PDIP Dituding Abu-abu, Demokrat Minta Parpol Fokus Ekonomi Bukan Pemilu 2029

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat diwawancarai di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ringkasan

Partai Demokrat menanggapi sorotan atas posisi politik PDIP dengan meminta semua partai menghormati perbedaan sikap dan memprioritaskan kepentingan nasional. AHY menilai pembahasan Pemilu 2029 masih terlalu dini dan mengajak fokus pada pemulihan ekonomi, daya beli, lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan dan ketimpangan.

AHY juga menekankan peran oposisi sebagai pemberi kritik yang konstruktif, bukan memecah belah. Sementara itu, PDIP menegaskan posisinya sebagai penyeimbang di luar pemerintahan bukan sikap abu-abu, melainkan langkah politik yang matang untuk mendukung kebijakan pro-rakyat dan tetap kritis terhadap yang tidak sejalan.

Zonafaktualnews.com – Posisi politik PDI Perjuangan yang kini dinilai berada di wilayah abu-abu akhirnya memantik reaksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Partai Demokrat buka suara soal dinamika tersebut dengan nada yang cenderung menenangkan.

Partai berlambang mercy ini memilih untuk menghormati sikap politik setiap partai.

BACA JUGA :  Dituding Hina Presiden, Hasto dan Adian Dipolisikan Tapi Tak Cukup Bukti

Demokrat juga memberikan pesan tegas agar semua pihak memprioritaskan kepentingan nasional dibanding urusan partisan.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengakui setiap partai memang memiliki agenda masing-masing. Baginya, itu adalah bagian wajar dari demokrasi.

“Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan masing-masing. Semua punya agenda dan kepentingan. Tetapi, mari kita menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan partisan,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, bicara politik untuk Pemilu 2029 saat ini terasa terlalu cepat. Ia ingin semua pihak lebih memusatkan tenaga pada masalah ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pertama, saya rasa kita fokus dulu pada urusan dalam negeri. Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan ekonomi terjaga, daya beli masyarakat terjaga, lapangan pekerjaan terbuka, kemiskinan bisa diturunkan, dan ketimpangan dapat ditekan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tak Lagi Galau, Demokrat Sudah Move On

Ia menambahkan, meski tensi politik kadang memanas, hal itu jangan sampai mengesampingkan kepentingan warga.

Saat ini, fokus pada kemajuan ekonomi nasional jauh lebih penting daripada berdebat soal posisi politik.

“Terkait isu politik, saya rasa hal itu biasa dan wajar. Politik memang dinamis dan kadang menghangat. Tetapi, mari kita sadari bahwa saat ini masih tahun 2026 dan menuju 2029 masih cukup lama,” katanya.

Agus juga menyinggung pentingnya mekanisme penyeimbang dalam pemerintahan. Partai yang berada di luar pemerintahan dinilai punya peran penting untuk memberikan kritik membangun.

BACA JUGA :  Nasdem Sindir PDIP Sebut Partai Kacang Lupa Kulit

“Ketika menjadi oposisi, tugasnya memberikan pandangan dan kritik yang konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah,” ucapnya.

Sebelumnya, posisi politik PDIP memang tengah menjadi sorotan setelah partai tersebut memutuskan menjadi penyeimbang di luar pemerintahan.

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, langsung menepis anggapan bahwa posisi mereka tidak jelas. Ia menegaskan itu adalah langkah politik yang matang.

“Sikap ini bukan sikap abu-abu,” tegas Said.

Ia menekankan bahwa PDIP tetap berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Partai tersebut juga memastikan akan tetap kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan masyarakat banyak.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam
Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh
Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan
Kasus Teror Rini Siregar Bergulir, Kuasa Hukum Desak Pasal 29 UU ITE Diterapkan
Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko
Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat
Niat Curi Celana Dalam, Dg Lukka Nyungsep di Kandang Ayam
Ayah Tiri di Sumba Timur Siksa Balita 2 Tahun, Mata Diolesi Balsem dan Dibakar

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10 WITA

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:31 WITA

Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Kasus Teror Rini Siregar Bergulir, Kuasa Hukum Desak Pasal 29 UU ITE Diterapkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:01 WITA

Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Kuttu Tertipu Janda Glowing, Wajah Putih, Leher Hitam

Senin, 10 Agu 2026 - 15:10 WITA