil berbeda dengan sikap melecehkan orang lain. Dan itu yang tadi ditunjukkan mas Gibran berulang-ulang kepada kedua kandidat lain,” kata Alissa Wahid.

“Berdebat sengit boleh, tapi bukan berarti boleh merendahkan kehormatan orang lain dengan bahasa tubuh yang tidak sopan,” ucap Profesor Zubairi Djoerban.

Saat bertanya soal Greenflation alias Inflasi Hijau, Gibran langsung mendapat ultimatum dari moderator dan Mahfud MD.

BACA JUGA :  Prabowo Diragukan Selesaikan Masa Jabatan, Media Asing Prediksi Gibran Ambil Alih

Gibran lagi-lagi menggunakan terminologi asing untuk menyerang lawan.

“Sesuai dengan aturan, istilah-istilah itu tidak boleh,” ujar Mahfud MD.

“Kami sampaikan kembali, terminologi atau singkatan mohon untuk tidak digunakan,” kata moderator.

Gibran mengaku menggunakan istilah asing dan tanpa menjelaskannya ke Mahfud karena menganggap Mahfud adalah seorang professor dan memiliki keilmuan yang tinggi.

Selain itu, Gibran melakukan gimik usai mendengar pernyataan dan jawaban dari Mahfud MD. Hal itu membuat Mahfud makin kesal dan ogah menjawab Gibran Rakabuming.

BACA JUGA :  Geger, Video Sekda Takalar Kampanyekan Cawapres 02

“Kok gak ketemu jawabannya, saya tanya masalah inflasi hijau, kok malah bicara soal ekonomi hijau,” ucap Gibran.

Mahfud MD yang kesal, langsung enggan menjawab apa yang ingin diketahui Gibran. Dia pun balik menyindir tingkah lagu Gibran di acara debat.

“Saya juga ingin mencari, jawabannya ngawur juga itu. Ngarang-ngarang gak karuan, mengaitkan sesuatu yang tidak ada,

Gini loh kalau akademis, bertanya yang kayak gitu tuh recehan. Oleh sebab itu, itu tidak layak dijawab,” kata Mahfud MD.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru