Pintu Kelas Ditutup Pak Guru, Siswi Didorong ke Tembok, Ah Masuk

Senin, 27 Maret 2023 - 22:24 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Pintu Kelas Ditutup Pak Guru, Siswi Didorong ke Tembok, Ah Masuk

Ilustrasi diperkosa di tembok

Zonafaktualnews.com – Seorang siswi Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi korban pemerkosaan oleh gurunya sendiri di dalam kelas

Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Selasa (21/3/2023) lalu, saat jam pulang sekolah.

Saat itu, sebelum pelajaran selesai ia diminta terduga pelaku berinsial AS untuk tetap tinggal di ruang kelas.

”Pertamanya, waktu terakhir pelajaran pas mata pelajaran dia (guru), dia itu lalu menghentikan saya gitu loh. Jangan pulang dulu bentar, ya dicegat,” kata korban

Setelah teman-temanya meninggalkan ruang kelas, pintu ruang kelas langsung ditutup oleh oknum guru berinisial AS tersebut. Di situlah dugaan pemerkosaan tersebut terjadi

”Saat itu pintunya ditutup sama dia dan aku didorong ke tembok (dinding) sama dia dan dipaksa. Ya seperti itu,” ungkapnya.

Ia pun tidak menyangka jika gurunya yang ia hormati, melakukan hal yang tidak pantas dilakukan.

Hanya saja, ia mengakui guru AS sering mengirimkan pesan singkat yang tidak senonoh dan cabul ke dirinya.

BACA JUGA :  Google Hapus 5,2 Miliar Iklan yang Melanggar Kebijakan

”Ya dia itu, kalau misalkan bilang gitu sudah berulang kali di chat (pesan singkat). Ya mas pahamlah,” terangnya.

Atas kejadian itu, ia pun melapor ke polisi. Ia pun berharap gurunya itu segera dihukum. Tujuannya agar tidak bermunculan korban-korban lainnya.

Pihak Sekolah Membantah

Pihak yayasan sekolah menjelaskan, tidak ada kasus persetubuhan antara guru dan siswinya di ruang kelas.

Hal tersebut dikatakan oleh Ahmad Sukron Sitqon, selaku Ketua Yayasan, saat ditemui awak media, di Subah, Senin (27/3/2023).

Menurut Ahmad Sukron, pihaknya sendiri telah mendengar peristiwa tersebut dan langsung memanggil keduanya, baik guru maupun siswa secara terpisah untuk dimintai keterangan.

Dari klarifikasi itu, pihak sekolah menyebut siswi dan guru tersebut berpacaran.
“Kalau dari kami, temuan kami pendapat kami itu, tidak terjadi pelecehan, atau pemaksaan, tidak,” ungkap Ahmad Sukron.

BACA JUGA :  Prabowo Tolak Jadi Cawapres Ganjar, PDIP Sebut Tak Ada Kawin Paksa

Pihak sekolah heran kenapa terjadi tuduhan perkosaan. Ia juga mengungkapkan hasil temuan pihak sekolah tidak terjadi pemerkosaan di ruang kelas, seperti apa yang dilaporkan korban ke kepolisian dan ke media.

“Dari situ kita heran kok laporannya itu seperti itu. Kemudian mengenai terjadi di sekolahan, itu kami tanyakan ke guru mengakui iya terjadi seperti itu.

Tapi itu juga suka sama suka tidak pelecehan, tidak pemaksaan dan menurut pengakuan berdua itu hanya bercumbu atau cium, tidak sampai ke berhubungan badan,” ungkapnya.

Ia menceritakan, awal mula peristiwa tersebut terjadi dari siswinya sendiri yang justru meminta waktu pada gurunya untuk curhat.

“Itu diawali curhatan, yang minta curhat yang putri (siswi), yang putri ini minta curhat juga sudah berhubungan sudah akrab (dengan guru seni budaya). Mereka pacaran, kan aneh kalau terjadi kekerasan seksual,” kata Sukron.

Korban Lakukan Visum

Keluarga korban akhirnya memutuskan untuk menjalani visum untuk korban, dan kemudian kembali melaporkan ke Polres Batang.

BACA JUGA :  Owner Linda Beauty Skincare Edarkan Cream Ilegal di Medsos

Sementara pendamping hukum pihak keluarga, Dimas Pamungkas menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan pihak sekolah yang justru melakukan intimidasi kepada korban agar tidak melapor ke aparat penegak hukum.

Dimas Pamungkas bercerita jika Pihak sekolah sempat menyatakan bersedia memecat oknum guru tersebut asalkan korban menarik laporan ke polisi. Pihak keluarga lebih memilih menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Batang AKP Andi Fajar membenarkan telah menerima laporan dari pihak keluarga korban dan diarahkan ke unit PPA untuk menjalani pemeriksaan.

Pihak kepolisian saat ini juga akan melakukan pendalaman terkait kasus tersebut termasuk memanggil para saksi guna penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk langkah hukum lebih lanjut.

Editor : Isal

Berita Terkait

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi
Fenomena Langka! Langit Seko di Luwu Utara Mendadak Diguyur Hujan Es
2 Hektare Hutan Pinus Malino Dilalap, Jago Merah Diduga dari Sampah Warga
Pasar Senggol Makassar Bergolak Diserang Geng Motor, Lima Pelaku Dibekuk

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:34 WITA

Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor

Rabu, 23 September 2026 - 02:20 WITA

Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WITA

Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara

Kamis, 10 September 2026 - 00:08 WITA

Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi

Berita Terbaru