Pria Pengancam Anies Pendukung Prabowo, TKN Panik Sebut Tidak Terafiliasi

Sabtu, 13 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar akun @calonistri71600 berjuang bersama Prabowo

Tangkapan layar akun @calonistri71600 berjuang bersama Prabowo

Zonafaktualnews.com – Pria bernama Arjun Wijaya Kusumo (AWK) ditangkap polisi.

AWK ditangkap lantaran menebar ancaman penembakan kepada capres 01, Anies Baswedan.

Ancaman penembakan tersebut terunggah di akun Tiktok AWK bernama @calonistri71600, “Berjuang Bersama Prabowo”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nembak Pak Anies berapa tahun penjara ya?” kata akun bernama @calonistri71600

Pertanyaan itu kemudian dikomentari akun lainnya bernama @F ajah dengan menulis, “Ga, malah Anda adalah pahlawan Indonesia.”

Tangkapan layar akun @calonistri71600 berjuang bersama Prabowo
Tangkapan layar akun @calonistri71600 berjuang bersama Prabowo

Pengguna X dengan akun @NKRIndonesia79 pun menyampaikan hal ini ke juru bicara AMIN, Muhammad Said Didu.

“Mas @msaid_didu  tolong infokan ke tim khusus AMIN untuk melacak akun dimaksud.  Ancaman serius bagi keselamatan Anies,” ujarnya seraya memention akun-akun X partai pengusung AMIN.

Netizen juga bergerak ikut menelusuri akun yang dimaksud. Bahkan mereka mengulik hingga ke TikTok dan Facebook.

Dari penelusuran netizen, ternyata akun tersebut bernama Arjun Wijaya Kusumo (AWK)

Arjun ditangkap oleh tim gabungan Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Polda Jawa Timur pada Sabtu (13/1/2023).

BACA JUGA :  Terjerat Kasus Tipu-tipu, Selebgram FD Dijebloskan ke Sel

Merespon penangkapan tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo -Gibran mengklaim bahwa AWK (23), tidak terafiliasi dengan mereka.

“Kami sudah cek akun ini tidak terafiliasi dengan kami, bukan merupakan bagian dari kami,” kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, dalam jumpa pers, Sabtu (13/1/2024).

Habiburokhman menyebut bahwa elektabilitas Prabowo yang saat ini memang masih di atas calon-calon lainnya dari hasil survei berbagai lembaga, membuatnya lebih rentan diserang.

Dia lantas mengaku khawatir Prabowo diserang dengan fitnah, hoaks, dan tudingan yang bermacam-macam.

“Karena hukum alam bahwa semakin tinggi pohon, semakin besar angin yang akan menerpa,” ujar Habiburokhman.

“Secara teori itu kan ada yang namanya operasi kuda troya, disusupkan orang ke kalangan pendukung kita lalu melakukan tindakan kontraproduktif dan merugikan kita,” kata anggota Komisi III DPR RI itu lagi.

BACA JUGA :  Provokator di Bitung Marco Marewou Karundeng Ditangkap Polisi

Meskipun demikian, Habiburokhman tak menutup kemungkinan bahwa pelaku merupakan pendukung fanatik Prabowo yang tidak dapat mengendalikan dirinya.

Arjun Wijaya Kusumo
Arjun Wijaya Kusumo

“Mencantumkan foto Pak Prabowo kan bisa saja dari berbagai teori, cuma ya sudah kita enggak usah asumsi. Tapi bisa juga ya kan pendukung fanatik tapi berekspresi yang salah, berlebihan, kan macam-macam,” ujarnya.

TKN Prabowo-Gibran lantas menegaskan bahwa mereka mendukung langkah Polri yang kini sedang memeriksa AWK.

“Ini negara hukum. Melakukan kesalahan bisa dihukum dan tidak bisa ditolerir harus bisa dipertanggungjawabkan melalui hukum,” kata Habiburokhman.

Diketahui, AWK belum berstatus tersangka dan motifnya melakukan perbuatan tersebut pun masih didalami.

Hingga saat ini, polisi juga belum menemukan bukti AWK berafiliasi dengan dengan partai politik ataupun pasangan capres-cawapres mana pun.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterkaitan AWK dengan pelaku pengancaman serupa terhadap Anies yang diduga berasal dari seseorang di Kalimantan Timur.

BACA JUGA :  Demi Beli Sabu, 2 Pria Peminta Sumbangan Catut Nama Pesantren

Menurut polisi, pengancaman itu dilakukan AWK melalui akun TikTok @calonistri71600 dan AWK telah mengakui akun itu miliknya.

Penelusuran akun TikTok itu menggunakan foto profil bergambar sosok Prabowo Subianto, dengan nama akun “Berjuang Bersama Prabowo”.

Sementara itu, netizen di media sosial X Twitter memberikan respon atas klarifikasi Tim TKN Prabowo-Gibran

“Panik yah, yah paniklah, masa gak,” ujar salah satu netizen.

“Kasihan Pendukung Prabowo udah dibela belain masuk penjara gak diakui…..” timpal netizen lainnya.

“Dari dulu gitu, Prabowo dan tim nya itu tak pernah akui, banyak jejak rekamnya loh,” kata netizen lainnya.

“Udahlah gak usah kasih klarifikasi, panikkan hehehe,” pungkas yang lainnya.

“Tuh pendukung @prabowo kalo bukan orang terkenal mah kagak diakui! Mau masuk bui juga kagak peduli! Itu sudah terbukti juga di tahun 2019 emak2 kena kasus,” tandas yang lainnya.

 

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump
Kasus Ijazah Palsu Gugur, Status Tersangka Eggi-Damai di-SP3 Kilat Usai Bertemu Jokowi

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:32 WITA

Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?

Berita Terbaru