PDIP Blak-blakan Sebut Era Soeharto Lebih Baik dari Penguasa Saat Ini

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDIP Blak-blakan Sebut Era Soeharto Lebih Baik dari Penguasa Saat Ini

PDIP Blak-blakan Sebut Era Soeharto Lebih Baik dari Penguasa Saat Ini

Zonafaktualnews.com – Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo alias FX Rudy menyebut sikap penguasa dengan istilah Neo Orde Baru Plus.

Dia membandingkan dengan Orde Baru era Presiden Soeharto yang dinilainya sedikit lebih baik daripada sekarang ini.

“Kalau Pak Harto masih baik-baik saja cara mengancamnya, tidak seperti sekarang. Intimidasi ya enggak terang-terangan kayak begini, dari institusi perintah ke bawah dan sebagainya enggak seperti itu dulu,” kata FX Rudy kepada wartawan di Jaksel Rabu (29/11/2023).

Rudy sendiri mengakui tidak mendapatkan ancaman dari penguasa yang dianggapnya sebagai Neo Orde Baru Plus tersebut.

Namun dia menegaskan adanya kekuasaan yang digunakan secara tidak beretika.

“Neo Orde Baru Plus, ya semua kekuasaan yang dimiliki sekarang ini dipergunakan dengan segala cara yang tidak beretika,” ujar Politikus senior PDIP tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyinggung Indonesia yang ada saat ini merupakan hasil perjuangan yang berdarah dan tak sebentar.

BACA JUGA :  Dilema, Utang Pemerintah Indonesia Semakin Gendut

Hal tersebut disampaikannya karena melihat situasi yang terjadi saat ini. Ia pun tak ingin, masa seperti Orde Baru kembali terulang hanya untuk melanggengkan kekuasaan segelintir kelompok.

Tak segan, ia menyinggung “bapak-bapak” untuk tak mencoba untuk melahirkan masa tersebut kembali.

“Mestinya Ibu enggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu jengkel, karena republik ini penuh pengorbanan tahu tidak. Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti waktu zaman Orde Baru?” Kata Megawati dalam rapat koordinasi nasional relawan Ganjar-Mahfud di JIExpo, Jakarta, Senin kemarin.

BACA JUGA :  Heboh, Jokowi Disebut Penuhi Syarat Jadi Nabi

“Sudah berhenti deh Bapak-Bapak tuh yang saya sindirin ini, insaf, insaf. Berapa sih jumlahnya dibandingin sama rakyat? Aih, saya enggak manas-manasin, ini realita,” pungkasnya

 

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru