Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:40 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Sampah Menumpuk Sepekan Tak Diangkut, Warga Enrekang Tutup Jalan

Tangkapan layar video saat warga menutup sebagian badan jalan dengan tumpukan sampah di sekitar Pasar Enrekang sebagai aksi protes atas keterlambatan pengangkutan sampah.

Ringkasan

Penumpukan sampah selama hampir sepekan di sekitar Pasar Enrekang memicu protes warga yang menutup sebagian jalan dengan sampah hingga lalu lintas terganggu. Warga berharap pemerintah segera menangani bau dan tumpukan limbah yang tidak diangkut sejak akhir Juli.

Pemerintah kecamatan dan DLH Enrekang menyebut sampah kini mulai diangkut kembali. Mereka menjelaskan volume sampah diperparah oleh pembuangan dari luar pasar dan kendala pasokan solar untuk armada pengangkut, serta berencana mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Pertamina.

Zonafaktualnews.com – Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut selama hampir sepekan memicu protes warga di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kekesalan itu memuncak setelah warga menutup sebagian badan jalan menggunakan sampah yang sebelumnya menggunung di kawasan Pasar Enrekang.

Aksi tersebut berlangsung di sekitar Jalan Arif Rahman Hakim. Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat mengangkut sampah dari sekitar pasar lalu menumpuknya di badan jalan hingga arus lalu lintas sempat terganggu.

Warga mengaku terpaksa melakukan aksi tersebut karena sampah di lokasi tidak diangkut sejak Senin (27/7/2026).

Kondisi itu membuat tumpukan limbah semakin tinggi dan menimbulkan bau menyengat, sehingga mereka berharap pemerintah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Modus Curhat, Oknum Pengacara di Palopo Perkosa Wanita

Camat Enrekang, Ilham, mengaku memahami aksi yang dilakukan warga. Menurutnya, protes itu muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sampah yang terus menumpuk selama beberapa hari.

“Kami dapat memaklumi dan memahami apa yang dilakukan warga sebagai bentuk ekspresi dan kepedulian terhadap kondisi sampah yang menumpuk serta berbau karena sudah beberapa hari tidak diangkut,” ujar Ilham kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Meski demikian, Ilham menilai penumpukan sampah tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas pasar.

Ia mengatakan banyak warga dari luar kawasan yang ikut membuang sampah ke kontainer pasar, sehingga kapasitas tempat penampungan tidak lagi mampu menampung volume limbah yang masuk.

BACA JUGA :  PT GOGO OIL, Ronal Jaya dan Bintang Terang 89 Diduga Selundupkan Solar Subsidi

“Perlu juga dipahami bahwa sampah tersebut bukan murni sampah pasar. Banyak juga warga yang tinggal jauh dari pasar membuang sampah di sana, sehingga volume sampah tidak sebanding dengan kapasitas tempat sampah yang telah disiapkan,” ungkapnya.

Penjelasan serupa disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Enrekang, Ikhsan D. Haris.

Ia membenarkan sampah di lokasi memang tidak terangkut selama hampir satu pekan, namun kini proses pengangkutan sudah kembali dilakukan.

“Memang mulai hari Senin (27/7/2026) lalu itu tidak pernah diangkut. Hampir sekitar satu minggu. Tapi sekarang sudah mulai diangkut semua,” kata Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, kontainer di Pasar Enrekang seharusnya hanya menampung sampah dari aktivitas pasar. Namun dalam praktiknya, banyak warga dari luar kawasan juga membuang sampah rumah tangga ke lokasi tersebut sehingga volume sampah meningkat lebih cepat dari kapasitas yang tersedia.

“Masalahnya banyak warga dari luar ikut membuang sampah ke situ, padahal kontainer sampah di situ sebenarnya khusus untuk sampah pasar,” terangnya.

BACA JUGA :  Kebakaran Gunung Nona Meluas, Hutan Pinus Enrekang Hangus Capai 10 Hektare

Selain tingginya volume sampah, DLH Enrekang mengungkap kendala lain yang menghambat pengangkutan.

Armada truk sampah sempat tidak beroperasi optimal karena pasokan solar dari SPBU Masamba terganggu akibat masalah teknis pada fasilitas pengisian.

“Memang mulai hari Senin itu tidak pernah diangkut, hampir sekitar satu minggu. Kendalanya armada kami mengandalkan pasokan solar dari SPBU Masamba, tetapi sudah hampir dua minggu tidak masuk solarnya karena ada masalah di pompa,” bebernya.

DLH Enrekang memastikan persoalan tersebut akan dievaluasi agar tidak kembali memicu penumpukan sampah.

Pemerintah daerah juga berencana berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi armada pengangkut sampah tetap tersedia.

“Kemungkinan hari Senin akan dirapatkan terkait kepastian pasokan bahan bakar untuk armada sampah. Kami berharap kepada Pertamina agar mobil sampah tidak lagi dibatasi atau harus mengantre lama,” pungkasnya.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Berita Terbaru