Bawaslu Diminta Telusuri Motif Sejumlah Camat Gowa Berlibur di Bali

Senin, 23 September 2024 - 03:13 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Bawaslu Diminta Telusuri Motif Sejumlah Camat Gowa Berlibur di Bali

Bawaslu Gowa

Zonafaktualnews.com – Sejumlah camat dari Kabupaten Gowa yang terlihat berlibur di Bali baru-baru ini mengundang perhatian masyarakat dan menimbulkan dugaan adanya motif tertentu di balik perjalanan tersebut.

Momen liburan ini memicu desakan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan penelusuran terhadap keberadaan mereka dan kemungkinan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Foto-foto dan video camat-camat tersebut yang beredar di media sosial menunjukkan mereka menikmati waktu di Bali, dan hal ini dengan cepat menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat.

BACA JUGA :  Diskominfo Gowa Tolak Ungkap Anggaran Media dengan Dalih “Belum Dikuasai”

Banyak yang mempertanyakan apakah keberangkatan ini berkaitan dengan agenda politik menjelang pemilihan kepala daerah yang semakin dekat.

Ainun, aktivis mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengungkapkan keprihatinannya.

“Kami khawatir perjalanan ini bukan sekadar liburan. Pola seperti ini sering terjadi menjelang Pilkada, dan bisa saja ada kepentingan politik di baliknya,” ujarnya, Senin (23/9/2024).

Sudirman, perwakilan Forum Milenial Berdemokrasi Kabupaten Gowa, juga menyerukan agar Bawaslu segera menelusuri dugaan ini.

BACA JUGA :  Ketua Komite SMPN 2 Sungguminasa Diduga Korupsi, Sekdis Gowa Ikut Terseret

“Kami mendesak Bawaslu untuk menyelidiki motif di balik perjalanan camat-camat ini. Keberadaan mereka di Bali dapat mempengaruhi netralitas ASN,” tegasnya.

Juanto, Komisioner Bawaslu Gowa, menanggapi desakan tersebut dengan menyatakan bahwa pengawasan terhadap netralitas ASN sangat penting.

“Kami akan memantau situasi ini dan mengharapkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan setiap indikasi pelanggaran netralitas,” ujarnya.

Juanto juga menjelaskan bahwa netralitas ASN, TNI, dan Polri dalam pemilihan adalah hal yang wajib.

BACA JUGA :  Tim Advokasi AURAMA' Seret Camat dan Polisi ke Bawaslu Gowa

“Jika ada pelanggaran, sanksinya bisa bervariasi, mulai dari teguran hingga pemecatan,” tambahnya.

Kendati demikian, masyarakat berharap Bawaslu tidak hanya memantau namun diminta untuk bertindak cepat dan tegas untuk memastikan bahwa proses pemilihan berlangsung adil dan bebas dari intervensi politik.

 

(MR/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo
Aktivis 98 Sebut Manuver Budi Arie di Depan Jokowi Sinyal Lengserkan Prabowo
Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati
Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?
Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies
Ambisi PSI Jadikan Jateng Kandang Gajah Berat Meski Andalkan Pesona Jokowi
Jokowi Injak Kepala Kerbau, Pengamat Tafsirkan Simbol Menantang Megawati
Hak Angket Gowa ‘Tersandera Drama Politik’, Dosa Pribadi Diulik dan Dipertontonkan

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:01 WITA

Aktivis 98 Sebut Manuver Budi Arie di Depan Jokowi Sinyal Lengserkan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:58 WITA

Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:57 WITA

Rumor Perjanjian Rahasia Prabowo–Jokowi ‘Bocor’, Benarkah Ada Kesepakatan?

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:18 WITA

Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies

Berita Terbaru