Ringkasan
Penumpukan sampah selama hampir sepekan di sekitar Pasar Enrekang memicu protes warga yang menutup sebagian jalan dengan sampah hingga lalu lintas terganggu. Warga berharap pemerintah segera menangani bau dan tumpukan limbah yang tidak diangkut sejak akhir Juli.
Pemerintah kecamatan dan DLH Enrekang menyebut sampah kini mulai diangkut kembali. Mereka menjelaskan volume sampah diperparah oleh pembuangan dari luar pasar dan kendala pasokan solar untuk armada pengangkut, serta berencana mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Pertamina.
Zonafaktualnews.com – Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama hampir sepekan memicu protes warga di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Kekesalan itu memuncak setelah warga menutup sebagian badan jalan menggunakan sampah yang sebelumnya menggunung di kawasan Pasar Enrekang.
Aksi tersebut berlangsung di sekitar Jalan Arif Rahman Hakim. Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat mengangkut sampah dari sekitar pasar lalu menumpuknya di badan jalan hingga arus lalu lintas sempat terganggu.
Warga mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut karena sampah di lokasi tidak diangkut sejak Senin (27/7/2026).
Kondisi itu membuat tumpukan limbah semakin tinggi dan menimbulkan bau menyengat, sehingga mereka berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Camat Enrekang, Ilham, mengaku memahami aksi yang dilakukan warga. Menurutnya, protes itu muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sampah yang terus menumpuk selama beberapa hari.
“Kami dapat memaklumi dan memahami apa yang dilakukan warga sebagai bentuk ekspresi dan kepedulian terhadap kondisi sampah yang menumpuk serta berbau karena sudah beberapa hari tidak diangkut,” ujar Ilham kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
- Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan
- TPA Disanksi, Mengapa Beban Pengolahan Sampah Ditimpuk ke Warga Makassar?
- Video Maaf Ombas Bikin Netizen Ngakak: “Goyangan Kepalanya Itu Lho”
- Polisi Tangkap Wanita Penyebar Hoaks Ajakan Demo Gulingkan Prabowo
- Apes Pak Kentut RT Terjebak Sampah Basah
Meski demikian, Ilham menilai penumpukan sampah tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas pasar.
Ia mengatakan banyak warga dari luar kawasan yang ikut membuang sampah ke kontainer pasar, sehingga kapasitas tempat penampungan tidak lagi mampu menampung volume limbah yang masuk.
“Perlu juga dipahami bahwa sampah tersebut bukan murni sampah pasar. Banyak juga warga yang tinggal jauh dari pasar membuang sampah di sana, sehingga volume sampah tidak sebanding dengan kapasitas tempat sampah yang telah disiapkan,” ungkapnya.
Penjelasan serupa disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Enrekang, Ikhsan D. Haris.
Ia membenarkan sampah di lokasi memang tidak terangkut selama hampir satu pekan, namun kini proses pengangkutan sudah kembali dilakukan.
“Memang mulai hari Senin (27/7/2026) lalu itu tidak pernah diangkut. Hampir sekitar satu minggu. Tapi sekarang sudah mulai diangkut semua,” kata Ikhsan.
Ikhsan menjelaskan, kontainer di Pasar Enrekang seharusnya hanya menampung sampah dari aktivitas pasar. Namun dalam praktiknya, banyak warga dari luar kawasan juga membuang sampah rumah tangga ke lokasi tersebut sehingga volume sampah meningkat lebih cepat dari kapasitas yang tersedia.
“Masalahnya banyak warga dari luar ikut membuang sampah ke situ, padahal kontainer sampah di situ sebenarnya khusus untuk sampah pasar,” terangnya.
Selain tingginya volume sampah, DLH Enrekang mengungkap kendala lain yang menghambat pengangkutan.
Armada truk sampah sempat tidak beroperasi optimal karena pasokan solar dari SPBU Masamba terganggu akibat masalah teknis pada fasilitas pengisian.
“Memang mulai hari Senin itu tidak pernah diangkut, hampir sekitar satu minggu. Kendalanya armada kami mengandalkan pasokan solar dari SPBU Masamba, tetapi sudah hampir dua minggu tidak masuk solarnya karena ada masalah di pompa,” bebernya.
DLH Enrekang memastikan persoalan tersebut akan dievaluasi agar tidak kembali memicu penumpukan sampah.
Pemerintah daerah juga berencana berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi armada pengangkut sampah tetap tersedia.
“Kemungkinan hari Senin akan dirapatkan terkait kepastian pasokan bahan bakar untuk armada sampah. Kami berharap kepada Pertamina agar mobil sampah tidak lagi dibatasi atau harus mengantre lama,” pungkasnya.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















