Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto : Ist

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto : Ist

Ringkasan

Ratusan mahasiswa menggelar aksi bertajuk “Reformasi Jilid II” di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, dan menuntut Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur. Mereka menyuarakan kritik terhadap kondisi politik dan ekonomi nasional sambil membawa spanduk dan orasi.

Aksi sempat memanas saat sebagian massa menggoyang pagar dan melempar botol, sementara polisi membentuk pengamanan di sekitar gedung. Demonstrasi serupa juga terjadi di titik lain di Jakarta, dengan ribuan personel gabungan dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

Zonafaktualnews.com – “Reformasi Jilid II” menggema keras di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus turun ke jalan membawa tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lengser dari kursi pemerintahan.

Massa aksi berasal dari sejumlah elemen mahasiswa, di antaranya Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Pamulang.

BACA JUGA :  Miris! Kemenangan 02 Penuh Kecurangan, Bawaslu RI Impoten

Mereka mulai memadati Gerbang Pancasila DPR/MPR RI sekitar pukul 14.00 WIB dengan membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap pemerintah.

Sejumlah tulisan tampak dibentangkan di tengah aksi, mulai dari “Indonesia Gawat Darurat”, “Ibu Pertiwi Memanggil”, “Jangan Melemah Kita Bukan Rupiah”, hingga “Makan Bikin Goblok”.

Berbagai pesan tersebut menjadi simbol kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi politik dan ekonomi nasional.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai pemerintahan Prabowo-Gibran gagal menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mereka menegaskan tuntutan yang dibawa tidak hanya menyasar kebijakan tertentu, tetapi juga arah kepemimpinan nasional secara keseluruhan.

“Kita minta Prabowo-Gibran mundur karena gagal memimpin Indonesia,” ujar salah seorang mahasiswa di lokasi aksi.

BACA JUGA :  Penampakan Kecurangan di Website KPU, Suara 02 dari 107 Jadi 804

Aksi berlangsung di tengah cuaca mendung usai hujan mengguyur kawasan Senayan. Meski demikian, massa tetap bertahan di depan gerbang DPR/MPR RI dan menyampaikan orasi secara bergantian.

Situasi sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa menggoyangkan dan menendang pagar gerbang. Sebagian massa juga terlihat melempar botol minuman ke arah area dalam kompleks parlemen.

Di dalam area gedung, aparat kepolisian membentuk barisan pengamanan untuk mengantisipasi eskalasi aksi. Massa menyatakan akan tetap bertahan hingga ada perwakilan pihak berwenang yang menemui mereka untuk menanggapi tuntutan yang disampaikan.

Gelombang demonstrasi pada hari yang sama juga berlangsung di sejumlah titik lain di Jakarta, termasuk kawasan Silang Selatan Monas dan Bundaran HI. Untuk mengamankan rangkaian aksi tersebut, kepolisian mengerahkan 5.955 personel gabungan.

Personel pengamanan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, unsur TNI, dan pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Liput Aksi Protes Proyek Geotermal, Pemred Floresa Dipukul dan Ditangkap Aparat

Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Reynold mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan anarkis.

“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” kata Reynold.

Narasi “Reformasi Jilid II” yang diusung mahasiswa menjadi penanda meningkatnya tekanan politik dari kalangan kampus terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kritik yang disuarakan dalam aksi ini tidak hanya berfokus pada satu isu, tetapi juga mempertanyakan arah kepemimpinan nasional secara lebih luas.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban
SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim
Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok
DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator
Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami
Digoyang Kasus Korupsi Batubara, Isu Jampidsus Febrie Mundur Beredar
Tepis Isu Penggerudukan, TNI Minta Publik Waspada Provokator Medsos
Jaksa Tangkap Jenderal, Polisi Balas Sikat Jaksa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:20 WITA

Jukir Liar Makin Beringas di Makassar, PD Parkir Dinilai Gagal Lakukan Penertiban

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:52 WITA

SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:51 WITA

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:28 WITA

DNA 99 Persen Diabaikan, Polisi Beralibi Kurang Bukti di Kasus Pemerkosaan Tator

Sabtu, 11 Juli 2026 - 01:39 WITA

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Arah Drama Perselingkuhan Surti dan Tejo Berbelok

Minggu, 12 Jul 2026 - 01:51 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Disangka “Si Joni” Ternyata Terong, Istri Polisikan Suami

Sabtu, 11 Jul 2026 - 01:39 WITA