Ringkasan
Seorang remaja perempuan berinisial CK (15) ditemukan tewas dengan kondisi jasad hangus terbakar di Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Polisi menyebut korban ditemukan pada Kamis malam dan identitasnya sempat sulit dipastikan karena luka bakar parah.
Polres Nabire mengamankan seorang remaja laki-laki berinisial A (14) sebagai terduga pelaku kurang dari 1×24 jam setelah penemuan jasad. Penyelidikan dipercepat melalui olah TKP, sidik jari, koordinasi dengan Disdukcapil, dan analisis CCTV yang menunjukkan korban bersama A sebelum kejadian.
Zonafaktualnews.com – Kasus pembunuhan yang menimpa seorang gadis ABG di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menggegerkan warga.
Korban berinisial CK (15) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi jasad hangus terbakar di kawasan Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere.
Tak butuh waktu lama, aparat Polres Nabire berhasil mengungkap kasus tersebut.
Seorang remaja laki-laki berinisial A (14) telah diamankan sebagai terduga pelaku kurang dari 1×24 jam setelah jasad korban ditemukan.
“Polres Nabire berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang remaja berinisial CK berjenis kelamin perempuan yang jasadnya ditemukan dalam kondisi terbakar,” ujar Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Korban pertama kali ditemukan pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIT.
- 12 Agustus 2026 Terjadi Gerhana Matahari Total, Ini Wilayah yang Dilintasi
- Sadis! Gadis ABG di Nabire Dibunuh Lalu Jasadnya Dibakar hingga Hangus
- ACW Minta Kejari Usut Total Jalan Beton Parepare 2025, Jangan Pilih-Pilih
- Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
- Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak
Saat ditemukan, kondisi jasadnya mengalami luka bakar cukup parah sehingga menyulitkan proses identifikasi awal.
“Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan kondisi kepala, rambut, dan sebagian tubuh terbakar. Saat itu identitas korban belum diketahui,” kata Piter.
Tim Identifikasi Polres Nabire kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke rumah sakit menggunakan mobil patroli.
Proses evakuasi dilakukan dengan kendaraan tersebut karena mobil jenazah tidak tersedia.
Menurut Piter, identifikasi korban sempat mengalami hambatan akibat bagian wajah dan mata korban hangus terbakar.
Polisi kemudian memanfaatkan data sidik jari, berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta menyebarkan informasi kepada masyarakat hingga akhirnya keluarga korban datang memastikan identitas korban.
“Proses identifikasi sempat mengalami kendala lantaran bagian wajah dan mata korban hangus terbakar. Polisi akhirnya mengandalkan sidik jari dan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta menyebarkan informasi kepada masyarakat hingga akhirnya keluarga korban datang dan memastikan identitas korban,” jelasnya.
Setelah identitas korban dipastikan, penyidik mempercepat penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah alat bukti.
Salah satu petunjuk penting berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang merekam aktivitas korban sebelum kejadian.
Hasil analisis rekaman tersebut mengarahkan penyidik kepada seorang remaja laki-laki berinisial A.
Dari temuan itu, polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku.
“Dari hasil analisis CCTV, korban terlihat bersama seorang laki-laki berinisial A. Dari situlah penyelidikan berkembang hingga pelaku berhasil diamankan,” pungkasnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















