ACW Minta Kejari Usut Total Jalan Beton Parepare 2025, Jangan Pilih-Pilih

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Andi Unru, SH., MH, bersama Ketua ACW, H Makmur M Raonah, SH., MH

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Andi Unru, SH., MH, bersama Ketua ACW, H Makmur M Raonah, SH., MH

Ringkasan

Ajatappareng Corruption Watch meminta Kejaksaan Negeri Parepare memeriksa seluruh paket pekerjaan jalan beton Dinas PUPR Parepare tahun anggaran 2025, bukan hanya temuan tertentu dalam LHP BPK. ACW menilai seluruh paket berpotensi bermasalah dari sisi mutu dan teknis.

Kejari Parepare menyatakan sudah memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk pejabat PUPR, inspektorat, konsultan pengawas, dan kontraktor. Berdasarkan temuan BPK, kejaksaan saat ini memfokuskan pada beberapa paket sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Zonafaktualnews.com – Ketua Ajatappareng Corruption Watch (ACW), H Makmur M Raonah SH MH, meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare agar melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada semua paket pekerjaan jalan beton di Dinas PUPR Parepare Tahun Anggaran 2025 yang menelan anggaran kurang lebih Rp15 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Makmur mengungkapkan, itu berdasarkan isi Laporan Nomor : 01/Lap.Sus/ACW/VII/2026 perihal dugaan korupsi pembangunan jalan beton Kota Parepare TA 2025 yang resmi dimasukkan ACW di Kantor Kejari pada 9 Juli 2026 lalu.

BACA JUGA :  Polres Parepare Lidik Dugaan Korupsi Pengaspalan Jalan DAK 2023 Rp 20 Miliar

Olehnya itu, kata Makmur, dalam proses pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) pada proyek yang dikerjakan tersebar beberapa paket ini, dirinya meminta kepada pihak Kejari jangan hanya fokus pada sebagian paket saja yang menjadi temuan berdasarkan LHP BPK, tetapi dilakukan pemeriksaan menyeluruh untuk semua paket jalan beton TA 2025.

“Kejaksaan tidak semestinya hanya memfokuskan pada tiga pekerjaan (paket pekerjaan jalan beton) yang menjadi temuan pada Laporan Hasil Pemeriksaan BPK. Tetapi poinnya sesuai laporan yang kami (ACW) masukkan adalah memeriksa semua paket jalan beton secara keseluruhan dan tidak ada paket yang luput daripada penyelidikan. Sebab, kuat dugaan bahwa semuanya bermasalah, tidak memenuhi syarat teknis dan mutu pekerjaan,” pinta Makmur, Jumat (31/7/2026).

Makmur berharap, kejaksaan meminta data-data rekanan yang mengerjakan dan semua dokumen paket jalan beton TA 2025.

BACA JUGA :  Kejaksaan Pastikan Ada Tersangka di Kasus Korupsi Laptop Disdik Parepare

“BPK juga diduga tidak objektif bahkan terkesan memilah-milah proyek siapa yang dijadikan temuan, sementara faktanya di lapangan hampir 100 persen bermasalah, baik dari segi mutu pekerjaan, teknik pekerjaannya. Bahkan ada yang tidak pakai ready mix, hampir 90 persen seperti di Jalan Liu Buloe paling parah, kemudian jalan di samping KUA Lapadde,” katanya.

“Kita berharap Kejari tepat waktu melakukan ekspose, dan mengusut secara tuntas keseluruhan proyek jalan beton se-Kota Parepare Tahun Anggaran 2025,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kota Parepare, Andi Unru SH MH, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026), mengatakan pihaknya sudah memanggil dan mengambil keterangan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam proyek ini untuk merampungkan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) guna mengambil tindakan hukum lebih lanjut.

BACA JUGA :  Kasus Dugaan Korupsi Jalan Beton Parepare 2025 Segera Diekspose Kejari

“Kami (Kejari Parepare) sudah mengambil keterangan dari Kepala Dinas PUPR, PPTK, Inspektorat, konsultan pengawasan tiga orang, sama pelaksananya (kontraktor). Terakhir tadi Kepala Dinas sudah dimintai keterangan,” ujar Andi Unru.

Andi Unru menjelaskan, berdasarkan LHP BPK ada temuan di beberapa paket pekerjaan jalan beton Parepare TA 2025.

“LHP BPK ada temuan Rp380 juta pekerjaan jalan di samping KUA Lapadde, yang lain ada Rp60 juta, Rp24 juta, Rp25 juta. Kami fokuskan di samping KUA,” jelasnya.

“Ibu Kajari saat ini sedang dinas ke Makassar. Insyaallah kalau pimpinan datang (di Parepare) kami akan ekspose. Kami di Intel sudah cukup untuk dilimpahkan ke Pidsus (Pidana Khusus). Nanti (ekspose) kita kumpul semua jaksa, apakah kasus ini sudah bisa dilimpahkan ke Pidsus atau masih memerlukan bukti tambahan lagi,” tambahnya.

(Ardi)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri
Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak
Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna
Kebijakan Pilah Sampah di Makassar Dinilai Sisakan Celah Kesiapan Sistem
Menteri LH Jumhur Hidayat Nangis Bela MBG, Warganet Ramai Beri Cibiran
Survei Capres 2029 Diduga Bocor, Dedi Mulyadi Salip Prabowo dan Anies
Habib Rizieq Sentil Mahfud: “Lu yang Bubarin FPI, Sekarang Teriak Amar Ma’ruf”
Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel London Usai Konsumsi Alkohol dan Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:28 WITA

ACW Minta Kejari Usut Total Jalan Beton Parepare 2025, Jangan Pilih-Pilih

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:42 WITA

Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:55 WITA

Kanal Batua Raya Makin “Brewok” Eceng Gondok, Warga Desak BBWS Bertindak

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:25 WITA

Usai Bebas, Jessica “Kopi Sianida” Tegaskan: Saya Bukan Pembunuh Mirna

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:38 WITA

Kebijakan Pilah Sampah di Makassar Dinilai Sisakan Celah Kesiapan Sistem

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Setiap Lihat Janda, “Burung” Dg Kacci Berdiri

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:42 WITA