Mabes TNI Jelaskan Soal Panglima Perintahkan Piting Rakyat Rempang

Senin, 18 September 2023 - 08:46 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Mabes TNI Jelaskan Soal Panglima Perintahkan Piting Rakyat Rempang

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono

Zonafaktualnews.com – Mabes TNI menjelaskan soal video Panglima TNI yang perintahkan piting rakyat Rempang, Kepulauan Riau.

Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono mengatakan, bahasa piting memiting itu sebenarnya hanya bahasa prajurit.

Hal itu disampaikan di forum prajurit. Menurutnya, dalam bahasa prajurit, ‘memiting’ berarti setiap prajurit merangkul satu masyarakat, agar terhindar dari bentrokan.

“Kadang-kadang bahasa prajurit itu suka disalahartikan oleh masyarakat yang mungkin tidak terbiasa dengan gaya bicara prajurit,” kata Julius dalam keterangannya, Minggu, 17 September 2023

BACA JUGA :  Inisial T Trending: Tomy Winata Dituding sebagai Aktor Utama Judi Online, Benarkah?

Julius menyebut, ada salah paham dari masyarakat atas pernyataan tersebut, karena konteksnya berbeda. Terlebih dalam video yang viral itu hanya bersifat potongan, tidak utuh.

“Panglima TNI sedang menjelaskan bahwa demo yang terjadi di Rempang sudah mengarah pada tindakan anarkisme yang dapat membahayakan baik aparat maupun masyarakat itu sendiri, sehingga meminta agar masing-masing pihak untuk manahan diri,” ujar dia.

BACA JUGA :  Panglima Tegaskan TNI Tak Terlibat Pembakaran Rumah Wartawan

Panglima TNI, kata Julius, justru menginstruksikan Komandan Satuan untuk melarang prajurit menggunakan senjata, dalam mengamankan aksi demo Rempang.

Hal tersebut untuk menghindari korban, sehingga lebih baik menurunkan prajurit lebih banyak dari pada menggunakan peralatan yang bisa mematikan.

“Panglima mengatakan, jangan memakai senjata, tapi turunkan personel untuk mengamankan demo itu,” ujarnya.

Namun Julius memahami adanya kesalahan tafsir ini, Panglima TNI sangat tidak berharap kebrutalan dilawan dengan kebrutalan.

BACA JUGA :  Panglima Perintahkan 3 TNI yang Tewaskan Warga Dihukum Mati

Menurut dia, konflik Rempang harus  menjadi pembelajaran, apalagi ada korban di kedua belah pihak, baik aparat atau masyarakat.

“Perlu diingat dengan konflik ini, maka kerugian pasti diterima oleh aparat dan masyarakat Indonesia sendiri,” pungkasnya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa