Kuasa Hukum Kumbanews Klaim Laporan “Wartawan Kullu-Kullu” Tak Berbasis Hukum

Minggu, 25 Agustus 2024 - 12:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kuasa Hukum Kumbanews Klaim Laporan “Wartawan Kullu-Kullu” Tak Berbasis Hukum

Kuasa hukum Kumbanews, Adiarsa S.H (Ist)

Zonafaktualnews.com – Laporan yang diajukan oleh Rahmayadi, pimpinan umum Timestimur.com, terhadap Yusuf, pemimpin redaksi Kumbanews.com, mendapat tanggapan keras dari pihak Kumbanews.

Melalui kuasa hukumnya, Adiarsa S.H., Kumbanews menyatakan bahwa laporan yang menuduh Yusuf menghina Rahmayadi dengan sebutan “wartawan kullu-kullu” tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Laporan yang terdaftar di Polrestabes Makassar pada Jumat (23/8/2024) dengan nomor LI/982/VIII/2024/Reskrim itu didasarkan pada percakapan di grup WhatsApp Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia (SEKAT-RI).

Rahmayadi, yang akrab disapa Randi, merasa dihina setelah dirinya disebut sebagai “wartawan kullu-kullu” dalam percakapan tersebut.

Namun, Adiarsa menilai bahwa laporan ini tidak berdasar dan hanya merupakan kesalahpahaman yang seharusnya diselesaikan melalui komunikasi antar pribadi.

“Kasus ini sangat lemah dari segi hukum. Tidak ada penyebutan nama secara langsung, sehingga sulit untuk membuktikan adanya pencemaran nama baik atau penghinaan,” tegas Adiarsa dalam keterangannya yang diterima pada Minggu (25/8/2024)

BACA JUGA :  Diduga Serang Nama Baik Putri Dakka, dr Resti Ditetapkan Tersangka Polda Sulsel

Adiarsa juga menekankan bahwa proses hukum untuk menjadikan percakapan WhatsApp sebagai alat bukti akan memakan waktu yang lama.

“Untuk menjadikan percakapan di WhatsApp sebagai alat bukti, diperlukan proses yang panjang, termasuk uji forensik digital yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Ini bukanlah kasus yang signifikan, namun jika dipaksakan, hanya akan membuang waktu dan sumber daya,” ujarnya.

Sementara itu, Yusuf, pimpinan redaksi Kumbanews, menyatakan keheranannya atas laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam percakapan di grup WhatsApp, dirinya tidak menyebut nama siapa pun.

BACA JUGA :  Advokat Tak Bisa Dibungkam! PATI Kecam Intervensi di Balik Kasus AAS Building

“Saya hanya menyampaikan pendapat mengenai situasi yang terjadi, tanpa ada niat untuk menyudutkan siapa pun. Jika ada yang merasa tersinggung, saya menghargai hak mereka untuk mengambil langkah hukum, tetapi laporan ini sangat tidak mendasar,” jelas Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan beberapa rekan seprofesi yang dianggapnya tidak etis. “Seharusnya kita sebagai wartawan saling mendukung, bukan menjatuhkan. Namun, dalam kasus ini, terlihat jelas ada upaya untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi,” tambahnya.

Selain itu, Adiarsa juga mengkritik tindakan Kanit Reskrim Polsek Mamajang yang dianggapnya mencoba memanfaatkan media untuk menutupi perilaku yang diduga tidak profesional terhadap Kumbanews.

“Pertemuan yang dilakukan dengan dalih silaturahmi atau coffee break ini sebenarnya hanya upaya untuk menutupi ketidakberpihakannya terhadap media tertentu. Hal ini patut disayangkan dan tidak mencerminkan sikap profesional seorang penegak hukum,” pungkas Adiarsa.

BACA JUGA :  Tim Kuasa Hukum Tersangka Tantang Kasat Reskrim Polrestabes Makassar

Meski demikian, Kumbanews menyatakan siap menghadapi laporan ini dan akan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Kami siap menghadapi laporan ini, meskipun kami yakin kasus ini tidak akan berlanjut jauh karena tidak ada dasar hukum yang kuat. Kami akan tetap berpegang pada prinsip dan integritas kami sebagai media yang independen,” tutup Adiarsa.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR
Perang Kelompok Rajawali vs Kokolojia di Makassar Pecah, 1 Pemuda Tewas
Perang Kelompok di Ablam Makassar Telan Korban, Pria Cari Cucu Malah Tewas
Sengkarut Tim Pemenangan DPR RI Berujung Sidang, Istri Eks Ketua Tim Didakwa