Yordania dan Turki Ancam Israel Jika Serang Lagi Masjid Al Aqsa

Minggu, 9 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan keamanan Israel serang warga palestina di Masjid Al-Aqsa. (REUTERS)

Pasukan keamanan Israel serang warga palestina di Masjid Al-Aqsa. (REUTERS)

Zonafaktualnews.com – Kebengisan Israel semakin menjadi-jadi dan berulah kembali

Pasalnya, pasukan zionis Israel menyerbu Al Aqsa sebanyak dua kali dalam sehari.

Di insiden pertama, pasukan Israel mendobrak pintu dan jendela untuk memasuki masjid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah berhasil masuk, mereka melepas granat kejut dan peluru karet serta memukul sejumlah warga Palestina dengan pentungan.

Insiden kedua berlangsung pada Rabu malam. Zionis ini mereka mengerahkan granat kejut dan memerintahkan umat Islam yang beribadah untuk segera pergi.

Tidak hanya itu, Israel juga menembakkan serangan roket melalui udara menyebabkan belasan warga Palestina alami luka-luka.

Kekejaman Israel dikutuk oleh sejumlah dunia dan membuat Negara Yordania dan Turki memperingatkan Israel

Yordania menegaskan akan ada konsekuensi yang membawa bencana besar jika pasukan Israel menyerbu masjid Al Aqsa lagi.

BACA JUGA :  Israel Bom Pengungsi, Warga, hingga Iringan Ambulans RS Al-Shifa di Gaza

Konsekuensi tersebut akan menjadi harga yang dibayar semua orang.

Hal itu disampaikan Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Sinan al-Majali

Sinan mengatakan bahwa jika polisi Israel menyerang jamaah di masjid Al Aqsa lagi, maka Pemerintah Israel memikul tanggung jawab atas eskalasi tersebut

“Pemerintah Israel memikul tanggung jawab atas eskalasi di Yerusalem dan di semua wilayah Palestina yang diduduki dan atas kerusakan yang akan memburuk jika mereka tidak menghentikan serangannya ke masjid suci Al-Aqsa,” kata Al Majali, Minggu (9/4/2023)

Sementara itu, Presiden Turki Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan negaranya tidak mungkin tinggal diam menghadapi provokasi dan ancaman terhadap status quo dan spiritualitas Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

Erdogan mengatakan bahwa Turki sama sekali tidak tinggal tinggal diam menghadapi provokasi dan ancaman terhadap status quo Al Aqsa di Yerusalem Timur.

BACA JUGA :  Mata Dilakban, Tangan Diikat, SPG Digilir Perampok dalam Mobil

“Turki siap berperan dalam mencari akar masalah dan mengambil langkah dalam menciptakan perdamaian yang adil dan langgeng.” tegasnya

Ancaman Yordania dan Turki kemudian direspons oleh pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel dan Presiden Israel Isaac Herzog

Dalam keterangannya disebutkan bahwa orang-orang yang, membarikade diri di dalam masjid Al-Aqsa adalah massa berbahaya, diradikalisasi dan dihasut oleh Hamas dan organisasi teror lainnya.

Kementerian Luar Negeri Israel meminta penjaga Wakaf Yordania, untuk segera mengeluarkan dari Masjid al-Aqsa

Sebab para ekstremis itu berencana melakukan kerusuhan dari masjid Al-Aqsa selama waktu ibadah umat Muslim di Temple Mount dan Berkat Imam di Tembok Barat.

Wakaf adalah badan yang ditunjuk Yordania yang mengelola kompleks masjid al-Aqsa, yang dikenal sebagai Temple Mount oleh orang Yahudi.

BACA JUGA :  Sebaran Kasus Gigitan Hewan Penularan Rabies Meningkat di Jakarta

Polisi Israel menggerebek masjid al-Aqsa Yerusalem dua kali pada Rabu pekan lalu, mengklaim bahwa ratusan perusuh dan penoda masjid telah membarikade diri mereka sendiri di dalamnya.

Pada Sabtu malam, polisi Israel kembali menuduh bahwa, banyak anak muda telah memasuki masjid dan menutup pintunya, tanpa alasan.

Penggerebekan polisi Israel terhadap masjid Al Aqsa dianggap oleh umat Islam sebagai provokasi besar.

Presiden Israel Isaac Herzog mengatakan bahwa penyerbuan yang baru-baru ini dilakukan aparat keamanan Israel di Al Aqsa, adanya intervensi kasar ke pihak dia yang berada di situs suci itu

Kendati demikian, Erdogan menekankan perlunya mencegah insiden yang berulang di setiap Ramadhan itu agar tidak menjadi takdir Timur Tengah

Editor : Isal

Berita Terkait

Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth
Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan
3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon
Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:48 WITA

Israel Akan Gelar Festival LGBT Terbesar di Wilayah “Terlaknat” Kaum Luth

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:43 WITA

Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan

Jumat, 10 April 2026 - 11:01 WITA

Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Kamis, 9 April 2026 - 10:47 WITA

AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Berita Terbaru