Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Seorang pegawai SPPG ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar (Ist)

Seorang pegawai SPPG ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar (Ist)

Ringkasan

Polisi menyelidiki kematian ANA (24), pegawai SPPG, yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Makassar dengan luka pada leher. Suaminya telah diamankan sebagai terduga pelaku, sementara polisi mengumpulkan barang bukti dan memeriksa kronologi kejadian.

Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Motif kasus ini belum diketahui, dan warga sekitar mengaku tidak mendengar keributan sebelum korban ditemukan meninggal.

Zonafaktualnews.com – Polisi mendalami kasus kematian ANA (24), seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu (14/6/2026) malam.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Sejauh ini, polisi telah mengamankan suami korban berinisial A dan masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

Tim gabungan dari Polsek Tamalate, Tim Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, dan Tim Jatanras Polrestabes Makassar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

BACA JUGA :  Bareskrim Polri Rilis Wajah 2 Wanita DPO Asal Makassar Pengendali Sabu

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyidik menemukan luka pada bagian leher korban.

“Korban seorang perempuan. Pada saat ditemukan (ada) luka di leher, digorok,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abd Latief kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Usai olah TKP, jenazah ANA dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan sementara mengarah kepada suami korban. Meski demikian, polisi menegaskan pemeriksaan masih terus dilakukan untuk mengungkap kronologi dan memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi.

BACA JUGA :  CLB Glow Ilegal Beredar Bebas di Makassar

“Untuk baket (bahan keterangan) sementara yang kita temukan pelaku itu diduga suaminya sendiri,” kata Abd Latief.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut, telepon seluler, dan pakaian korban.

“Barang bukti ada beberapa, terutama pisau yang dipakai, kemudian HP, baju korban yang diamankan sementara,” ujar Abd Latief.

Ketua RT setempat, M Muzakar (58), mengatakan korban dan suaminya belum genap satu tahun tinggal di kamar kos tersebut. Menurutnya, pasangan itu juga telah memiliki seorang anak.

“Dia kontrak rumah di sini, belum cukup satu tahun dan mempunyai satu anak,” kata Muzakar.

Muzakar mengaku mendapat informasi bahwa korban bekerja di SPPG atau program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA :  Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat

“Suaminya saya tidak tahu kerja di mana, tapi kalau ini korban menurut informasi dia bekerja di MBG. Kalau untuk posisinya sebagai apa kita tidak tahu,” paparnya.

Hingga kini, polisi belum mengungkap motif di balik kasus tersebut. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan mendalami kemungkinan pemicu peristiwa itu.

“Untuk sementara belum kita ketahui apa karena kita belum melakukan pemeriksaan,” kata Abd Latief.

Muzakar menyebut warga sekitar tidak mengetahui persoalan yang dihadapi pasangan tersebut. Menurutnya, tidak ada tetangga yang mendengar keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Kalau masalahnya belum ada yang tahu sampai dibunuh karena tetangga kamar juga tidak ada mendengar kalau terjadi pembunuhan,” ujar Muzakar.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar
Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang
Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Truk Dilarang Isi BBM Siang Hari di Makassar, Satgas BBM Diminta Sikat Bila Langgar
Kebijakan Pengisian BBM di Makassar Berlaku, Plat Nomor Ganjil Genap Diatur

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Selasa, 15 September 2026 - 01:06 WITA

Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian

Selasa, 15 September 2026 - 00:12 WITA

Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas

Senin, 14 September 2026 - 23:52 WITA

Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WITA

Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang

Berita Terbaru