Pasar Barandasi Maros Jadi Sarang Sampah, Pengunjung Keluhkan Bau Busuk

Sabtu, 28 Desember 2024 - 11:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Barandasi Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

Pasar Barandasi Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

Zonafaktualnews.com – Sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Barandasi di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, mengeluhkan tumpukan sampah yang mencemari lingkungan pasar.

Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan dan kebersihan pasar, bahkan memunculkan bau busuk yang menyengat.

“Jorok sekali Pasar Barandasi ini, seperti tidak diperhatikan pengelolanya,” ungkap Diri, seorang pengunjung pasar, Jumat (27/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sampah seharusnya diangkut segera setelah aktivitas jual beli selesai. Namun, sampah kerap dibiarkan menumpuk hingga menimbulkan bau tak sedap, terutama saat hujan mengguyur.

BACA JUGA :  Bisnis “Crot” Berkedok Warkop Terbongkar, Pasutri di Maros Dibekuk

“Harapan saya, Bupati Maros segera menindaklanjuti keluhan kami agar kondisi pasar ini bisa bersih dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, Suyuti, mengungkapkan bahwa permasalahan ini timbul karena pengelola pasar tidak lagi menyetorkan retribusi pengangkutan sampah.

“Pengelola pasar sudah tidak pernah lagi menyetorkan retribusi untuk pengangkutan sampah. Dulu ada, tapi sekarang sudah tidak. Apalagi armada pengangkut sampah kami terbatas,” jelas Suyuti saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (27/12/2024).

BACA JUGA :  SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Suyuti menambahkan bahwa keterbatasan jumlah armada pengangkut menjadi salah satu kendala dalam menangani sampah di wilayah tersebut.

Kendati demikian, masalah ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah serta kerja sama antara pengelola pasar dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Langkah strategis seperti memperbaiki sistem retribusi dan menambah armada pengangkut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini.

BACA JUGA :  Pembangunan Posyandu di Lekopancing 'Ilegal', Sarat dengan Korupsi?

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Tuntutan Keturunan Kerajaan Gowa Dipenuhi, DPRD Dukung Cabut Perda LAD
Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan
Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026
Andi Takdir Jufri Dilantik Jadi Anggota DPRD Luwu Utara, Ini Harapan Husain
Polsek Lepas Tangan, Tambang Liar Jeneberang Diduga Suplai Proyek Jenelata
Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf
DPRD Lutra Bongkar Kejanggalan Status Tambang PT Kalla Arebama di Rampi

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:55 WITA

Tuntutan Keturunan Kerajaan Gowa Dipenuhi, DPRD Dukung Cabut Perda LAD

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:40 WITA

Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:32 WITA

Kesultanan Gowa Kerahkan 1.000 Pasukan Kepung DPRD pada Aksi 5–6 Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:36 WITA

Andi Takdir Jufri Dilantik Jadi Anggota DPRD Luwu Utara, Ini Harapan Husain

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:35 WITA

Polsek Lepas Tangan, Tambang Liar Jeneberang Diduga Suplai Proyek Jenelata

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA