Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong (depan) dan korban penganiayaan Yuli Novitasari. (Foto kolase)

Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong (depan) dan korban penganiayaan Yuli Novitasari. (Foto kolase)

Ringkasan

Seorang staf Bagian Umum DPRD Bone, Yuli Novitasari, melaporkan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong ke Polres Bone atas dugaan penganiayaan di kantin kantor DPRD pada 22 Juli 2026. Ia mengaku dilempar kue, disiram air mineral, dan dilempari botol sambal setelah diminta mengurus konsumsi tamu.

Sekretaris DPRD Bone menyatakan pihaknya masih mengumpulkan kronologi lengkap dan membuka kemungkinan mediasi. Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone belum memberikan keterangan.

Zonafaktualnews.com – Tindakan arogansi pejabat tinggi kembali mencoreng institusi legislatif di daerah. Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang staf Bagian Umum bernama Yuli Novitasari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa memilukan itu terjadi di kantin kantor DPRD Bone pada Rabu (22/7/2026). Korban yang berusia 29 tahun ini mengaku diserang secara fisik menggunakan kue, air mineral, hingga botol sambal.

Tidak terima atas perlakuan tersebut, korban resmi melayangkan laporan ke Polres Bone pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.00 Wita.

Laporan teregistrasi secara resmi dalam dokumen STTLP/450/VII/2026/SPKT/Res Bone/Polda Sulsel atas dugaan tindak pidana kekerasan fisik dan verbal.

BACA JUGA :  Oknum Polisi Ngamuk! Pemilik Empang Takalar Dihantam Balok Kayu

Yuli menuturkan, ketegangan bermula ketika dirinya mendapat tugas menyiapkan hidangan kue untuk dua tamu Ketua DPRD Bone.

Setelah mengambil kue tersebut, ia langsung menempatkannya di ruang lounge sesuai arahan awal.

“Awalnya diminta siapkan kue untuk dua tamu. Saya ambilkan kue lalu saya siapkan di lounge. Sudah ada satu tamu, kemudian saya ditelepon lagi dan diberi tahu kalau ada satu tamu lagi,” kata Yuli kepada wartawan sambil menangis, Rabu (22/7/2026).

Yuli kemudian berniat memastikan ketersediaan porsi kue tambahan. Namun, ia justru mendapati informasi bahwa hidangan untuk tamu tersebut telah dipindahkan ke area kantin kantor.

“Mereka bilang kuenya dibawa ke kantin. Saya jawab baik, lalu saya pikir mungkin masih ada di lounge. Saya ke lounge bersama Kak Ana dan bertanya kepada petugas di sana soal kue yang sebelumnya saya siapkan untuk dua tamu,” ujarnya.

Selepas mengecek keberadaan kue, Yuli kembali ke ruang kerjanya dengan tenang. Tak lama berselang, panggilan datang agar dirinya segera menghadap Ketua DPRD Bone yang sedang berada di kantin.

BACA JUGA :  Pemilik Pete-pete di Makassar Resmi Polisikan Oknum Pemeras Sopir

Nahas, sesampainya di lokasi, Yuli sama sekali tidak mendapati ruang dialog. Ia langsung dihantam dengan tindakan kasar tanpa ampun oleh pimpinan sendiri.

“Sampai di kantin, satu bosara berisi kue langsung dilempar ke muka saya. Setelah itu saya disiram satu botol air mineral, lalu botol airnya juga dilempar ke muka saya. Setelah itu saya dilempari lagi botol lombok,” tuturnya.

Yuli menyebut dirinya tidak diberi celah sedikit pun untuk membela diri. Ketua DPRD langsung menghujaninya dengan makian dan tudingan keliru seolah-olah ia melarang orang memakan hidangan tersebut.

Padahal, ia murni hanya menjalankan kewajiban kantor untuk mengurus konsumsi tamu. Yuli menegaskan tuduhan itu sama sekali tidak pernah ia ucapkan kepada siapapun.

BACA JUGA :  IRT di Bone Ditemukan Tewas Mengenaskan, Polisi Buru Pelaku

“Saya tidak pernah bicara satu kata. Saya dibilang melarang orang makan kue. Padahal saya tidak pernah bilang begitu. Beliau juga berkata, ‘Siapa yang bayar itu kue, kamu?'” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Bone, Andi Muchlis, tidak menampik adanya insiden panas yang melibatkan pimpinan dewan dengan anak buahnya.

Kendati demikian, Andi Muchlis mengaku masih berproses merangkai kronologi secara utuh.

“Saya masih mencari tahu detail seperti apa kronologinya,” kata Muchlis kepada wartawan.

Pihak sekretariat dewan berencana mengambil langkah lanjutan setelah seluruh fakta terkumpul valid. Opsi penyelesaian damai melalui jalur mediasi pun disiapkan.

“Iya mungkin nanti akan begitu (dimediasi). Tapi yang pasti sekarang saya kumpulkan informasi dulu supaya kronologinya akurat dan tidak ada informasi yang keliru,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Andi Tenri Walinonong masih bungkam. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi melalui pesan singkat dan panggilan by phone, namun belum membuahkan hasil.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bermula dari Tagihan, Nasabah Kredivo Berakhir Jadi Korban Pelecehan Oknum DC
Integritas Pejabat Publik dan Misteri Gelar Akademik Anggota DPRD Makassar
Jantung Bermasalah, Nanik Sudaryati Deyang Pamit Mundur dari Kepala BGN
2 Tahun Kasus Pungli UNM “Tidur” di Polda Sulsel, Laksus Tuntut Ketegasan
Borong Makassar Ricuh, Warga Lempari Polisi, Emak-emak Teriak Uang Haram
Prabowo Rombak Kesejahteraan Hakim Naik 300 Persen Agar Tak Bisa Disogok
Antre Solar 7 Jam Diserobot, Sopir Truk di Makassar Nekat Tikam Rekan Seprofesi
Bandit Tua di Makassar Disikat 3 LP Kasus Cabul Usai Laporan Awal Dicabut

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:51 WITA

Bermula dari Tagihan, Nasabah Kredivo Berakhir Jadi Korban Pelecehan Oknum DC

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:57 WITA

Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:39 WITA

Integritas Pejabat Publik dan Misteri Gelar Akademik Anggota DPRD Makassar

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:08 WITA

Jantung Bermasalah, Nanik Sudaryati Deyang Pamit Mundur dari Kepala BGN

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:26 WITA

2 Tahun Kasus Pungli UNM “Tidur” di Polda Sulsel, Laksus Tuntut Ketegasan

Berita Terbaru