Zonafaktualnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menghapus unggahan kontroversial di platform Truth Social setelah menuai gelombang kritik luas.
Postingan tersebut menampilkan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya menyerupai sosok Yesus.
Dalam visual itu, Trump digambarkan mengenakan jubah putih dengan tangan bercahaya, seolah tengah menyembuhkan seorang pria yang terbaring sakit di ranjang rumah sakit.
Banyak pihak menilai gambar tersebut sangat identik dengan ilustrasi religius tentang Yesus, sehingga memicu reaksi keras, bahkan dari kalangan pendukungnya sendiri.
Menanggapi polemik yang berkembang, Trump tidak membantah bahwa dirinya mengunggah gambar tersebut.
Trump menegaskan bahwa tafsir publik keliru. Menurutnya, sosok dalam gambar itu dimaksudkan sebagai dirinya dalam peran seorang dokter.
“Saya pikir itu saya sebagai seorang dokter,” ujar Trump kepada wartawan, dikutip Rabu (15/4/2026).
“Tujuan saya sebagai dokter adalah untuk menyembuhkan orang. Dan saya memang menyembuhkan orang. Saya menyembuhkan orang jauh lebih baik.” Sambungnya.
Trump kemudian menjelaskan kepada CBS News bahwa unggahan itu dihapus untuk menghindari kesalahpahaman yang semakin meluas.
“Saya tidak ingin ada yang bingung. Ternyata banyak orang yang bingung,” katanya.
Kontroversi ini memicu kritik tajam dari berbagai tokoh konservatif dan aktivis keagamaan di Amerika Serikat.
Aktivis Kristen Sean Feucht menyebut unggahan tersebut tidak pantas. “Ini harus segera dihapus. Tidak ada konteks yang dapat membenarkan hal ini,” tulisnya.
Hal senada disampaikan aktivis konservatif Riley Gaines yang menegaskan, “Tuhan tidak dapat diperolok-olok.”
Kritik juga datang dari kalangan media berbasis agama. Jurnalis Christian Broadcasting Network, David Brody, menilai unggahan tersebut sudah melewati batas.
“Ini sudah keterlaluan. Ini melampaui batas. Seorang pendukung dapat mendukung misi tersebut dan menolak hal ini,” ujarnya.
Polemik ini semakin mencuat karena muncul tak lama setelah Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV.
Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut Paus “lemah dalam menangani kejahatan” serta “buruk untuk kebijakan luar negeri”.
Sebelumnya, Paus Leo XIV yang disebut sebagai Paus pertama asal Amerika mengecam operasi militer di Iran sebagai “kekerasan yang tidak masuk akal dan tidak manusiawi”.
Ia juga menegaskan tidak gentar menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Trump.
“Saya tidak takut menyuarakan pesan Injil dengan lantang,” ujarnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















