AS Tak Berdaya Hadapi Iran, Trump Frustrasi hingga Dipermalukan Dunia

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Visual dibuat dengan AI

Visual dibuat dengan AI

Zonafaktualnews.com – Amerika Serikat (AS) tak berdaya hadapi Iran, Presiden Donald Trump frustrasi hingga dipermalukan dunia.

Kondisi tersebut bahkan memicu kritik tajam dari Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menilai Washington gagal mengendalikan situasi dan justru terus dipermainkan Teheran di meja diplomasi.

Mengutip The Guardian, Merz menyebut tim negosiasi Iran jauh lebih cerdik dalam memainkan strategi perundingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merz menilai pemerintahan Trump terlihat kebingungan mencari jalan keluar dari konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pernyataan itu disampaikan Merz saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg, Jerman.

BACA JUGA :  Anggaran Militer Israel Jebol! Serangan ke Iran Habiskan Rp12,6 Triliun per Hari

Dalam forum tersebut, ia secara terbuka menyindir kegagalan delegasi Amerika yang bolak-balik melakukan pembicaraan tidak langsung di Islamabad tanpa menghasilkan kesepakatan berarti.

“Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun,” ujar Merz, Minggu (3/5/2026).

Merz juga menilai situasi tersebut menjadi tamparan keras bagi wibawa Amerika Serikat di mata internasional.

Ia bahkan menyebut kepemimpinan Iran, khususnya Pengawal Revolusi Iran, berhasil membuat Washington kehilangan arah dalam konflik berkepanjangan itu.

BACA JUGA :  Rocky Gerung: Anak SD di NTT “Memilih” Bunuh Diri, Negara Lebih Sibuk Biayai Trump

“Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin,” katanya.

Kritik tersebut muncul setelah Donald Trump membatalkan rencana lanjutan perjalanan tim negosiator AS ke Islamabad.

Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance sempat memimpin delegasi Amerika dalam pembicaraan dengan pihak Iran di Pakistan, namun pertemuan itu berakhir tanpa kemajuan berarti.

Di tengah tekanan politik dan tenggat hukum domestik, Trump kini dihadapkan pada pilihan sulit. Mulai dari mendorong kesepakatan damai yang peluangnya tipis, melanjutkan perang dengan risiko invasi besar, hingga mempertahankan strategi blokade jangka panjang terhadap Iran.

BACA JUGA :  Netanyahu Dikabarkan Telah Tewas, Yariv Levin Ambil Alih Kursi PM Israel

Trump akhirnya memilih mempertahankan blokade tanpa batas waktu sebagai opsi paling aman. Namun langkah tersebut tetap dinilai berisiko tinggi karena dapat memicu serangan balasan Iran terhadap jalur energi strategis di kawasan Teluk.

Sejumlah analis menilai situasi tersebut membuat posisi Amerika semakin terpojok. Alih-alih tampil sebagai pemenang, Washington justru dinilai kehilangan pengaruh, sementara Iran dianggap mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi maupun militer dari Barat.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru